Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Menuju R&D Berbasis AI yang Lebih Adaptif dan Berdampak

    May 12, 2026

    Geger Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Penitipan Sudah Berjalan 5 Bulan dan Ortu Bayar Rp50 Ribu per Hari

    May 12, 2026

    Viral Skandal Ayah yang Hendak Bakar Rumah Berisi 3 Balita, Seteru Suami-Istri Diduga Jadi Penyebabnya

    May 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Menuju R&D Berbasis AI yang Lebih Adaptif dan Berdampak
    • Geger Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Penitipan Sudah Berjalan 5 Bulan dan Ortu Bayar Rp50 Ribu per Hari
    • Viral Skandal Ayah yang Hendak Bakar Rumah Berisi 3 Balita, Seteru Suami-Istri Diduga Jadi Penyebabnya
    • Ratusan WNA Sindikat Judol Jaringan Internasional Ditangkap di Jakbar, Polisi Mulai Buru Sponsor Penjamin
    • Modusnya Pinjam untuk Buat Soal, Viral Guru Pengganti Sosiologi SMA di Jakarta Ketahuan Gadaikan Laptop Siswa
    • Penyaluran Panen Mangrove, TPS Dukung Penanaman 3.000 Bibit Mangrove di Sontoh Laut Surabaya
    • Polisi Lakukan Pendalaman soal ‘Bos Besar’ dalam Kasus 321 WNA Operasikan Judol di Jakbar: Masih Fokus Pelaku yang Ditangkap
    • Kronologi Video Viral Insiden Kecelakaan Rombongan Turis Singapura di Jalur Bromo, Mobil Diduga Overheat hingga Rem Blong
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Beranda
    • Berita
      • Politik Pemerintahan
      • Hukum & Kriminal
      • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Hiburan
      • Musik
      • Film
      • Selebrita
    • Hotel
    • Gaya Hidup
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Parenting
      • Tips
    • Lain-Lain
      • Advertorial
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Lain-Lain»Opini»Jacob Ereste :Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa
    Opini

    Jacob Ereste :Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa

    suaranuraniBy suaranuraniMarch 8, 2024No Comments6 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Jacob Ereste : Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa (foto : ist)
    Jacob Ereste : Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa (foto : ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | BANTEN – Tesis Samuel P. Huntington tentang perang berbasis ideologis akan menjadi perang berbasis peradaban. Pendedahannya lewat artikel The Last of Civilisations mengungkap bahwa pada masa kini akan dibentuk oleh interaksi antara tujuh atau delapan peradaban dunia, utamanya Barat, Konfusius, Jepang, Islam, Hindu, Slavia Ortodok, Amerika Latin dan kemungkinan juga ikutnya Afrika.

    Peradaban Islam menurut Samuel P. Huntington paling potensial menggoyah peradaban Barat. Sementara Francis Fukuyama yang sudah mempublish tesisnya pada tahun 1989, yaitu “The End of History melalui jurnal The National Interest melontarkan spekulatif nya tentang masa depan politik dunia. Barat diperkirakan mampu mengatasi rival ideologisnya, yaitu monarki herediter, fasisme dan komunisme, sehingga konfigurasi politik dunia berhasil membuat konsensus dengan demokrasi liberal.

    Asumsi Francis Fukuyama ini bersandar pada titik akhir dari revolusi ideologi yang final dari model pemerintahan yang ada. Dalam kondisi dan situasi serupa inilah, katanya berakhirnya perang ideologi dengan keoknya blok komunis yang memberi tahta bagi demokrasi yang diunggulkan oleh Amerika. Artinya, demokrasi yang menjadi unggulan Amerika tidak mampu diimbangi oleh negara-negara lain di dunia. Inilah akhir dari sebuah sejarah (The End of History) yang kemudian diperluas wilayah analisisnya menjadi buku berjudul The End of History and The Last Man.

    Lalu sederet negara yang mengunggulkan sistem demokrasi liberal jadi sepakat mulai tahun 1990 sampai sekarang. Tampaknya Indonesia pun termasuk di dalamnya, meski dalam prakteknya masih acap terkesan dan terlihat mendua. Padahal, pada tahun 1790-an tiga negara yang terbilang sudah kampiun pada masa itu telah menganut sistem demokrasi liberal, yaitu Amerika Serikat, Swis dan Prancis. Lalu terus berkembang pada 1848 menjadi lima negara, dan pada tahun 1900 berkembang lagi menjadi 13 negara. Pendek kata sampai tahun 1990, demokrasi liberal di dunia telah diikuti oleh 61 negara.

    Karena itu — sejak tahun terakhir perkembangan demokrasi liberal itu, tak lagi ada ideologi yang mampu mengimbangi demokrasi liberal, kecuali Islam. Tapi pada tahun 1991, tesis Barry Buzan justru melihat potensi konflik ideologis antara Barat dengan Timur. Lebih spesifiknya Barat menghadapi Islam yang sempat menimbulkan perang dingin. Kajian geografis dan antagonisme historis serta peranan politik terbuka yang diperankan Islam, membuat persaingan terhadap Islam yang sangat potensial dengan identitas kolektifitasnya yang kuat dan terus melesat di penjuru dunia. Ikhwal perang ideologis yang ditulis Francis Fukuyama dibantah Murad W. Hofmann yang menulis buku tentang “Islam : The Alternative yang telah diterjemahkan oleh Rahmani Astuti dan diterbitkan oleh Pustaka Hidayah, Bandung, 2022. Maka itu, Civilization and The Remaking of World Order menurut Samuel P. Huntington akan mendominasi politik global. Sebab benturan antar peradaban akan semakin memperjelas identitasnya. Katena itu, Samuel P. Huntington memberi saran sekaligus arahan agar Barat memberi perhatian khusus terhadap Islam. Sebab diantara peradaban besar yang ada di dunia ini, hanya Islam yang eksis dan memiliki potensi meruntuhkan peradaban Barat.

    Agaknya, itulah sebabnya Islam terus menjadi sorotan untuk dilumpuhkan dengan berbagai cara dan dalih melalui beragam isu dan stigma. Sementara Islam yang sejatinya mengusung rahmatan lil alamin. Tampaknya, dalam fenomena yang meresahkan ini pula gagasan GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) semakin relevan untuk terus membangun gerakan kebangkitan dalam kesadaran serta pemahaman spiritual bagi bangsa Indonesia untuk kemudian menjadi motor penggerak utama pertemuan persaudaraan lintas agama dan lintas negara di Indonesia, sehingga Indonesia tidak saja mampu menjadi Mercu suar dunia, tetapi dapat disepakati sebagai poros perdamaian dunia serta kiblat peradaban manusia di bumi.

    Program besar itu sudah mulai dirintis oleh GMRI melalui tahapan pendekatan serta pembicaraan serius dengan berbagai pihak sejak tiga tahun lalu (2020) yang sangat diharap bisa terwujud dalam waktu dekat. Dialog yang akan membahas peradaban bersama tokoh agama-agama dari berbagai negara di dunia, menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu diharap dapat segera terlaksana dalam waktu dekat di Indonesia — Jakarta, Yogyakarta dan Bali — ujarnya dalam diskusi santai pada berbagai kesempatan di berbagai tempat untuk menggalang dukungan dari semua pihak yang konsen terhadap kerukunan dan perdamaian hidup manusia di bumi.(ara)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Catatan Yayasan Damarjati Jelang Peringatan Sumpah Pemuda 2024: Lembaga Kebudayaan untuk Merajut Kebhinnekaan Indonesia

    October 18, 2024

    Seret Terduga Pelaku Penggelapan Uang UKW PWI ke Ranah Hukum

    April 16, 2024

    Pakar Ekonomi Unair Soroti Harga Beras yang Melonjak

    March 9, 2024
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026659

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026658

    Diduga Enggan Beri Jalan, Sopir Mobil Dinas di Jalan Tol Arah Serpong Kena Semprot Penumpang Ambulans

    April 27, 2026628
    Don't Miss
    ParagonCorp

    ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Menuju R&D Berbasis AI yang Lebih Adaptif dan Berdampak

    By suaranuraniMay 12, 20261

    suaranurani.com | JAKARTA – Di balik setiap produk kecantikan yang sampai ke tangan konsumen Indonesia,…

    Geger Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Penitipan Sudah Berjalan 5 Bulan dan Ortu Bayar Rp50 Ribu per Hari

    May 12, 2026

    Viral Skandal Ayah yang Hendak Bakar Rumah Berisi 3 Balita, Seteru Suami-Istri Diduga Jadi Penyebabnya

    May 12, 2026

    Ratusan WNA Sindikat Judol Jaringan Internasional Ditangkap di Jakbar, Polisi Mulai Buru Sponsor Penjamin

    May 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    ParagonCorp Perkuat Ekosistem Smart Lab Menuju R&D Berbasis AI yang Lebih Adaptif dan Berdampak

    May 12, 2026

    Geger Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Penitipan Sudah Berjalan 5 Bulan dan Ortu Bayar Rp50 Ribu per Hari

    May 12, 2026

    Viral Skandal Ayah yang Hendak Bakar Rumah Berisi 3 Balita, Seteru Suami-Istri Diduga Jadi Penyebabnya

    May 12, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026659

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026658
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.