Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PT Terminal Petikemas Surabaya Menuai Hasil Disiplin Pengelolaan Resiko

    June 8, 2026

    Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap jadi Justice Collaborator, Kuasa Hukum Singgung Ada Tokoh di Lingkaran Eksekutif dan Legislatif yang Terlibat

    June 6, 2026

    Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA

    June 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PT Terminal Petikemas Surabaya Menuai Hasil Disiplin Pengelolaan Resiko
    • Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap jadi Justice Collaborator, Kuasa Hukum Singgung Ada Tokoh di Lingkaran Eksekutif dan Legislatif yang Terlibat
    • Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA
    • Queensway Secondary School Singapura Pelajari Operasi Green & Smart Port di PT Terminal Teluk Lamong
    • TTL Dan APTRINDO Perkuat Kolaborasi Dukung Kelancaran Arus Logistik Melalui Optimalisasi Terminal Booking System
    • COSCO Pilih Terminal Teluk Lamong, Arus Petikemas International Tumbuh Lebih Dari 90%
    • BookCabin Travel Fair 2026 Resmi Digelar di Jakarta! Tiket Promo Domestik, Internasional dan Paket Umrah hingga Cashback Cabin Points 1 Juta
    • Indonesia Memasok 80% Patchouli Dunia, Kisah Para Petaninya Kini Dibawa ParagonCorp Ke Forum Global di London
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Ekbis
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Lain-Lain»Opini»Jacob Ereste :Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa
    Opini

    Jacob Ereste :Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa

    suaranuraniBy suaranuraniMarch 8, 2024No Comments6 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Jacob Ereste : Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa (foto : ist)
    Jacob Ereste : Benturan Peradaban Semakin Mendesak Dialog Lintas Budaya, Agama dan Bangsa (foto : ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | BANTEN – Tesis Samuel P. Huntington tentang perang berbasis ideologis akan menjadi perang berbasis peradaban. Pendedahannya lewat artikel The Last of Civilisations mengungkap bahwa pada masa kini akan dibentuk oleh interaksi antara tujuh atau delapan peradaban dunia, utamanya Barat, Konfusius, Jepang, Islam, Hindu, Slavia Ortodok, Amerika Latin dan kemungkinan juga ikutnya Afrika.

    Peradaban Islam menurut Samuel P. Huntington paling potensial menggoyah peradaban Barat. Sementara Francis Fukuyama yang sudah mempublish tesisnya pada tahun 1989, yaitu “The End of History melalui jurnal The National Interest melontarkan spekulatif nya tentang masa depan politik dunia. Barat diperkirakan mampu mengatasi rival ideologisnya, yaitu monarki herediter, fasisme dan komunisme, sehingga konfigurasi politik dunia berhasil membuat konsensus dengan demokrasi liberal.

    Asumsi Francis Fukuyama ini bersandar pada titik akhir dari revolusi ideologi yang final dari model pemerintahan yang ada. Dalam kondisi dan situasi serupa inilah, katanya berakhirnya perang ideologi dengan keoknya blok komunis yang memberi tahta bagi demokrasi yang diunggulkan oleh Amerika. Artinya, demokrasi yang menjadi unggulan Amerika tidak mampu diimbangi oleh negara-negara lain di dunia. Inilah akhir dari sebuah sejarah (The End of History) yang kemudian diperluas wilayah analisisnya menjadi buku berjudul The End of History and The Last Man.

    Lalu sederet negara yang mengunggulkan sistem demokrasi liberal jadi sepakat mulai tahun 1990 sampai sekarang. Tampaknya Indonesia pun termasuk di dalamnya, meski dalam prakteknya masih acap terkesan dan terlihat mendua. Padahal, pada tahun 1790-an tiga negara yang terbilang sudah kampiun pada masa itu telah menganut sistem demokrasi liberal, yaitu Amerika Serikat, Swis dan Prancis. Lalu terus berkembang pada 1848 menjadi lima negara, dan pada tahun 1900 berkembang lagi menjadi 13 negara. Pendek kata sampai tahun 1990, demokrasi liberal di dunia telah diikuti oleh 61 negara.

    Karena itu — sejak tahun terakhir perkembangan demokrasi liberal itu, tak lagi ada ideologi yang mampu mengimbangi demokrasi liberal, kecuali Islam. Tapi pada tahun 1991, tesis Barry Buzan justru melihat potensi konflik ideologis antara Barat dengan Timur. Lebih spesifiknya Barat menghadapi Islam yang sempat menimbulkan perang dingin. Kajian geografis dan antagonisme historis serta peranan politik terbuka yang diperankan Islam, membuat persaingan terhadap Islam yang sangat potensial dengan identitas kolektifitasnya yang kuat dan terus melesat di penjuru dunia. Ikhwal perang ideologis yang ditulis Francis Fukuyama dibantah Murad W. Hofmann yang menulis buku tentang “Islam : The Alternative yang telah diterjemahkan oleh Rahmani Astuti dan diterbitkan oleh Pustaka Hidayah, Bandung, 2022. Maka itu, Civilization and The Remaking of World Order menurut Samuel P. Huntington akan mendominasi politik global. Sebab benturan antar peradaban akan semakin memperjelas identitasnya. Katena itu, Samuel P. Huntington memberi saran sekaligus arahan agar Barat memberi perhatian khusus terhadap Islam. Sebab diantara peradaban besar yang ada di dunia ini, hanya Islam yang eksis dan memiliki potensi meruntuhkan peradaban Barat.

    Agaknya, itulah sebabnya Islam terus menjadi sorotan untuk dilumpuhkan dengan berbagai cara dan dalih melalui beragam isu dan stigma. Sementara Islam yang sejatinya mengusung rahmatan lil alamin. Tampaknya, dalam fenomena yang meresahkan ini pula gagasan GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) semakin relevan untuk terus membangun gerakan kebangkitan dalam kesadaran serta pemahaman spiritual bagi bangsa Indonesia untuk kemudian menjadi motor penggerak utama pertemuan persaudaraan lintas agama dan lintas negara di Indonesia, sehingga Indonesia tidak saja mampu menjadi Mercu suar dunia, tetapi dapat disepakati sebagai poros perdamaian dunia serta kiblat peradaban manusia di bumi.

    Program besar itu sudah mulai dirintis oleh GMRI melalui tahapan pendekatan serta pembicaraan serius dengan berbagai pihak sejak tiga tahun lalu (2020) yang sangat diharap bisa terwujud dalam waktu dekat. Dialog yang akan membahas peradaban bersama tokoh agama-agama dari berbagai negara di dunia, menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu diharap dapat segera terlaksana dalam waktu dekat di Indonesia — Jakarta, Yogyakarta dan Bali — ujarnya dalam diskusi santai pada berbagai kesempatan di berbagai tempat untuk menggalang dukungan dari semua pihak yang konsen terhadap kerukunan dan perdamaian hidup manusia di bumi.(ara)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Catatan Yayasan Damarjati Jelang Peringatan Sumpah Pemuda 2024: Lembaga Kebudayaan untuk Merajut Kebhinnekaan Indonesia

    October 18, 2024

    Seret Terduga Pelaku Penggelapan Uang UKW PWI ke Ranah Hukum

    April 16, 2024

    Pakar Ekonomi Unair Soroti Harga Beras yang Melonjak

    March 9, 2024
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026665

    Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA

    June 6, 2026662

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026660
    Don't Miss
    Ekbis

    PT Terminal Petikemas Surabaya Menuai Hasil Disiplin Pengelolaan Resiko

    By suaranuraniJune 8, 2026449

    suaranurani.com | SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali memperoleh penghargaan atas kinerja unggul…

    Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap jadi Justice Collaborator, Kuasa Hukum Singgung Ada Tokoh di Lingkaran Eksekutif dan Legislatif yang Terlibat

    June 6, 2026

    Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA

    June 6, 2026

    Queensway Secondary School Singapura Pelajari Operasi Green & Smart Port di PT Terminal Teluk Lamong

    June 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    PT Terminal Petikemas Surabaya Menuai Hasil Disiplin Pengelolaan Resiko

    June 8, 2026

    Eks Waka BGN Sony Sonjaya Siap jadi Justice Collaborator, Kuasa Hukum Singgung Ada Tokoh di Lingkaran Eksekutif dan Legislatif yang Terlibat

    June 6, 2026

    Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA

    June 6, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026665

    Dari Kode ‘Malaikat’ hingga ‘ACC Klik’, KPK Ungkap Cara Bagi-bagi Uang Kasus Korupsi Pengurusan Izin Tinggal WNA

    June 6, 2026662
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.