Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Liburan Yang Sempurna Bersama Keluarga Saat Idul Adha di Aston Imperial Bekasi

    May 26, 2026

    Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

    May 26, 2026

    Akhir Pekan Lebih Awal di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Hadirkan “Fri-Yay Workcation”

    May 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Liburan Yang Sempurna Bersama Keluarga Saat Idul Adha di Aston Imperial Bekasi
    • Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental
    • Akhir Pekan Lebih Awal di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Hadirkan “Fri-Yay Workcation”
    • Viral Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking
    • Truk Tronton Muatan Mill Terguling di Jalan Jogja-Wonosari, Viral Jalanan Berwarna Putih dan Pengaruhi Jarak Pandang Pengendara
    • Di Tengah Kasus Pelecehan Dosen ke Mahasiswa, UPN Veteran Yogyakarta Tetap Gelar Bimbingan TA hingga Sidang Skripsi
    • From Compliance to Resilience: PT Terminal Petikemas Surabaya Kembali Raih Penghargaan Gold di IRCA 2026
    • Update Dugaan Skandal Pemalsuan Dokumen di Kasus Ekspor SDA: Menkeu Purbaya Kini Kantongi 10 Perusahaan Sawit
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Beranda
    • Berita
      • Politik Pemerintahan
      • Hukum & Kriminal
      • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Hiburan
      • Musik
      • Film
      • Selebrita
    • Hotel
    • Gaya Hidup
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Parenting
      • Tips
    • Lain-Lain
      • Advertorial
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Hukum & Kriminal»Nilai Ide dan Konsep Tak Mungkin ‘Nol’ di Skandal Korupsi Proyek Profil Desa Karo, Amsal Sitepu: Saya Hanya Pekerja Seni
    Hukum & Kriminal

    Nilai Ide dan Konsep Tak Mungkin ‘Nol’ di Skandal Korupsi Proyek Profil Desa Karo, Amsal Sitepu: Saya Hanya Pekerja Seni

    suaranuraniBy suaranuraniMarch 30, 2026No Comments429 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti penuturan terdakwa kasus dugaan korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Instagram.com/@amsalsitepu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | SUMATERA UTARA – Kasus yang menimpa seorang videografer asal Sumatera Utara (Sumut), Amsal Christy Sitepu tengah menuai sorotan sebagian publik di media sosial.

    Sebelumnya diketahui, Amsal didakwa melakukan mark up atau penggelembungan harga dalam anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumut.

    Sebagai Direktur CV Promiseland, Amsal disebut mengajukan proposal senilai Rp30 juta per desa ke sekitar 20 desa.

    Sementara itu, sementara hasil audit menilai biaya yang seharusnya hanya sekitar Rp24,1 juta per proyek.

    Saat ini, Amsal telah ditahan dan menunggu pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Medan pada 1 April 2026 mendatang.

    Atas kasus ini, sebagian publik pun kembali ramai menyoroti Amsal yang sempat menyampaikan nota pembelaan (pledoi) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan, pada Rabu, 4 Maret 2026.

    Dalam persidangan itu, terdakwa memaparkan argumen pribadinya untuk melengkapi pembelaanhukum yang telah disusun oleh tim kuasa hukumnya. Berikut sejumlah poin di antaranya.

    Klaim Tak Ada Mens Rea

    Bagi yang belum tahu, sebelumnya, JPU menuntut Amsal dengan pidana 2 tahun penjara, denda sebesar Rp50 juta subsider kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp202 juta.

    Tuntutan itu buntut dari dugaan korupsi yang menjerat sang videografer atas proyek pembuatan video profil sejumlah desa di Kabupaten Karo yang bersumber dari dana desa.

    Perihal itu, Amsal saat menyampaikan pledoi hadapan majelis hakim, menegaskan dirinya tidak memiliki niat jahat atau mens rea untuk melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan.

    “Saya hanya seorang pekerja seni dan pelaku ekonomi kreatif,” kata Amsal sebagaimana dikutip dari video yang dibagikan ulang Instagram pribadinya @amsalsitepu, pada Senin, 30 Maret 2026.

    “Sejak awal mengerjakan video profil desa, tidak pernah terbersit sedikit pun niat untuk menjadikan pekerjaan ini sebagai kesempatan mencuri uang negara,” tambahnya.

    Amsal: Ide dan Konsep Tak Mungkin Nol

    Dalam pledoinya, Amsal menyoroti 5 item pekerjaan yang menurut JPU merupakan bentuk mark-up dan seharusnya bernilai nol, yakni ide dan konsep, clip-on atau microphone, cutting, editing, dan dubbing.

    Menurut Amsal, penilaian tersebut tidak berdasar karena seluruh item tersebut merupakan bagian integral dari proses produksi karya audiovisual.

    “Ide dan konsep tidak mungkin nol. Editing, cutting, dan dubbing itu pekerjaan profesional,” bebernya.

    “Itu bukan pekerjaan yang muncul begitu saja,” imbuhnya.

    Bantah Dugaan Mark Up

    Pada kesempatan yang sama, Amsal juga menyinggung keterangan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Karo yang sebelumnya dijadikan rujukan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP).

    Amsal menilai, keterangan tersebut telah terbantahkan dalam persidangan, namun tetap dimasukkan kembali dalam tuntutan jaksa.

    Selain membantah dugaan mark up, Amsal menyatakan perkara yang menjeratnya seharusnya berada dalam ranah perdata, bukan pidana korupsi.

    Videografer asal Sumut itu lantas mempertanyakan mengapa kepala desa sebagai pihak pengguna jasa tidak turut dimintai pertanggungjawaban apabila memang terdapat kerugian negara.

    “Tindak pidana korupsi tidak bisa dilakukan seorang diri,” tegas Amsal.

    Tepis Dirinya sebagai Koruptor

    Amsal juga mengungkap dampak psikologis dan sosial yang dialami dirinya dan keluarga akibat perkara tersebut.

    Terdakwa menyebut, dirinya kerap dianggap sebagai “koruptor”, yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta persidangan.

    Kemudian, Amsal memohon kepada majelis hakim agar dirinya dinyatakan bebas murni karena dakwaan dinilai tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

    Kendati demikian, apabila majelis hakim berpendapat lain, ia meminta agar dijatuhi hukuman seringan-ringannya.

    Hal itu, termasuk pidana percobaan atau hukuman sesuai masa penahanan yang telah dijalani.

    “Brelah aku mulih (dalam bahasa Karo berarti: izinkan aku pulang),” tandasnya.(ist)

    Amsal JPU Kabupaten Karo Pengadilan Negeri Medan videografer
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Viral Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking

    May 25, 2026

    Di Tengah Kasus Pelecehan Dosen ke Mahasiswa, UPN Veteran Yogyakarta Tetap Gelar Bimbingan TA hingga Sidang Skripsi

    May 24, 2026

    Geger Temuan 11 Bayi di Rumah Bidan Pakem Sleman, Penitipan Sudah Berjalan 5 Bulan dan Ortu Bayar Rp50 Ribu per Hari

    May 12, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026664

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026660

    Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

    May 26, 2026656
    Don't Miss
    Aston Imperial Bekasi

    Liburan Yang Sempurna Bersama Keluarga Saat Idul Adha di Aston Imperial Bekasi

    By suaranuraniMay 26, 2026448

    suaranurani.com | BEKASI – Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center menyiapkan pengalaman libur Idul…

    Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

    May 26, 2026

    Akhir Pekan Lebih Awal di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Hadirkan “Fri-Yay Workcation”

    May 25, 2026

    Viral Data Nasabah BCA Diduga Bocor di Dark Web, Picu Risiko Penipuan Digital bagi Pengguna Mobile Banking

    May 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Liburan Yang Sempurna Bersama Keluarga Saat Idul Adha di Aston Imperial Bekasi

    May 26, 2026

    Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

    May 26, 2026

    Akhir Pekan Lebih Awal di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Hadirkan “Fri-Yay Workcation”

    May 25, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026664

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026660
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.