suaranurani.com | JOGJA – Viral di media sosial jalanan Jogja-Wonosari penuh dengan debu berwarna putih pekat.
Dalam video viral yang diunggah di media sosial, para pengendara harus berjalan pelan dan berhati-hati saat melintas di tikungan bokong semar, Tambalan, Srimartani, Piyungan, Bantul.
“Jalan Piyungan penuh debu, kurang tau ini bahan berbahaya atau tidak. Hati-hati saja kalau mau kondangan ke Wonosari dan naik motor, pasti bakal putih semua bajunya,” tulis unggahan dalam akun Instagram @merapi_uncover pada Minggu, 24 Mei 2026.
Jalan Berdebu, Jarak Pandang Berkurang
Terlihat dari video yang kini sudah diputar lebih dari 1,2 juta kali penayangan tersebut, para pengendara harus melewati debu yang cukup pekat dengan penuh kehati-hatian.
Pengendara juga harus pelan-pelan saat melintas karena keterbatasan jarak pandang.
Unggahan lain pun menyarankan agar pengendara motor menggunakan masker saat menuju Gunungkidul maupun Yogyakarta.
Jalan Disemprot Damkar
Dalam video lain yang dibagikan oleh akun Instagram @aqmarina_afira, penyemprotan jalan dilakukan oleh tim pemadam kebakaran.
“Terjebak 30 menit di samping truk guling yang bawa serbuk kapur. Ada damkar yang nyemprot air, pengap juga karena AC lagi rusak, debu masuk lewat celah,” tulisnya dalam video yang diunggah pada Minggu, 24 Mei 2026.
Debu putih yang diduga adalah mill atau kapur halus ini bahkan menempel di bodi kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Video lain di akun Instagram @anto.ilyas, memperlihatkan para pengendara yang berhenti menunggu proses penyiraman oleh Damkar.
“Ini bukan arak-arakan suporter atau bikin film Terminator, ya,” tulisnya.
Pihak Satlantas Bantul pun telah memastikan bahwa evakuasi pada truk telah selesai, termasuk dengan pembersihan jalan.
“Proses evakuasi sudah selesai dilaksanakan dan sudah dilakukan pembersihan sisa-sisa material oleh Damkar,” ungkap pihak kepolisian.
Kronologi Kecelakaan Tunggal Truk Tronton Pengangkut Mill
Truk tronton yang membawa muatan mill tersebut mengalami kecelakaan pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB ini menyebabkan pengemudi dan penumpang truk mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menceritakan, kecelakaan bermula saat truk tronton yang dikemudikan oleh RS (61), warga Wonosobo, melaju dari arah atas (Gunungkidul) menuju ke arah bawah (Yogyakarta).
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) yang memiliki kontur jalan menurun dan menikung tajam, truk tersebut sempat mengambil lajur sebelah kanan.
“Saat sopir bermaksud mengembalikan posisi truk ke lajur kiri, tiba-tiba kendaraan menjadi tidak stabil, miring, hingga akhirnya terguling ke sisi kanan,” jelas Rita kepada awak media pada Minggu, 24 Mei 2026.
Akibat kecelakaan ini, pengemudi truk, RS, mengalami luka lecet pada kaki kanan serta memar pada bagian punggung dan penumpang atau kenek truk, DI (50), warga Purworejo, mengalami luka yang cukup parah.
“Kedua korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans warga ke RSI PDHI Kalasan untuk mendapatkan perawatan medis,” paparnya.
Selain menyebabkan korban luka, truk tronton tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian kaca depan yang pecah dan bak bagian belakang jebol.
Sementara kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10.000.000. (ist)

