suaranurani.com | SURABAYA – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti pengakuan seorang mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP, terkait dugaan korupsi yang menjeratnya.
Sebelumnya, YIP menjadi sosok yang diburu pihak kampus Unair, lantaran muncul dugaan penggelapan dana iuran mahasiswa penerima bantuan pendidikan, KIP-K.
Mahasiswi Unair itu dituding melakukan dugaan korupsi semasa dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dalam organisasi Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO).
Tak tanggung-tanggung, kerugian dalam kasus tersebut kini ditaksir mencapai Rp103 juta.
Setelah viralnya kasus tersebut, YIP kini telah menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik.
Dalam pernyataannya, mahasiswi Unair itu mengaku telah memakai uang ratusan juta dari para mahasiswa penerima KIP-K dan Bidik Misi untuk kepentingan pribadi.
“Dana tersebut secara umum habis (dipakai),” ungkap YIP dalam unggahan Instagram @unairjournal, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Ngaku Dipakai untuk Lunasi Pinjol
YIP menuturkan, mulanya ia memakai iuran KIP-K tersebut untuk melunasi utang pinjaman online (pinjol) yang sempat melilit ekonomi pribadinya.
“Saya menggunakannya untuk beberapa posisi mendesak pribadi, di antaranya untuk melunasi pinjaman online,” bebernya.
Mahasiswi Unair Angkatan 2023 itu juga mengaku telah memakai sebagian dana lainnya untuk biaya hidup.
Ortunya Sempat Alami Kecelakaan
Dalam pengakuannya, YIP mengaku telah memakai uang tersebut untuk kebutuhan mendesak lainnya.
Salah satunya, untuk pembiayaan pengobatan orang tua yang sempat mengalami kecelakaan.
“Orang tua saya sempat mengalami kecelakaan dan membutuhkan biaya perawatan serta pemulihannya yang tidak sedikit,” terangnya.
Atas perbuatannya, YIP menyadari beberapa kondisi mendesak itu bukan menjadi alasan pembenaran dirinya menggelapkan dana orang lain.
Di sisi lain, mahasiswi Unair itu juga tidak membantah sempat menolak dituduh melakukan tindakan tersebut.
Sempat Berdalih Salah Transfer
Diketahui, YIP pada awalnya sempat membuat alibi dana yang digunakan olehnya akibat kesalahan transfer.
Kini, mahasiswi Unair itu mengakui penggunaan uang sebesar Rp103 juta tersebut dilakukan secara sadar.
YIP menyadari, dalih itu mendorong dirinya tidak bisa menjaga amanah dengan baik saat peristiwa terjadi.
“Saya mengakui bahwa, saya telah melakukan tindakan penyalahgunaan amanah dengan menggunakan dana organisasi untuk kepentingan pribadi yang dilakukan secara sadar. Hal ini tidak dapat dibenarkan,” jelasnya.
Siap Terima Konsekuensi dari Kampus
YIP lantas menegaskan, dirinya siap menerima seluruh konsekuensi atas kesalahan tersebut.
Terlebih, kasus dugaan penggelapan dana ini dinilai telah mencoreng citra positif dan nama kampus Unair.
“Saya menerima seluruh konsekuensi yang diberikan oleh pihak kampus dan bertanggung jawab penuh atas perbuatan tersebut tanpa melibatkan pihak lainnya,” tegasnya.
Hingga saat ini, YIP mengaku masih berupaya untuk menghubungi anggota penerusnya, Menkeu AUBMO periode 2026-2027 atas pertanggung jawaban mengenai dana iuran KIP-K Unair yang kini telah raib.(ist)

