Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Memperingati World Mangrove Day : Somerset Berlian Jakarta Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu

    July 26, 2026

    Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan

    July 26, 2026

    Rooftop Jadi Ruang Kreatif, Midtown Residence Surabaya dan Innowork Gelar Therapeutic Journaling with Directioners

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Memperingati World Mangrove Day : Somerset Berlian Jakarta Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu
    • Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan
    • Rooftop Jadi Ruang Kreatif, Midtown Residence Surabaya dan Innowork Gelar Therapeutic Journaling with Directioners
    • Mantan Jaksa Febrie Adriansyah Ditahan, Penampilannya Disorot usai Tak Kenakan Rompi Tahanan dan Tanpa Borgol
    • Ngeyel saat Ditegur Satpam di Bundaran HI, Aparat Pengemudi Alphard Kini Diproses Propam Meski Sudah Ngaku Salah
    • Dokter Tanggapi Cerita Sudaryono Banyak Makan Telur hingga Sebabkan Bisul usai Dilantik jadi Kepala BGN
    • Safety Forum Jadi Momentum TPK Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Menuju Operasional Yang Andal
    • Sudaryono Maju Gantikan Posisi Nanik Deyang, Eks Kepala BGN Itu Sempat Ngaku Mundur Gegara Stres Kelola Anggaran
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Ekonomi Bisnis
      • PT Terminal Petikemas Surabaya
      • PT Terminal Teluk Lamong
      • Solusi Bangun Indonesia
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Berita»Sudah PDKT Proyek Kereta Cepat Sejak SBY, Sulfikar Amir Klaim Hasil Studi 4 Tahun Jepang Punya Jalur Rel Lebih Efektif
    Berita

    Sudah PDKT Proyek Kereta Cepat Sejak SBY, Sulfikar Amir Klaim Hasil Studi 4 Tahun Jepang Punya Jalur Rel Lebih Efektif

    suaranuraniBy suaranuraniNovember 13, 2025No Comments251 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Akademisi Sulfikar Amir beberkan studi Jepang soal proyek kereta cepat. (Tangkapan layar YouTube Forum Keadilan TV)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | JAKARTA – Akademisi Indonesia yang kini menjadi dosen di NTU Singapura, Prof. Sulfikar Amir, membeberkan studi Jepang saat merencanakan proyek kereta cepat.

    Sulfikar mengatakan bahwa Jepang sudah mendekati Indonesia untuk proyek kereta cepat sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    “Mereka (Jepang) mendekati pemerintah Indonesia zaman SBY, kalau nggak salah tahun 2008. Lalu membuat studi selama 4 tahun,” kata Sulfikar dalam podcast bersama Darmawan Sepriyossa, dikutip dari video di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 13 November 2025.

    Studi 4 Tahun Jepang Disebut Lebih Efektif Dibanding Whoosh Sekarang

    Sulfikar kemudian menyebut bahwa hasil studi yang dilakukan Jepang akan lebih efektif dibanding realisasi Whoosh saat ini.

    Ia menyebut bahwa stasiun yang ditunjuk jadi pemberhentian kereta cepat dalam studi Jepang juga tersambung dengan moda transportasi publik lainnya.

    “Kalau misal (dengan Jepang) ini jadi, bakal jauh lebih efektif daripada Whoosh karena stasiunnya di Jakarta berada di Dukuh Atas, langsung konek dengan LRT, MRT, dan busway,” jelas Sulfikar.

    Sama halnya dengan stasiun di Bandung, Sulfikar menyebut ada koneksi transportasi mudah lainnya untuk penumpang.

    “Kemudian stasiun di Bandung, stopnya di Stasiun Hall Bandung, pusat Bandung. Deponya di Gedebage,” lanjutnya.

    “Dengan jalur yang center to center, kemungkinan besar proposal Jepang ini jauh lebih bagus,” sambungnya.

    Penelitian Lapangan Jalur Kereta Cepat

    Selama 4 tahun penelitian, Sulfikar menyebut bahwa Jepang juga melakukan studi geoteknik.

    “Studi relatif akurat. Mereka mengukur kekuatan tanah di daerah-daerah yang akan dibangun rel itu lalu menghitung berapa banyak biaya membangun tunnel (terowongan), mereka jago dan kuat banget sehingga tidak masalah untuk membangun underground station,” paparnya.

    Dua Perdebatan di dalam Proyek Whoosh

    Dalam proyek Whoosh, Sulfikar mengatakan ada dua perdebatan yang membayangi, yaitu kebutuhan masyarakat dan siapa yang harus menggarapnya di antara Jepang dengan China.

    “Sebenarnya kita tidak butuh (kereta cepat) karena kereta Argo Parahyangan itu bisa ditingkatkan kemampuannya sehingga Jakarta-Bandung terkecil bisa 2 jam dan biayanya cuma 10 persen dari pembangunan Whoosh,” jelas Sulfikar.

    “Tapi kemudian ada wacana ini masalah teknologi, national pride, dan Indonesia memutuskan untuk membangun kereta cepat,” lanjutnya.

    Mengenai perdebatan siapa yang akan membawa proyek tersebut, yakni antara Jepang dan China, Sulfikar menyatakan keduanya sama-sama mumpuni soal kereta cepat.

    “Paling awal melakukan kereta cepat itu Jepang. Shinkansen itu dimulai tahun 1960 dan diluncurkan tahun 1964. Mereka udah lama dan teknologinya terbaik di dunia dengan catatan kecelakaan nol setelah berpuluh-puluh tahun,” terangnya.

    Ia kemudian menyebut profit besar yang didapat dari beroperasinya kereta cepat di Jepang hingga mampu memberi subsidi pada kereta lain di bawahnya.

    “Jadi, teknologi ini sudah dikuasai Jepang puluhan tahun dan mereka punya keinginan untuk mengekspor teknologi ini. Nah, mereka melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang potensial waktu itu,” tuturnya.

    Proyek kereta cepat tersebut akhirnya dikerjakan bersama China dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Kemudian membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd membentuk perusahaan patungan yang dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). (ist)

    Akademisi Indonesia China Jepang SBY Teknologi whoosh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Dokter Tanggapi Cerita Sudaryono Banyak Makan Telur hingga Sebabkan Bisul usai Dilantik jadi Kepala BGN

    July 25, 2026

    Sudaryono Maju Gantikan Posisi Nanik Deyang, Eks Kepala BGN Itu Sempat Ngaku Mundur Gegara Stres Kelola Anggaran

    July 23, 2026

    Di Balik Sikap Ogah Terima Duit, Ada Masalah Hotman Paris dengan Anaknya yang Diduga Rebutan soal Angpao Nikahan

    July 20, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,561

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026970

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026968

    Imlek Lebih Berhoki! “Ember of Prosperity” Buffet Dinner Siap Meriahkan Midtown Residence Surabaya

    January 28, 2026785
    Don't Miss
    Hotel

    Memperingati World Mangrove Day : Somerset Berlian Jakarta Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu

    By suaranuraniJuly 26, 2026350

    suaranurani.com | JAKARTA – Dalam rangka memperingati World Mangrove Day yang diperingati setiap tanggal 26…

    Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan

    July 26, 2026

    Rooftop Jadi Ruang Kreatif, Midtown Residence Surabaya dan Innowork Gelar Therapeutic Journaling with Directioners

    July 26, 2026

    Mantan Jaksa Febrie Adriansyah Ditahan, Penampilannya Disorot usai Tak Kenakan Rompi Tahanan dan Tanpa Borgol

    July 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Memperingati World Mangrove Day : Somerset Berlian Jakarta Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu

    July 26, 2026

    Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan

    July 26, 2026

    Rooftop Jadi Ruang Kreatif, Midtown Residence Surabaya dan Innowork Gelar Therapeutic Journaling with Directioners

    July 26, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,561

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026970

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026968
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.