suaranurani.com | JAKARTA – Kasus pemalsuan riset yang dilakukan oleh Rifaldy Fajar, Prihantini, dkk masih terus jadi sorotan.
Selain nama universitas, Prihantini cs ketahuan mencatut nama orang lain dalam pemalsuan riset yang dilakukan.
Kini, sebuah video beredar di media sosial, diduga Prihantini yang melakukan permintaan maaf kepada Ayuni Kemala Safira.
Dalam video yang beredar, seorang perempuan mengaku bernama Prihantini mengungkapkan permintaan maaf atas pencatutan nama.
Namun, perempuan dalam video disensor pada bagian mata, sehingga tak menampilkan keseluruhan wajahnya.
Permintaan Maaf pada Ayuni Kemala Safira, Ungkap Tak Ada Keterlibatan
Prihantini, dalam video mengungkapkan permintaan maaf serta menyatakan bahwa Ayuni Kemala tidak berpartisipasi dalam ‘penelitian’ yang dilakukan.
“Saya Prihantini, dengan segala kerendahan hati mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dari semua yang tersebar di media sosial saat ini,” ucapnya dalam video yang diunggah oleh akun Threads @mamatsedunia pada Minggu, 31 Mei 2026.
“Yang kedua, atas nama Ayuni Kemala Safira, teman saya, tidak terlibat apapun dalam permasalahan, baik itu karya, abstract, atau poster yang beredar saat ini,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa hal tersebut adalah perbuatan yang murni dilakukan oleh dirinya bersama dengan teman-temannya yang terlibat.
“Atas nama Ayuni Kemala, tidak ada sangkut paut maupun tahu-menahu dengan karya ini dan semua yang tersebar di sosial, termasuk dengan institusi yang tercantum,” jelasnya.
Video yang beredar kemudian terpotong pada permintaan maaf karena telah mencatut nama institusi.
Ayuni Kemala Akui Keberatan dan Tuntut Penarikan Karya
Di sisi lain, Ayuni Kemala Safira telah menyampaikan klarifikasi dan mengaku keberatan karena namanya telah dicatut oleh Prihantini cs.
Ayuni memastikan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam penelitian yang dilakukan Prihantini cs dalam setiap publikasi yang dilakukan.
“Saya merasa perlu menyampaikan hal ini karena dalam beberapa waktu terakhir nama saya dikaitkan dengan berbagai karya tersebut, padahal saya tidak pernah terlibat dalam proses pengerjaan riset, pengiriman, publikasi, maupun presentasi,” tulis dalam keterangan Ayuni, dikutip dari unggahan @mamatsedunia, Minggu, 31 Mei 2026.
“Pencantuman nama saya di semua karya ilmiah dilakukan tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dari saya. Selain itu, saya juga menemukan bahwa afiliasi yang dicantumkan pada karya tersebut tidak sesuai dengan afiliasi saya yang sebenarnya,” lanjutnya.
Ayuni juga menegaskan bahwa ketidaksesuaian yang terjadi dalam publikasi, sepenuhnya adalah tanggung jawab Prihantini.
“Sehubungan dengan hal tersebut, saya menuntut saudari Prihantini beserta timnya untuk segera mengambil langkah nyata dengan menghubungi pihak-pihak terkait untuk menarik (withdraw) seluruh hasil karya baik berupa abstrak, poster maupun karya lainnya yang mencatut nama saya,” tegasnya.
Pertimbangkan Bawa ke Jalur Hukum
Lebih lanjut, Ayuni menyatakan siap memprosesnya ke jalur hukum jika kejadian serupa masih terus ia temukan.
“Apabila di kemudian hari masih ditemukan penggunaan nama saya secara tidak sah atau informasi yang dapat merugikan nama baik saya, maka saya mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis Ayuni lagi.
Tak main-main, setidaknya ada 19 karya publikasi yang menyertakan namanya tanpa seizinnya.
“Hingga saat ini, saya telah mengidentifikasi setidaknya 19 poster dan abstrak yang memuat nama saya,” tukasnya.
Kasus Dugaan Pemalsuan Riset Prihantini cs
Kasus ini mencuat berawal dari sesama periset asal Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat yang membagikan unggahan kronologi membongkar adanya dugaan pemalsuan riset serta pemalsuan identitas oleh Rifaldy Fajar dan Prihantini.
Dugaan pemalsuan riset terbongkar saat konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026.
Rifaldy sendiri telah melakukan klarifikasi dan mengakui bahwa konferensi ISPPD di Denmark hanya dihadiri oleh Prihantini.
Selain itu, ia juga mengakui telah mencatut beberapa nama universitas tanpa izin serta menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan langsung dengan partisipasi dirinya di konferensi tersebut. (ist)

