Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Kunjungi TPS, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tinjau Penguatan Konektivitas Maritim dan Multimoda di Pelabuhan Tanjung Perak
- Tinggal Dekat Area Tambang, Solusi Bangun Indonesia Bekali Warga dengan Pengetahuan Keselamatan
- Fairfield by Marriott Bali Legian: Kenyamanan Menginap dan Pengalaman Bali dalam Satu Tempat
- Bangun Budaya Transportasi Publik Sejak Dini, Hampir 39 Ribu Anak Ikuti Edutrain LRT Jabodebek
- Pengguna Jasa Apresiasi Tata Kelola TPS, Survei Tunjukkan 100 Persen Bebas Pungli dan Gratifikasi
- Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
- Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
- 7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking
Author: suaranurani
suaranurani.com | JAKARTA – Pembalap profesional asal Uni Emirat Arab sekaligus Global Face Wardah, Amna Al Qubaisi, resmi masuk dalam daftar TIME100 Most Influential People in Sports 2026. Pengakuan tersebut menempatkan Amna di jajaran figur olahraga paling berpengaruh di dunia sekaligus mempertegas kiprahnya sebagai salah satu perempuan yang terus mendobrak batas di dunia motorsport, cabang olahraga yang selama ini didominasi laki-laki. Tahun ini menjadi momen bersejarah karena merupakan edisi perdana TIME100 Most Influential People in Sports, daftar yang resmi diluncurkan TIME untuk memberikan apresiasi kepada 100 tokoh yang dinilai memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga dunia. Menurut CEO TIME Jessica…
suaranurani.com | SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group kembali membukukan kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan mencatat arus peti kemas sebesar 1.474.492 TEUs, meningkat 13,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.301.402 TEUs. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya peran TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik Indonesia. Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan arus peti kemas internasional yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Semester I 2025. Peningkatan ini merupakan hasil dari strategi ekspansi layanan internasional yang dijalankan TPK Teluk Lamong, sehingga mampu meningkatkan intensitas kunjungan…
suaranurani.com | JAKARTA – Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti komentar pedas putra sulung pengacara Hotman Paris, Frank Alexander Hutapea terhadap ayahnya. Hal itu terjadi di tengah ramainya soal keputusan Hotman Paris yang menjadi kuasa hukum eks Jampidsus, Febrie Adriansyah. Terlebih, Hotman sempat enggan menerima honor sebagai pengacara bagi tersangka korupsi itu hingga sikapnya dinilai arogan bagi sebagian kalangan. Atas hal tersebut, sontak menuai sorotan Frank Alexander sebagai putra sulung Hotman Paris. Dalam penuturannya, Frank ternyata hanya mempertanyakan alasan Hotman menangani perkara tersebut, tetapi juga menyinggung pengalaman pribadi keluarganya. Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian adalah ketika…
suaranurani.com | JAKARTA – Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menyatakan permintaan maaf kepada wartawan dan seluruh organisasi wartawan atas pernyataannya saat konferensi pers (konpers) kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah. Sebelumnya, kuasa hukum Febrie Adriansyah itu dinilai telah merendahkan martabat dan profesi wartawan atas pernyataan yang tak etisnya dalam konpers tersebut. “Pernyataan maaf dari saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya,” kata Hotman dalam unggahan Instagramnya, @hotmanparisofficial, pada Senin, 20 Juli 2026. “Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan ‘lo…
suaranurani.com | JAKARTA – Sebagian publik di Tanah Air sedang hangat membahas sosok mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah yang hingga kini belum ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebelumnya, Kejagung menyebutkan alasan belum menahan Febrie meski telah diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi. Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menyebut, penahanan itu belum dilakukan lantaran pemeriksaan terhadap Febrie baru digelar pertama kali, usai pelimpahan dari penyidik Kortastipidkor Polri. “Belum, kan baru dipanggil sekali. Nanti itu kewenangan penyidik,” kata Anang kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Bagi yang belum tahu, Febrie telah ditetapkan sebagai tersangka…
suaranurani.com | JAKARTA – Sosok pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea sempat menjadi sorotan di media sosial usai dirinya menjadi kuasa hukum eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang kini tersandung kasus korupsi. Sebelumnya, Hotman mengaku merasa terpanggil karena melihat kontribusi Febrie selama menjabat sebagai Jampidsus. “Saya melihat benar-benar saya merasa miris,” ujar Hotman di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat, 17 Juli 2026. Hotman juga membantah anggapan bahwa dirinya mengejar honorarium dalam penanganan kasus tersebut. “Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Bayaran saya super mahal di Indonesia,” bebernya. Setelah pernyataan tersebut…
suaranurani.com | JAYAPURA, PAPUA – Viral di media sosial pasangan muda-mudi yang menghabiskan waktu Minggu paginya di tempat yang berbahaya. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @eliantiandi, ia menegur seorang pria dan perempuan karena duduk di tepi Jembatan Youtefa atau Jembatan Merah Holtekamp di Jayapura, Papua. Pemilik akun yang sedang bersepeda itu menegur pasangan tersebut karena duduk di bagian luar jembatan yang mengarah ke sungai. “Mas sama Mbak cari mati kah? Kenapa duduk di situ?” ucap pemilik akun dalam video yang diunggahnya pada Minggu, 19 Juli 2026. Teguran Sempat Diabaikan hingga 3 Kali Mengutip dari keterangan unggahannya, sebelum akhirnya…
suaranurani.com | JOGJAKARTA – Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) buka suara mengenai dugaan intimidasi kepada salah satu dosennya, Nabyla Risfa Izzati. Dugaan intimidasi yang diterima oleh Nabyla diduga berawal dari cuitannya tentang isu mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menurut pihak FH UGM, upaya intimidasi yang diterima oleh Nabyla merupakan tindakan mencederai integritas pendidikan serta demokrasi. “Mengecam segala bentuk tindakan intimidatif, ancaman, maupun upaya pembungkaman yang mencederai kebebasan akademik,” ungkap Dekan FH UGM, Dahliana Hasan, dikutip dari pernyataan resminya pada Minggu, 19 Juli 2026. “Tindakan tersebut bukan hanya menyerang individu, melainkan mencederai integritas institusi pendidikan dan prinsip demokrasi…
suaranurani.com | BADUNG, BALI – Media sosial tengah ramai dengan video adu argumen antara seorang penjahit dan pelanggannya di Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, Bali. Bukan cekcok biasa, namun video viral tersebut juga memuat dugaan adanya unsur rasisme hingga pengancaman yang dilontarkan oleh penjahit kepada pelanggan tersebut. Gelombang reaksi dari warganet hingga tokoh publik pun berdatangan usai video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hiddenbyhilda itu viral di jagat media sosial. Kronologi: Diduga Tak Selesaikan Jahitan Sesuai Janji Menurut keterangan pelanggan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @hallo.denpasar, pelanggan tersebut mengantarkan baju ke penjahit tersebut pada 30 Juni 2026…
suaranurani.com | SUMATERA BARAT – Beredar video di media sosial, yang memperlihatkan 2 WNI yang diduga disekap di Myanmar. Dalam kasus penyekapan ini, 2 WNI tersebut diduga diminta tebusan senilai Rp200 juta oleh oknum pelaku. Terlihat dalam unggahan Instagram @intoday.media, pada Sabtu, 18 Juli 2026, 2 orang berinisial AE dan S itu meminta bantuan otoritas berwenang untuk menyelamatkan mereka. “Mohon cek, bapak dan ibu. Kami sekarang lagi di Myanmar,” ujar korban dalam video tersebut. “Kami mau pulang ke Indonesia untuk bayarannya kami tidak ada untuk pulang, kami dikasih waktu 4 hari untuk membayarkan (tebusan),” sambungnya. Setelah viralnya video itu, Balai…
