suaranurani.com | TUBAN – Hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan membuat masyarakat perlu memahami potensi risiko keselamatan di sekitarnya. Untuk meningkatkan kewaspadaan dan membangun budaya keselamatan bersama, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui Pabrik Tuban mengedukasi warga Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mengenai keselamatan pertambangan, Jumat (23/10).
Kegiatan yang berlangsung di Taman Konservasi Desa Mliwang ini melibatkan 100 masyarakat sekitar tambang, Pemerintah Desa Mliwang, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Mliwang, Manajemen Pabrik Tuban, serta mitra perusahaan. Melalui sosialisasi interaktif, warga diajak memahami risiko keselamatan di area pertambangan sekaligus mengenali pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kegiatan operasional yang aman.
General Affairs & Community Relations Manager Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan bahwa sosialisasi keselamatan pertambangan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya di area tambang serta langkah-langkah pencegahannya. Edukasi ini dinilai penting di tengah berbagai peristiwa yang berisiko mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan, antara lain kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di kawasan industri.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami potensi bahaya di sekitarnya, meningkatkan kewaspadaan, dan mampu mengambil langkah pencegahan untuk menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain,” ujar M. Yunani Rizzal.
Kepala Teknik Tambang (KTT) Pabrik Tuban, Hendi Novianto, menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek mendasar dalam mewujudkan kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, menjadi salah satu landasan dalam memastikan aspek keselamatan diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional pertambangan.
“Keselamatan bukan sekadar pemenuhan ketentuan administratif, melainkan kebutuhan mendasar dalam setiap kegiatan pertambangan. Karena itu, pemahaman dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan perlu dibangun tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga melalui komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar area tambang,” jelas Hendi.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah potensi bahaya pertambangan, antara lain aktivitas ekstraksi, pengoperasian alat berat, serta risiko tenggelam di area tambang. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak memasuki area tambang tanpa izin guna menghindari kecelakaan dan risiko keselamatan lainnya.
“Dengan memahami potensi bahaya dan mematuhi ketentuan yang berlaku, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan turut mendukung terciptanya lingkungan pertambangan yang aman,” tutup Hendi.
Sekretaris Desa Mliwang, Eli Siswoyo, menegaskan bahwa edukasi keselamatan penting bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pertambangan. Pemahaman yang baik dapat membantu masyarakat lebih waspada dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.
“Warga kami hidup berdampingan langsung dengan area pertambangan. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami potensi risiko dan dapat beraktivitas dengan lebih aman,” ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman warga, kegiatan ini diharapkan memperkuat komunikasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun lingkungan operasional yang aman. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk dalam menyampaikan informasi atau melaporkan potensi bahaya melalui saluran komunikasi yang tersedia, menjadi salah satu unsur pendukung terciptanya budaya keselamatan bersama.
Melalui edukasi keselamatan pertambangan yang melibatkan masyarakat, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban berupaya memperkuat penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga diharapkan dapat mendukung kegiatan pertambangan yang memperhatikan keselamatan manusia sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan. (ist)

