suaranurani.com | KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH – Peristiwa pembacokan membuat gempar warga Dusun Gundih, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Minggu Sore, 29 Maret 2026.
Pelaku pembacokan diduga adalah seorang pria dengan gangguan kejiwaan atau ODGJ.
Rekaman CCTV di salah satu rumah warga pun ikut viral, menunjukkan momen menegangkan saat pelaku mengamuk dan melukai warga.
Kronologi Pembacokan
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo mengungkapkan bahwa pelaku berinisial S itu adalah ODGJ yang sedang kumat.
Sebelum melukai warga desa, S sempat mencekik ibunya di rumah hingga pingsan.
Kata Edy, S pergi keluar rumah dengan motornya dan mengisi bensin di sebuah warung milik warga bernama Gunawan.
Gunawan sebagai saksi menyebut bahwa dirinya melihat ada parang di bawah jok dan pelaku mengaku akan pergi untuk mencari rumput pakan ternak.
Saksi yang dimintai tolong oleh warga lain untuk mengecek kondisi rumah pelaku nyaris kena sabetan parang saat bertemu di depan rumah.
Pelaku tiba-tiba mengamuk dan terus mengayunkan parang ke awah warga yang ditemui.
“Ini kasus tragis karena orang tua kandung ikut jadi korban. Penyidik masih mendalami motif dan kondisi psikis pelaku,” ucap Edy kepada awak media pada Senin, 30 Maret 2026.
“Untuk pelaku sudah kami amankan,” imbuh Edy.
Video Viral Pelaku Masuk ke Rumah Warga
Video yang berasal dari rekaman CCTV viral di media sosial diunggah oleh akun Instagram @dwiputrioktaviana31.
Dalam video yang diputar lebih dari 116 ribu penayangan itu, terlihat pelaku tiba-tiba datang dan mendobrak pintu depan sambil membawa parang di tangannya.
Saat itu, sejumlah orang yang di dalam rumah panik dan langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.
Pelaku sempat masuk ke dalam rumah tersebut dan terdengar suara seorang perempuan lansia yang berteriak sambil memegang bagian punggungnya.
Sebelum pelaku keluar dari rumah, ia terlihat mengambil sebuah HP yang tergeletak di kursi.
Sementara dalam video unggahan terbaru, terlihat warga berlarian di jalanan desa karena pelaku yang memakai kaos kuning itu mengamuk.
Tampak warga yang mencoba ingin melawan, namun urung dilakukan karena pelaku membawa senjata tajam.
Dalam insiden ini, pelaku melukai 6 orang dan salah satunya meninggal dunia pada Senin pagi, 30 Maret 2026. (ist)

