kilasmetro.com | KABUPATEN CIANJUR – Insiden kebakaran terjadi di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Pacet, Kabupaten Cianjur pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran tabung gas 12 kg itu, setidaknya ada 12 rumah yang ludes terbakar dan 3 orang mengalami luka bakar.
Salah satu warga yang menjadi korban, mengunggah cerita detik-detik saat kebakaran terjadi melalui Instagramnya di akun @its_mevya1616.
Dengar Dentuman Besar, Rumah Tetangga Runtuh
Melalui unggahannya itu, tampak bangunan rumah sudah ambruk dan menyebutkan bahwa saat kejadian semuanya terjadi dengan cepat.
Sebelum api menjalar, ia mendengar suara dentuman keras dan menemukan bahwa rumah milik tetangganya sudah ambruk.
“Pas begitu kejadian cepet, nggak ada hitungan menit. Saat terjadi, dentuman keras seperti gempa di jam 05.10 WIB, kami semua keluar, lihat keadaan di luar,” tulisnya dalam video yang diunggah pada Minggu, 29 Maret 2026.
“Yang terlihat rumah depan tetangga cuma reruntuhan, belum ada yang sadar kalo kebakaran. Tapi, percikan api begitu cepat tanpa hitungan menit sekali pun,” lanjutnya.
Api Membesar dan Membakar Rumah
Lebih lanjut, saat api mulai membesar, kepanikan terjadi dengan anak-anak dan lansia yang berteriak hingga menangis takut.
“Kami semua menyaksikan api yang begitu besar di depan mata dengan tangisan teriakan banyak anak kecil dan para lansia,” terangnya.
Menurut pengakuannya saat itu tak hanya terjadi sekali ledakan, tapi beberapa kali saat ia dan keluarganya sedang berusaha untuk menyelamatkan diri.
“Tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang kami sekeluarga, bisa berjalan dengan beberapa kali ledakan dari gas dan beberapa kendaraan yang hangus terbakar,” paparnya dalam video yang kini sudah diputar lebih dari 22 ribu kali penayangan itu.
“Saat itu berlari di atas reruntuhan rumah dengan api dimana-mana. Tidak ada satupun yang kita bawa terkecuali baju yang dipakai,” imbuhnya.
Rumahnya yang ikut terbakar menyimpan kenangan karena merupakan peninggalan yang diwariskan secara turun temurun.
“Tidak ada korban jiwa, kecuali luka bakar ringan dan langsung ditangani di rumah sakit terdekat, entah trauma sampai kapan, kami sekeluarga berduka,” tuturnya.
Kronologi Insiden Kebakaran
Kanit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) 3 Cipanas, Yanto Hermanto, menyebut bahwa kebakaran berasal dari salah satu rumah warga saat pagi hari yang diduga karena tabung gas.
Setelah suara dentuman, langsung muncul api dan menjalar dengan cepat membakar rumah warga yang tinggal di kampung padat penduduk tersebut.
Menurut data yang dihimpun, ada 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan harus mengungsi di masjid setempat.
Saat kejadian, 3 unit mobil pemadam kebakaran dengan 12 orang petugas ditugaskan untuk memadamkan api.
Sementara itu, untuk para korban yang mengalami luka akibat kebakaran, kata Yanto langsung dibawa ke RSUD Cimacan untuk perawatan medis. (ist)

