suaranurani.com | KEBUMEN – Sebuah video beredar di media sosial mengenai sindiran pada kondisi kerusakan jalan di Kebumen, Jawa Tengah.
Dalam unggahan akun TikTok seniman @legauda_, ia menanggapi video yang memuji pengaspalan jalan di Jawa Barat.
“Jalan Kebumen bukan rusak, tapi art!” tulisnya pada keterangan unggahan, dikutip pada Senin, 2 Maret 2026.
Sindiran Jalan Rusak Kebumen: Berkarakter
Video dimulai dengan warga Jawa Barat yang menyebut pengaspalan jalan di Jawa Barat dilakukan dengan berlapis sambil memuji Dedi Mulyadi.
“Kenalin pak saya Lega Uda dari Kebumen, Jawa Tengah. Saya cuma mau bilang kondisi jalan yang bapak tunjukkan itu mainstream, karena kondisi jalan aspal saya di Kebumen itu udah di another level, anti mainstream,” ucapnya pada video yang sudah ditonton lebih dari 1,4 juta penayangan itu.
Ia kemudian menyebut bahwa jalan rusak di Kebumen adalah sebuah karakter.
“Kalau Bapak mengira jalan di tempat saya atau Kebumen ini jelek, enggak Pak. Jalannya tuh nggak jelek, tapi berkarakter, Pak,” imbuhnya.
Mengaku Sempat Menjadi Korban Jalan Berlubang
Lebih lanjut, ia mengungkapkan cerita bahwa pernah mengalami kecelakaan karena jalan yang berlubang.
“Jadi Pak, waktu zaman sekolah saya pernah jatuh dari motor karena lubang di jalan, dan sampai sekarang lubangnya masih ada,” lanjutnya.
“Karena lubangnya masih ada, saya jadi kepikiran kalau jalannya emang seperti itu karena jalannya nggak rusak dan perlu diperbaiki. Emang jadi bagian dasar konsep estetika desainnya,” sambungnya.
Sebut Jalan Rusak Sebagai Seni
Sindiran lainnya, ia menyebut bahwa jalan rusak bukan salah dari pemerintah, tetapi adalah sebuah karya seni.
“Itu adalah art Pak, seni, karya. Bahkan kalau seandainya Daendels masih hidup terus datang ke Kebumen pasti dia bilang, ‘Wow, masterpiece!’” tuturnya.
Bupati Kebumen Janjikan Perbaikan Jalan
Menanggapi keluhan warga pada jalanan rusak di Kebumen, Bupati Lilis Nuryani menjanjikan pengerjaan perbaikan di sejumlah titik jalan yang rusak berat akan segera dimulai untuk menjamin kelancaran mobilitas warga setelah Idul Fitri.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya rusak berat sudah kami perbaiki secara permanen,” kata Lilis usai agenda tarawih bersama di Gedung Dakwah Muhammadiyah, dikutip dari laman resmi Pemkab Kebumen pada Senin, 2 Maret 2026.
“Insya Allah, setelah Lebaran, beberapa titik lain mulai dikerjakan agar ekonomi bergerak lebih kuat serta akses pendidikan dan kesehatan semakin mudah bagi masyarakat,” tandasnya. (ist)

