Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kementerian PU Lakukan Investigasi hingga Beri Sanksi Pembocor Surat Dinas Bikin Geram Warganet: Rakyat Indonesia Mengawasi Kalian!

    July 10, 2026

    Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Tentara, Ingatkan Publik soal Kasus Penguntitan Polri di 2024

    July 9, 2026

    Kronologi Penggeledahan Besar-besaran Polisi ke Kafe hingga Kantor Money Changer, Buntut Skandal Korupsi Batu Bara

    July 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kementerian PU Lakukan Investigasi hingga Beri Sanksi Pembocor Surat Dinas Bikin Geram Warganet: Rakyat Indonesia Mengawasi Kalian!
    • Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Tentara, Ingatkan Publik soal Kasus Penguntitan Polri di 2024
    • Kronologi Penggeledahan Besar-besaran Polisi ke Kafe hingga Kantor Money Changer, Buntut Skandal Korupsi Batu Bara
    • PT Terminal Teluk Lamong dan BPD Ginsi Jawa Timur, Perkuat Sinergi Untuk Peningkatan Pelayanan Kepelabuhanan
    • Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik
    • Ketua KBIHU Jabar Viral karena Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Warganet: Daftar Masih Muda, Berangkat Sudah Tua
    • Data Kekayaan AHY dan Ibas di LHKPN Dilaporkan Meroket dalam Waktu Singkat, Picu Dugaan Skandal Pencucian Uang
    • Surat Dinas Menteri PU Blunder di Medsos, Dody Hanggodo Disebut Diam-diam Ajak Istri Nonton Pildun ke New York
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Ekonomi Bisnis
      • PT Terminal Petikemas Surabaya
      • PT Terminal Teluk Lamong
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Berita»Sempat Viral Kasus Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Bahan Spons, Mahfud MD Nilai Polri Sedang Dibedah Habis Warga
    Berita

    Sempat Viral Kasus Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Bahan Spons, Mahfud MD Nilai Polri Sedang Dibedah Habis Warga

    suaranuraniBy suaranuraniFebruary 4, 2026No Comments326 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait kasus penjual es gabus hingga skandal suami bela istri sempat berujung tersangka. (Instagram.com/@mohmahfudmd)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | JAKARTA – Sebagian publik di Tanah Air sempat ramai menyoroti kasus viral yang dialami seorang penjual es gabus, Sudrajat yang dituduh memakai bahan spons pada barang dagangannya.

    Dalam kasus itu, oknum Polri dan TNI menjadi sorotan publik sebagai pihak yang terlalu cepat menuduhkan hal tersebut kepada sang penjual es gabus.

    Viralnya kasus tersebut berujung damai, setelah pihak Polri dan TNI meminta maaf kepada Sudrajat lantaran tuduhan terkait bahan spons itu terbukti tidak benar.

    Terkini, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD ikut menilai sorotan publik, terkhusus terhadap Polri saat ini yang berada pada titik yang serius.

    “Dalam situasi seperti ini, Polri sedang dibedah habis oleh masyarakat,” kata Mahfud sebagaimana dikutip dari Kanal YouTube pribadinya Mahfud MD Official, pada Rabu, 4 Februari 2026.

    Suami Bela Istri, tapi Sempat Berujung Tersangka

    Tak hanya terkait kasus penjual es gabus, Mahfud turut menyoroti kasus seorang suami asal Sleman, Hogi Minaya yang membela istrinya dari penjambret berujung tersangka.

    Kapolres Sleman, Edy Setyanto menjadi sosok anggota Polri yang menjadi sorotan, lantaran dinilai keliru dalam mengambil keputusan setelah insiden yang melibatkan 2 oknum penjambret tersebut meninggal dunia.

    Kini, Hogi dinyatakan bebas dari tuduhan tersangka yang ditetapkan Polres Sleman, setelah mendapatkan pembelaan dari berbagai pihak.

    Salah satu pembelaan itu, datang dari DPR RI yang melayangkan surat permintaan pemberhentian kasus Hogi ke Kejaksaan Negeri Sleman pada akhir Januari 2026 lalu.

    Berkaca dari hal itu, Mahfud menyoroti wacana reformasi Polri sudah lama digulirkan.

    Guru Besar Hukum Tata Negara itu mengaku geram melihat praktik penegakan hukum yang dinilai tidak masuk akal.

    “Kebrutalan dan kesewenang-wenangan itu masih saja terjadi,” ungkap Mahfud.

    Dalam kasus di Sleman itu, Mahfud menekankan, dalam hukum pidana tidak semua peristiwa yang berujung pada kematian otomatis bisa disebut pembunuhan.

    Mahfud MD: Bahaya Kalau Tak Viral, Tidak Ada Tindakan

    Berkaca dari sejumlah kasus yang sempat viral hingga melibatkan terkait penanganan Polri, Mahfud menyoroti hal tersebut telah menuai kemarahan publik.

    Mantan Menko Polhukam RI itu menyebut, hal yang berbahaya dapat terjadi apabila terdapat kasus yang viral, tetapi tidak ada tindakan dari Polri.

    “Bahaya kalau tidak viral, tidak ada tindakan,” terang Mahfud.

    Polri di Bawah Presiden atau Kementerian?

    Terkait reformasi Polri, Mahfud menyebut persoalan kekerasan aparat, pemerasan, hingga jual-beli perkara menjadi bagian penting yang tengah dibahas dalam Komisi Reformasi Polri.

    Mahfud menegaskan, praktik-praktik tersebut bukan isu baru dan catatannya sudah ada.

    Dalam hal ini, Mahfud menyinggung wacana penataan ulang posisi Polri, yang kini tengah ditentukan tetap berada langsung di bawah presiden atau ditempatkan di bawah kementerian tertentu.

    Kendati demikian, Guru Besar Hukum Tata Negara itu justru menilai penguatan Kompolnas sebagai pengawas eksternal dengan kewenangan eksekutorial.

    Hal itu, termasuk penugasan anggota Polri di jabatan sipil yang dinilai menjadi isu besar yang tengah dikaji serius.

    Mahfud menjelaskan, penguatan Kompolnas menjadi krusial agar pengawasan tidak lagi bersifat simbolik.

    “Itu justru baik bagi Polri sendiri dan bagi rakyat,” sebutnya.

    Di sisi lain, Mahfud menuturkan, tanpa pembenahan serius, kepercayaan publik akan terus tergerus, dan praktik-praktik lama berpotensi terus berulang.

    “Negara harus tetap berjalan, tapi koreksi tidak boleh berhenti,” tandasnya. (ist)

    es gabus Hogi Minaya Mahfud MD Sudrajat YouTube
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Kementerian PU Lakukan Investigasi hingga Beri Sanksi Pembocor Surat Dinas Bikin Geram Warganet: Rakyat Indonesia Mengawasi Kalian!

    July 10, 2026

    Ketua KBIHU Jabar Viral karena Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Warganet: Daftar Masih Muda, Berangkat Sudah Tua

    July 8, 2026

    Data Kekayaan AHY dan Ibas di LHKPN Dilaporkan Meroket dalam Waktu Singkat, Picu Dugaan Skandal Pencucian Uang

    July 7, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026962

    Imlek Lebih Berhoki! “Ember of Prosperity” Buffet Dinner Siap Meriahkan Midtown Residence Surabaya

    January 28, 2026784

    Perkuat Kolaborasi Dukung Ekosistem Logistik Jawa Timur, PT Terminal Teluk Lamong Gelar Forum Diskusi Bersama DPW ALFI/ILFA Jawa Timur

    June 12, 2026716
    Don't Miss
    Berita

    Kementerian PU Lakukan Investigasi hingga Beri Sanksi Pembocor Surat Dinas Bikin Geram Warganet: Rakyat Indonesia Mengawasi Kalian!

    By suaranuraniJuly 10, 2026556

    suaranurani.com | JAKARTA – Polemik kebocoran surat perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody…

    Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Tentara, Ingatkan Publik soal Kasus Penguntitan Polri di 2024

    July 9, 2026

    Kronologi Penggeledahan Besar-besaran Polisi ke Kafe hingga Kantor Money Changer, Buntut Skandal Korupsi Batu Bara

    July 9, 2026

    PT Terminal Teluk Lamong dan BPD Ginsi Jawa Timur, Perkuat Sinergi Untuk Peningkatan Pelayanan Kepelabuhanan

    July 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kementerian PU Lakukan Investigasi hingga Beri Sanksi Pembocor Surat Dinas Bikin Geram Warganet: Rakyat Indonesia Mengawasi Kalian!

    July 10, 2026

    Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Tentara, Ingatkan Publik soal Kasus Penguntitan Polri di 2024

    July 9, 2026

    Kronologi Penggeledahan Besar-besaran Polisi ke Kafe hingga Kantor Money Changer, Buntut Skandal Korupsi Batu Bara

    July 9, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026962

    Imlek Lebih Berhoki! “Ember of Prosperity” Buffet Dinner Siap Meriahkan Midtown Residence Surabaya

    January 28, 2026784
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.