suaranurani.com | JAKARTA – Linimasa media sosial (medsos) sedang ramai menyoroti kasus kecelakaan yang dialami Lexi Valleno Havlenda, seorang adik dari penyanyi kenamaan, Keisya Levronka.
Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan, pada Selasa, 3 Februari 2026, ibunda Keisya, Levi Leonita Davies membeberkan kecelakaan yang dialami putranya pada 2 tahun lalu.
Kala itu, Lexi terjatuh dari lantai enam gedung kampusnya di Jakarta Barat pada tahun 2023 lalu.
“Kasus tragis adik Keisya Levronka kembali disorot, ibunda menuntut keadilan dan tanggung jawab pihak kampus setelah 2 tahun bungkam,” tulis postingan tersebut.
Berdasarkan penelusuran, Levi selaku ibunda Lexi sempat buka suara terkait insiden yang dialami putranya. Begini ceritanya.
Menagih Janji Pihak Kampus
Dalam unggahan Instagram pribadinya, @levihavron, Levi menagih tanggung jawab dari pihak kampus dan organisasi yang dinilainya belum menunjukkan itikad baik.
“Sepertinya memang harus melalui sosial media untuk berkomunikasi dengan kalian,” tulis Levi.
“Mengingat sudah 2 tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya.
Bermula saat Latihan Caving
Levi mengungkapkan, saat itu, putranya pernah terjatuh saat mengikuti latihan caving (susur gua) yang diadakan oleh organisasi pecinta alam di bawah naungan kampus.
“Singkatnya, pada bulan April 2023, ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan caving di gedung kampus,” terang Levi.
“Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkapnya.
Saat insiden itu, Levi juga menyebutkan putranya tidak mendapatkan penanganan pertama yang tepat.
Alih-alih dibawa oleh ambulans ke rumah sakit, putranya justru dilarikan ke rumah sakit menggunakan taksi online.
Sempat Didudukan di Kursi Roda usai Jatuh
Menurut penuturan Levi, putranya bahkan dibopong dan didudukan di kursi roda usai jatuh. Lalu dibaringkan di taksi.
Perihal itu, Levi mengatakan penanganan tersebut membuat kondisi Lexi kian memburuk.
“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat,” jelasnya.
“Dia (Lexi) sekarang harus menggunakan kasur decubitus untuk kenyamanan tulang ekornya,” tambah Levi.
Respons dari Pihak Kampus
Setelah Levi mengungkapkan kejadian tersebut di media sosial, pihak kampus ataupun organisasi terkait disebut telah menghubunginya.
Secara terpisah, Levi menyebutkan, mereka bahkan telah bertemu untuk mencari titik tengah.
“Sudah ada respons baik dan terima kasih itikad baiknya,” terang Levi dalam Instagram Storynya, pada Senin, 2 Februari 2026.
Levi melanjutkan, hal tersebut meskipun hal yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material yang sudah dikeluarkan.
“Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut,” tutur Levi.
“Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa and support-nya,” tandasnya. (ist)

