suaranurani.com | PEMALANG – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang, salah satunya memberikan dampak parah untuk Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Banjir menghantam area permukiman warga pada Jumat petang, 23 Januari 2026 dan Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
Seorang warga dari Desa Penakir mengungkapkan kronologi saat banjir datang, menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali banjir susulan sebelum akhirnya membuat permukimannya porak-poranda.
Banjir Datang saat Sore dan Dini Hari
Menurut pengakuan warga yang diketahui bernama Slamet itu, air mulai datang saat memasuki waktu Maghrib.
“Awal banjir berarti 17.30 WIB, Maghrib hari Jumat. Terus banjir lagi sekitar jam 19.00 WIB, di sini banjir dan di sungai daerah sana juga banjir,” ucap Slamet, dikutip dari unggahan akun Instagram @um_sayur pada Selasa, 27 Januari 2026.
“Terus saat itu ada susulan lagi, sekitar jam 23.00 WIB, kemudian puncaknya banjir yang menghabiskan rumah-rumah di sini itu sekitar jam 02.00 WIB,” jelasnya.
Kondisi Desa Penakir, dalam video tampak jalanan di permukiman warga yang sudah tertutup material banjir, seperti kayu dan potongan kayu.
Bongkahan batu beragam ukuran juga terlihat berserakan, memenuhi area jalan dan menghantam rumah warga.
Pengungsian Warga Bertahap, Sebagian RT Tetap Bertahan di Rumah
Warga yang rumahnya terdampak banjir, kata Slamet langsung mengungsi ke lokasi aman.
“Mengungsinya pas udah siang. Ada yang berangkat jam 10.00 WIB, ada yang berangkat jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB. Ada juga yang tidak mau mengungsi, dari RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24,” lanjutnya.
Mengenai korban jiwa, Slamet mengungkapkan ada 3 orang yang meninggal dunia, tetapi bukan warga dari Desa Penakir.
Adapun menurut data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 8 unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.
Mengenai jumlah warga yang menjadi korban banjir, Pemprov juga mencatat ada sekitar 252 kepala keluarga atau 911 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Lokasi pengungsian bagi warga terdampak, pemerintah menyiapkan beberapa titik, yaitu di kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Pemenuhan Bantuan di Posko Pengungsian
Selain evakuasi warga ke lokasi pengungsian, bantuan logistik juga mulai didatangkan hingga layanan sementara pascabanjir.
Posko untuk logistik dan dapur umum sudah didirikan dan penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan sudah dimulai.
Pelayanan kesehatan juga sudah mulai aktif dengan mendirikan posko sendiri untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi. (ist)

