suaranurani.com | PEMALANG – Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang menjadi salah satu wilayah terdampak parah banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026.
Material dari hulu Gunung Slamet, seperti batu, gelondongan kayu, hingga lumpur turut terbawa ketika banjir menerjang pemukiman warga.
Wilayah Dusun Sawangan, Sarangan, dan Sigeblog di Desa Penakir kini dipenuhi dengan tumpukan kayu dan lumpur.
“Mengabarkan dari Penakir, Sarangan, full lumpur. Astaghfirullah,” ucap perekam video dalam unggahan akun Instagram @pemalang.update, dikutip pada Minggu, 25 Januari 2026.
Jembatan Putus, Batu dan Kayu Berserakan
Dalam video tersebut terlihat kondisi jalanan di pemukiman warga yang sudah tertutup material banjir, seperti kayu dan potongan kayu.
Tampak banyak batu yang berserakan dengan ukuran beragam pun menghantam rumah warga.
“Rumah hancur, batu ini berarti terbawa dari atas. Ini juga jembatan yang terputus,” imbuhnya.
“Di sini ada 6 rumah yang terdampak dan batu-batu dari atas. Ini daerah paling parah karena sampai batu-batu ini bisa turun ke bawah,” sambungnya.
Warga Mulai Diungsikan ke Tempat Aman
Sementara dalam video terbaru yang diunggah oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang pada Minggu, 25 Januari 2026, disebutkan bahwa warga sudah dievakuasi untuk mengungsi ke tempat yang aman.
Ada beberapa titik pengungsian untuk warga, seperti di gedung kecamatan, gedung SD Penakir 2, gedung milik Nahdlatul Ulama (NU), dan posko-posko lainnya.
“Untuk di kecamatan kurang lebih 400 orang dan mungkin untuk di SD sekitar 600 atau lebih. Untuk yang masih di posko-posko yang kami anggap aman ada 4 RT dan 1 RT di madrasah,” ucap Agus, Kepala Desa Penakir di lokasi kejadian.
Menurutnya, saat ini pengungsi membutuhkan bantuan berupa logistik, obat-obatan, alas tidur, dan selimut.
“Barangkali ada balita yang membutuhkan, kami juga butuh obat-obatan atau peralatan untuk balita atau bayi,” terangnya.
Adapun korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Pemalang ini, per Sabtu, 24 Januari 2026 tercatat ada satu warga berjenis kelamin laki-laki dari Dusun Wanasari, Desa Penakir meninggal dunia.
Ingatkan Warga Tak Beraktivitas di Area Sepanjang Sungai
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pemalang juga telah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk mengurangi aktivitas di sepanjang aliran sungai.
Lebih lanjut, hujan intensitas tinggi di area hulu Gunung Slamet masih berpotensi untuk terjadinya banjir bandang susulan karena debit air yang naik. (ist)

