Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jokowi Akhirnya Respons JK usai Viral Pernyataan Kontroversial Eks Wapres RI Itu Buntut Tuduhan Penistaan Agama

    April 21, 2026

    Risty Ang Kolaborasi Bareng Syafii Efendi di Single Anyar “Jadilah Pemenang”

    April 21, 2026

    ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini dengan Memberdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas

    April 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Jokowi Akhirnya Respons JK usai Viral Pernyataan Kontroversial Eks Wapres RI Itu Buntut Tuduhan Penistaan Agama
    • Risty Ang Kolaborasi Bareng Syafii Efendi di Single Anyar “Jadilah Pemenang”
    • ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini dengan Memberdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas
    • Beredar Dugaan Truk Sound Horeg di Tlogowungu Pati Nyaris Terguling saat Nanjak, 2 Motor Kena Seruduk
    • MUI Sebut Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup Tak Sesuai Prinsip Islam, Pramono Janji Bakal Ada Penyesuaian
    • 60 Seconds To Seoul : Hadirkan Pengalaman K-Pop Noraebang di Bekasi
    • Ascott Soiree : Perayaan World Art Day Melalui Museum Visit and Sound Healing Experience
    • Kolaborasi Terminal Teluk Lamong Dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Beranda
    • Berita
      • Politik Pemerintahan
      • Hukum & Kriminal
      • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Hiburan
      • Musik
      • Film
      • Selebrita
    • Hotel
    • Gaya Hidup
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Parenting
      • Tips
    • Lain-Lain
      • Advertorial
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Berita»Skandal Pengeroyokan Siswa ke Guru di SMK Jambi: Bermula dari Teguran karena Dinilai Tak Hormat, Berujung Memar Sebadan
    Berita

    Skandal Pengeroyokan Siswa ke Guru di SMK Jambi: Bermula dari Teguran karena Dinilai Tak Hormat, Berujung Memar Sebadan

    suaranuraniBy suaranuraniJanuary 20, 2026No Comments403 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti insiden aksi saling pukul seorang guru dengan siswanya di SMK Jambi yang viral di medsos. (Instagram.com/@jambisharing)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | JAMBI – Seorang guru Bahasa Inggris, Agus Saputra di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mendadak jadi sosok yang ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

    Akibat kejadian tersebut, Agus mengalami luka memar di bagian badan dan pipi akibat berbagai pukulan oleh sejumlah siswa.

    Terkini, seorang siswa berinisial MLF yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap guru tersebut membeberkan kronologi awal hingga akhirnya berujung pengeroyokan.

    Kronologi versi Siswa: Ogah Dipanggil ‘Bapak’

    Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan, pada Sabtu, 17 Januari 2026, MLF menuturkan ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir selesai.

    “Situasi kelas yang bising membuat MLF spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam,” demikian penuturan dalam postingan tersebut.

    MLF mengaku terkejut saat guru tersebut tiba-tiba masuk ke kelas tanpa permisi kepada guru yang sedang mengajar dan langsung mencari siapa yang berteriak.

    “Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya ‘siapa yang bilang woi?’ begitu,” tutur MLF.

    “Terus saya jawab ‘saya Prince’ kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar,” imbuhnya.

    Di samping kasus itu, penggunaan panggilan ‘Prince’ ternyata merupakan permintaan khusus dari sang guru itu sendiri.

    MLF menjelaskan, guru tersebut kerap marah jika disapa dengan sebutan Bapak’ dan lebih memilih dipanggil dengan sebutan tersebut.

    Siswa Tekankan Pengeroyokan Itu Aksi Spontan

    Siswa SMK di Jambi itu menuturkan, puncak pengeroyokan terjadi saat sang guru dibawa ke kantor oleh pihak komite sekolah tersebut.

    MLF mengklaim, sang guru justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa.

    “Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua,” terang MLF.

    Siswa SMK itu menekankan, aksi pengeroyokan tersebut merupakan reaksi spontan rekan-rekannya setelah melihat dirinya ditampar di kelas dan dipukul di bagian h1dung saat berada di area kantor.

    “Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia meninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu,” tegas MLF.

    Berkaca dari hal itu, sebelumnya Agus selaku guru yang terlibat dalam kasus ini, sempat membeberkan kronologi menurut versinya.

    Kronologi versi Guru: Menegur karena Tak Hormat

    Dalam unggahan Instagram @jambisharing, pada Kamis, 15 Januari 2026, Agus mengungkapkan dirinya sempat menegur para siswa yang tidak bersikap hormat padanya.

    “Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus mengawali ceritanya.

    Agus menilai, kata-kata itu sangat merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik.

    Agus kemudian mendatangi kelas asal suara tersebut dan meminta pelaku mengakui perbuatannya.

    Salah satu siswa mengaku, namun situasi justru memanas. Agus menyebut siswa tersebut menantangnya, hingga ia secara refleks menampar siswa itu satu kali.

    “Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya,” ujar Agus.

    Berdasarkan rekaman video yang beredar memperlihatkan ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling pukul.

    Situasi sempat diredam setelah guru-guru lain melakukan mediasi.

    Tudingan Menghina Siswa dengan Sebutan ‘Miskin’

    Dalam kasus ini, sejumlah siswa sempat menuding Agus menghina seorang siswa dengan kata ‘miskin’.

    Perihal itu, Agus membantah tudingan tersebut dan menyebut ucapannya disampaikan dalam konteks motivasi.

    “Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum,” terangnya.

    “Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” jelas Agus.

    Dalam proses mediasi, Agus sempat memberikan pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak menginginkannya mengajar lagi.

    Kendati demikian, siswa justru meminta Agus meminta maaf. Mediasi tersebut berakhir buntu.

    Situasi kembali memanas saat jam istirahat. Sejumlah siswa dari berbagai angkatan melakukan aksi solidaritas yang berujung pengeroyokan terhadap Agus, termasuk pelemparan batu.

    “Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan,” ungkap Agus.

    Merasa menjadi korban kekerasan, Agus mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum.

    Guru SMK di Jambi itu merasa berat melaporkan para siswa ke polisi karena mempertimbangkan masa depan dan kondisi psikologis mereka.

    “Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan,” tutup Agus.

    Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun otoritas setempat ihwal kasus kekerasan antara guru dan para siswanya di SMK Jambi tersebut.(ist)

    Agus Saputra MLF Prince SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Jokowi Akhirnya Respons JK usai Viral Pernyataan Kontroversial Eks Wapres RI Itu Buntut Tuduhan Penistaan Agama

    April 21, 2026

    Beredar Dugaan Truk Sound Horeg di Tlogowungu Pati Nyaris Terguling saat Nanjak, 2 Motor Kena Seruduk

    April 21, 2026

    MUI Sebut Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup Tak Sesuai Prinsip Islam, Pramono Janji Bakal Ada Penyesuaian

    April 21, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026654

    Pesta Rakyat di Ponpes Ora Aji, Gus Miftah: Bukan Sekadar Tradisi, tapi Cara Kami Rawat Hubungan dengan Warga

    March 27, 2026600

    Kenang sang Putri, Bu Tatu Sebut Lula Lahfah Anugerah Terindah dari Tuhan: Selamanya Kamu Ada di Hati Mama

    March 25, 2026598
    Don't Miss
    Berita

    Jokowi Akhirnya Respons JK usai Viral Pernyataan Kontroversial Eks Wapres RI Itu Buntut Tuduhan Penistaan Agama

    By suaranuraniApril 21, 2026347

    suaranurani.com | JAKARTA – Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menanggapi pernyataan kontroversial Eks…

    Risty Ang Kolaborasi Bareng Syafii Efendi di Single Anyar “Jadilah Pemenang”

    April 21, 2026

    ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini dengan Memberdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas

    April 21, 2026

    Beredar Dugaan Truk Sound Horeg di Tlogowungu Pati Nyaris Terguling saat Nanjak, 2 Motor Kena Seruduk

    April 21, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Jokowi Akhirnya Respons JK usai Viral Pernyataan Kontroversial Eks Wapres RI Itu Buntut Tuduhan Penistaan Agama

    April 21, 2026

    Risty Ang Kolaborasi Bareng Syafii Efendi di Single Anyar “Jadilah Pemenang”

    April 21, 2026

    ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini dengan Memberdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas

    April 21, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026654

    Pesta Rakyat di Ponpes Ora Aji, Gus Miftah: Bukan Sekadar Tradisi, tapi Cara Kami Rawat Hubungan dengan Warga

    March 27, 2026600
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.