suaranurani.com | MAGELANG – Setelah 17 hari melakukan pencarian di Gunung Slamet, pendaki hilang asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tubuhnya ditemukan oleh tim pencari di daerah lereng puncak bagian selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden pada Rabu siang, 14 Januari 2026.
Sempat terkendala cuaca, jasad Ali baru bisa dibawa turun pada Kamis, 15 Januari 2026.
Melalui ayahnya, keluarga menyatakan keikhlasan ditinggal pergi anak bungsunya dan mengatakan kini akan menganggap Himawan, teman pendakian Ali seperti anaknya sendiri.
Janji Menyayangi Himawan Seperti Anaknya
Viral di media sosial mengenai pernyataan ayah Ali, Dhani Rusman, mengatakan bahwa Himawan adalah sahabat anaknya.
Oleh karena itu, meski sang anak telah meninggal dunia, ia tetap mempersilakan Himawan untuk sekadar main ke rumah mereka.
“Ke depannya, karena Mas Himawan sahabat Ali, maka kami pun akan menganggap Mas Himawan itu adalah sebagai anak kami,” ucap Dhani Rusman dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @mountnesia pada Kamis, 15 Januari 2026.
“Jadi, jangan sungkan ya Mas Himawan, jangan malu nanti tetap main ke rumah dan anggap nanti rumah sendiri. Tetap nanti kami pun keluarga dari Ali akan menyayangi Himawan,” imbuhnya sambil terus menepuk bahu Himawan.
Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga meminta pihak-pihak yang telah mengunggah foto jenazah Ali saat proses evakuasi di lereng gunung untuk dihapus demi menjaga perasaan keluarga.
Sikap Ikhlas yang Mendapat Pujian Warganet
Unggahan yang telah diputar lebih dari 1,8 juta kali penayangan itu turut menuai perhatian dari warganet.
Tak sedikit warganet yang memuji sikap ikhlas keluarga di tengah beredarnya klaim kejanggalan kronologi hilangnya Ali.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Bapaknya se-ikhlas itu, netizen suudzon mulu,” tulis akun @rama******9
“Bapaknya baik, ikhlas banget. Sehat selalu ya, Pak,” tulis akun @ani***7
“Salut sama bapaknya yang ikhlas tanpa menyalahkan satu pihak, untuk keluarga Ali semoga diberikan ketabahan,” tulis akun @mita******2
“Bapaknya Ali ikhlas dan tulus, sabar banget, sehat selalu. Beliau tidak memojokkan Himawan sedikit pun padahal netizen banyak yang menyalahkan Himawan,” tulis akun @nurm***_
Pemakaman Ali Dilakukan di Magelang
Sementara itu, jenazah Ali tiba di rumah duka yang berada di Magelang pada Kamis malam, 15 Januari 2026.
Peti jenazahnya tak langsung ditutup rapat dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga usai pemeriksaan medis karena permintaan keluarga yang ingin melihat Ali untuk terakhir kalinya.
Usai dishalatkan di masjid lingkungan setempat, jenazah langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.
Kronologi Hilangnya Syafiq Ridhan Ali Razan
Ali diketahui mendaki Gunung Slamet via Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang bersama Himawan.
Keduanya disebut ingin melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap pada 27 Desember 2025.
Himawan sempat merasakan kakinya sakit saat berada di Pos 5 dan Syafiq turun lebih dulu untuk mencari bantuan.
Sejak turun, Syafiq hilang kontak dan Himawan ditemukan tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025 di pos 9 yang berjarak kurang lebih 300 hingga 600 meter dari puncak Gunung Slamet.
Tim relawan gabungan sudah memulai pencarian kepada keduanya sejak Minggu, 28 Desember 2025 karena rencana tektok tapi tak kunjung turun ke basecamp. (ist)

