suaranurani.com | JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mengambil langkah besar yang menandai babak baru bagi sepak bola nasional.
Sebelumnya, melalui unggahan Instagram resmi @pssi, pada Sabtu, 3 Januari 2026, PSSI secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia.
Masuknya Herdman sebagai pelatih baru bagi Tim Garuda ini sekaligus menggantikan juru taktik sebelumnya, Patrick Kluivert.
Narasi-narasi tentang sepak terjang John Herdman yang pernah menukangi Timnas Kanada di Piala Dunia Qatar 2022 pun menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos).
Pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Binder bahkan tak ragu menjuluki sang pelatih anyar Garuda itu sebagai ahli taktik, berdasarkan analisisnya.
“Pertama, dia ahli taktik,” ucap Binder dalam siniar YouTube Bola Bung Binder, pada Kamis, 8 Januari 2026.
“Artinya dia paham, taktik apa yang perlu dia pilih, sesuai dengan lawan yang akan dihadapi oleh timnya,” sambungnya.
Pundit sepak bola nasional itu juga menyoroti Herdman sebagai sosok yang pandai meningkatkan kepercayaan diri bagi skuadnya.
“Kedua, dia adalah master motivator,” sebut Binder.
“Dia bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain dengan narasi-narasi positif yang biasa dia berikan di ruang ganti,” tambahnya.
Gaya Main yang Khas ala Herdman
Dari sisi taktis, Binder menyoroti pola permainan Herdman yang dinilai kerap menggabungkan para pemain senior dengan para pemain junior di timnya.
“Seperti yang dia lakukan di Timnas Kanada, dia membentuk tim dengan fisik yang kuat, dan juga bisa bermain dengan intensitas tinggi,” jelasnya.
Binder menilai, John Herdman adalah pelatih yang fleksibel. Artinya, bukan hanya taktiknya saja yang berubah, tetapi juga dalam penerapan formasi skuadnya di lapangan.
“Dia sering menggunakan formasi dengan 3 bek tengah,” ungkap Binder.
“Sejauh yang saya riset, ketika dia melatih Timnas Kanada putra, permainannya selalu menyerang, menyerang, dan menyerang,” sambungnya.
Berkaca dari hal itu, Binder lantas menyoroti tuntutan besar bagi John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia.
Pengamat sepak bola itu menyoroti ajang terdekat yang akan dihadapi Jay Idzes di piala AFF 2026.
“Tapi, mampukah John Herdman bisa membawa Timnas Indonesia juara di ajang AFF 2026?” ujar Binder.
“Bisa saja juara, tapi apakah yang kita tuntut dari seorang pelatih itu juara? Saya pikir tidak juga,” sambungnya.
Ingatkan Prestasi Bukan Hanya soal Juara
Dalam kesempatan yang sama, Binder turut membandingkan tuntutan publik sepak bola nasional di era kepelatihan Shin Tae-yong (STY) dengan era baru John Herdman.
Pengamat sepak bola itu menyebut, tuntutan besar bagi Herdman adalah membawa Timnas Indonesia juara, bukan lagi sekadar tampil dalam ajang sebesar Piala Asia.
Kendati demikian, Binder menyoroti prestasi yang nyata justru telah dibuktikan di era STY bagi mereka yang percaya proses.
“Sebelumnya, kita juga bisa lihat Shin Tae-yong bisa melakukan perubahan yang signifikan dengan proses yang dia jalankan,” terangnya.
“Yaitu dia bisa banyak mengandalkan banyak pemain muda, dan juga bisa membawakan prestasi,” tegas Binder.
Soroti Prestasi Garuda di era STY
Binder menyebutkan, sejumlah prestasi yang pernah dibawakan STY bagi Timnas Indonesia, meliputi sejarah di Piala Asia senior hingga ajang sepak bola Asia U-23.
“Prestasinya, dia bisa membawa Timnas Indonesia lolos untuk pertama kalinya dari fase grup Piala Asia senior,” sebutnya.
“Timnas U-23, dibawanya sampai ke babak semifinal Piala Asia U-23, bahkan hampir saja lolos ke olimpiade,” tambah Binder.
Kemudian, Binder juga menyebut STY juga bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
“Artinya, prestasi tidak selalu tentang trofi, tapi prestasi itu menunjukkan seorang pelatih bisa melakukan perubahan positif bagi timnya,” jelas Binder.
“Itu saya pikir, lebih penting bagi Timnas Indonesia,” tandasnya.(ist)

