suaranurani.com | ACEH TAMIANG – Desa Suka Jadi menjadi salah satu perkampungan warga yang terdampak cukup parah banjir dan longsor di Aceh Tamiang.
Banjir dengan arus deras menghantam rumah-rumah warga sambil membawa puing-puing kayu berbagai ukuran.
Seorang warga di Desa Suka Jadi menceritakan rumahnya pun turut terbawa arus ketika banjir datang.
“Tinggal tangga sama kamar mandi, terangkat dindingnya,” ujar salah satu warga dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @adjie.apk pada Minggu, 28 Desember 2025.
Rumah Hilang, Tinggal di Tenda BNPB
Ia menceritakan rumah dan seisinya terbawa banjir hingga baju pun tak ada yang tersisa.
“Itu (puing rumah) dicari nggak ketemu, lemari segala macem, tempat tidur, nggak ada wujudnya. Entah di mana,” imbuhnya.
Kini, ia dan anak bungsunya tinggal di tenda yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Tenda udah dapat, ini satu tenda satu kepala keluarga (KK). Saya cuma berdua sama anak, anak yang kecil tinggal sama saya di sini,” tambahnya.
Kondisi Desa Suka Jadi Pascabanjir
Dalam video tersebut, tak terlihat lagi bentuk rumah warga yang masih layak huni.
Sebagian besar tertutup puing kayu dan dipenuhi dengan endapan lumpur pascabanjir.
Desa Suka Jadi di Kecamatan Karang Baru sering tak terlihat karena jalan yang biasa dilalui lebih banyak menunjukkan bagian Kota Lintang Bawah.
Sedangkan Desa Suka Jadi baru akan lebih banyak terlihat ketika melawati jalan baru yang kini dipenuhi tenda pengungsi.
Sementara itu, per Sabtu, 27 Desember 2025, korban jiwa menurut BNPB tercatat sebanyak 1.138 orang dan 163 orang lainnya dinyatakan hilang di 3 provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Adapun jumlah pengungsi ada sekitar 449.846 jiwa yang tersebar di sejumlah titik di 3 provinsi.
Menurut BNPB, warga kini mengungsi dengan dua pola utama, yaitu tinggal di posko pengungsian darurat seperti tenda dan mengungsi mandiri ke rumah saudara atau kerabat. (ist)

