suaranurani.com | ACEH TAMIANG – Semangat kebersamaan terpancar jelas di tengah duka banjir yang masih menyelimuti Desa Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang.
Tak ingin terus terisolasi, warga setempat memilih untuk bahu-membahu membersihkan sisa-sisa bencana demi memulihkan akses penghubung desa yang sempat lumpuh total.
Aksi solidaritas ini terekam dalam unggahan video akun TikTok @penguin.fittinghope pada Senin, 22 Desember 2025.
Video tersebut memperlihatkan puluhan warga yang tetap bekerja keras meski hari sudah gelap, demi memastikan jembatan desa kembali bisa dilalui.
Tanpa menunggu bantuan alat berat tiba, warga turun ke lapangan untuk menyingkirkan lapisan lumpur tebal yang menutup akses jembatan.
Mengandalkan tenaga manual dan alat-alat sederhana, mereka berupaya membuka jalur distribusi bantuan dan mobilitas warga.
“Desa Pematang Durian, gotong royong untuk jalan akses ke desa,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi saat merekam momen tersebut.
Kondisi lapangan yang minim pencahayaan tidak menyurutkan tekad mereka.
Untuk melihat tumpukan lumpur yang harus dibersihkan, warga memanfaatkan lampu dari mobil yang diparkir menghadap ke arah jembatan sebagai sumber cahaya utama.
“Penerangan seadanya,” imbuh warga tersebut dalam video, menggambarkan situasi darurat yang mereka hadapi.
Jembatan tersebut merupakan urat nadi penting bagi Desa Pematang Durian, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama warga agar bantuan logistik tidak terhambat.
Meski lelah dan dalam keterbatasan alat, gelak tawa dan teriakan penyemangat sesekali terdengar di antara deru mesin mobil yang menerangi jalan.
Akses jembatan ini diharapkan segera bersih sepenuhnya agar aktivitas desa bisa perlahan-lahan kembali normal.
Perjuangan warga Pematang Durian ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah terjangan bencana, kekuatan gotong royong tetap menjadi cahaya bagi mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan. (ist)

