suaranurani.com | ACEH TAMIANG – Dampak banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyisakan persoalan pelik bagi warga, terutama akses terhadap air bersih.
Terputusnya pasokan air layak konsumsi memaksa warga memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, meski harus menggunakan air yang jauh dari standar kesehatan.
Pemandangan memprihatinkan ini dibagikan oleh akun TikTok @ayu miranda shop pada Senin 22 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, tampak warga terpaksa mengandalkan sumur-sumur darurat yang airnya berwarna kecokelatan untuk keperluan sehari-hari.
Di tengah kondisi pascabencana, sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air bening.
Sumber air yang tersedia saat ini sangat bergantung pada resapan air sungai yang masih membawa material sisa banjir.
“Sumur ini menyedot air dari sungai,” jelas seorang wanita dalam video tersebut.
Meski secara kasat mata air tersebut tampak keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki pilihan lain.
Kebutuhan untuk membersihkan badan dan pakaian menjadi prioritas yang harus dipenuhi di tengah keterbatasan.
“Walaupun tidak jernih tapi air ini sangat kita perlukan untuk mencuci baju, untuk mandi,” lanjutnya.
Warga kini harus berbagi sumber daya yang ada. Mereka mendatangi beberapa titik sumur yang dianggap masih mampu mengeluarkan air, meskipun kualitasnya sangat memprihatinkan.
“Di sini ada beberapa titik sumur yang bisa kita ambil,” katanya sambil menunjukkan aktivitas warga di sekitar lokasi.
Krisis air bersih ini dirasakan warga sebagai sebuah kemunduran yang sangat menyedihkan.
Hidup berdampingan dengan lumpur dan air keruh membuat mereka merasa seolah kehilangan akses terhadap kehidupan modern yang layak.
“Airnya memang tidak jernih, jadi seperti kembali ke zaman dulu,” pungkasnya.
Kisah ini menjadi potret nyata betapa krusialnya bantuan air bersih dan instalasi penjernih air bagi masyarakat Aceh Tamiang saat ini.(ist)

