Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TPS Pastikan Kembali Ketahanan Operasional Pelabuhan, Melalui Implementasi Business Continuity Management System (BCMS)

    December 11, 2025

    Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal Aksi Urunan Warga Rp10 M untuk Korban Bencana Sumatera

    December 10, 2025

    Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan

    December 10, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • TPS Pastikan Kembali Ketahanan Operasional Pelabuhan, Melalui Implementasi Business Continuity Management System (BCMS)
    • Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal Aksi Urunan Warga Rp10 M untuk Korban Bencana Sumatera
    • Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan
    • Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakpus: Sumber Api Diduga Berasal dari Ledakan Baterai pada Lantai 1
    • Temukan Cerita Liburan Akhir Tahun di Archipelago Hotels
    • TPS Tanam Harapan untuk Pesisir Surabaya 10.000 Bibit Mangrove Disiapkan untuk Keberlanjutan Ekosistem
    • Penjelasan BMKG usai Prediksi Hujan Lebat Kembali Melanda Sumatera Utara, dari Nias hingga Medan
    • Banjir di Aceh Utara Sisakan Duka Mendalam, Seorang Ibu Ceritakan Momen Mencekam saat Terpisah dari Suami-Anak Tercinta
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Beranda
    • Berita
      • Politik Pemerintahan
      • Hukum & Kriminal
      • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Hiburan
      • Musik
      • Film
      • Selebrita
    • Hotel
    • Gaya Hidup
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Parenting
      • Tips
    • Lain-Lain
      • Advertorial
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Peristiwa»Sorotan Khusus: Penjarahan Imbas Bencana Sumatera Dinilai karena Kurangnya Pasokan Makanan di Daerah yang Terisolasi
    Peristiwa

    Sorotan Khusus: Penjarahan Imbas Bencana Sumatera Dinilai karena Kurangnya Pasokan Makanan di Daerah yang Terisolasi

    suaranuraniBy suaranuraniDecember 2, 2025No Comments276 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti pernyataan Mendagri, Tito Karnavian terkait bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang terjadi di Sumatera. (Instagram.com/@titokarnavian)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    kilasmetro.com | JAKARTA – Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti terkait kondisi terkini yang dialami para warga imbas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyebut penanganan pascabencana banjir bandang hingga longsor di Sumatera itu telah menjadi perhatian nasional.

    Meski belum ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional, bencana besar di Sumatera itu kini telah menarik perhatian publik untuk mengirimkan logistik ke wilayah yang masih terisolir.

    “Kalau untuk penetapan bencana nasional sementara belum, tetapi perlakuannya sudah nasional,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin, 1 Desember 2025.

    Lantas, bagaimana penanganan yang dilakukan pemerintah sejauh ini dalam mengatasi dampak besar bagi para warga setempat? Berikut ini ulasan selengkapnya.

    Mendagri: Semua Sudah All Out

    Dalam kesempatan yang sama, Tito menjelaskan, sejak hari pertama bencana terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, pemerintah pusat telah bergerak untuk turun langsung ke lokasi kejadian.

    “Dari hari pertama, pemerintah pusat menilai sendiri bahwa harus turun,” terangnya.

    “Dan kemudian dari hari pertama sudah dilakukan dengan prosedur nasional, jadi semua sudah all out,” imbuh Tito.

    Bantuan Langsung Dikirim dari Jakarta

    Tito menuturkan, seluruh pihak sudah mengerahkan semua kekuatan nasional untuk membantu bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

    Hal tersebut dengan bantuan-bantuan logistik yang langsung dibawa dari Jakarta dan diturunkan melalui udara di wilayah-wilayah yang masih sulit diakses melalui jalur darat.

    “Jadi masalah status itu menurut saya penting, tapi yang paling utama itu kan perlakuan. Tindakannya itu yang lebih penting, tindakan nasional,” ujar Tito.

    Mendagri memastikan, saat ini pemerintah juga tengah mendata rumah-rumah yang roboh untuk dibangun hunian sementara (huntara).

    Di sisi lain, bencana besar di Sumatera ini juga dibayangi insiden penjarahan yang terjadi di daerah terdampak hingga sempat viral di media sosial.

    Sebelumnya, salah satu yang viral itu adalah insiden penjarahan supermarket di Kota Sibolga, Sumut.

    Perihal itu, Mendagri Tito pun turut menanggapi tentang adanya insiden penjarahan tersebut.

    Tito Karnavian: Mereka Lapar

    Dalam kesempatan yang sama, Tito menilai warga yang menjarah toko itu karena banyak daerah yang terisolasi.

    Mendagri melanjutkan, kondisi tersebut membuat warganya sulit mendapatkan bantuan makanan karena akses jalan yang tertutup.

    “Stok (makanan) mereka mungkin kurang, lapar. Tapi kemudian ada yang masuk ke pertokoan,” sebut Tito.

    Tito lantas menjelaskan, hingga kini pasokan bantuan logistik ke daerah yang terisolasi itu tengah digencarkan pemerintah untuk memastikan kecukupan kebutuhan warga setempat.

    “Langsung mengambil alih bersama dengan TNI dan Polri. Sekarang sudah diatur. Sudah diatur dropping-nya cukup,” tegasnya.

    Berkaca dari insiden penjarahan itu, sebelumnya sempat beredar isu para bupati dari sejumlah kabupaten di Aceh yang menyatakan tak mampu tangani bencana.

    Respons Isu Bupati Tak Sanggup Atasi Bencana

    Tito turut menanggapi terkait sikap para bupati di Aceh yang menyatakan dirinya tidak mampu menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayahnya.

    Mendagri menuturkan, para kepala daerah memang tidak akan sanggup menangani bencana di wilayahnya masing-masing karena akses jalan yang tertutup.

    “Contohnya di Takengon, itu yang Aceh Tengah menyampaikan bahwa dia tidak mampu melayani,” tutur Tito.

    “Ya memang enggak akan mampu. Enggak akan mungkin. Karena apa? Karena dia sendiri tertutup,” sambungnya.

    Kendati demikian, Tito menyebut, warga yang terdampak bencana di Aceh kini memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan melalui udara lantaran akses darat terputus.

    “Perlu untuk dukungan pangan. Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat,” jelasnya.

    “Namun tak ada pesawat, maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” tandas Tito. (ist)

    banjir bandang Mendagri tanah longsor Tito Karnavian
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakpus: Sumber Api Diduga Berasal dari Ledakan Baterai pada Lantai 1

    December 9, 2025

    Penjelasan BMKG usai Prediksi Hujan Lebat Kembali Melanda Sumatera Utara, dari Nias hingga Medan

    December 9, 2025

    Banjir di Aceh Utara Sisakan Duka Mendalam, Seorang Ibu Ceritakan Momen Mencekam saat Terpisah dari Suami-Anak Tercinta

    December 9, 2025
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,558

    Disambut Antusias 5.500 Emak-Emak Pekerja PT Kareb Bojonegoro, Khofifah Dinobatkan Sebagai Ibunya Pekerja SKT

    September 13, 2024560

    The Alana Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan

    May 15, 2025428

    “The Year of the Wood Snake Celebration” di Mercure Surabaya Grand Mirama: Merayakan Kebijaksanaan dan Keberuntungan Tahun Baru Imlek 2025

    January 12, 2025378
    Don't Miss
    Ekbis

    TPS Pastikan Kembali Ketahanan Operasional Pelabuhan, Melalui Implementasi Business Continuity Management System (BCMS)

    By suaranuraniDecember 11, 2025366

    suaranurani.com | SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan dari Subholding PT Pelindo…

    Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal Aksi Urunan Warga Rp10 M untuk Korban Bencana Sumatera

    December 10, 2025

    Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan

    December 10, 2025

    Kronologi Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakpus: Sumber Api Diduga Berasal dari Ledakan Baterai pada Lantai 1

    December 9, 2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    TPS Pastikan Kembali Ketahanan Operasional Pelabuhan, Melalui Implementasi Business Continuity Management System (BCMS)

    December 11, 2025

    Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal Aksi Urunan Warga Rp10 M untuk Korban Bencana Sumatera

    December 10, 2025

    Menkop Launching Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi Jadi Model Penguatan Ekonomi Kelurahan

    December 10, 2025
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,558

    Disambut Antusias 5.500 Emak-Emak Pekerja PT Kareb Bojonegoro, Khofifah Dinobatkan Sebagai Ibunya Pekerja SKT

    September 13, 2024560

    The Alana Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan

    May 15, 2025428
    © 2025 Suara Nurani. Designed by Cakpras.
    • Redaksi
    • Kilas Hiburan
    • Peristiwa

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.