Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani

    December 5, 2025

    DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera, Sebut Lempar Beras dari Helikopter Tak Pantas Dilakukan

    December 5, 2025

    Midea Electronics Indonsia Resmi Luncurkan Celest Inverter, Menggunakan Teknologi AI Ecomaster

    December 4, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani
    • DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera, Sebut Lempar Beras dari Helikopter Tak Pantas Dilakukan
    • Midea Electronics Indonsia Resmi Luncurkan Celest Inverter, Menggunakan Teknologi AI Ecomaster
    • Operasi Kargo Spesial Berjalan Lancar, TPS Kembali Tunjukkan Layanan Prima
    • Menhut Raja Juli Kena Semprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana: Saya Marah
    • Buntut Skandal Penyelundupan 2 Ton Sabu, WN Pakistan Pacar Dewi Astutik Kini Ditahan oleh Kepolisian Kamboja
    • Akses Darat di Aceh Belum Pulih, TNI Sebut Krisis BBM Menghambat Operasi hingga Mobilisasi Alat Berat
    • Kisah Masa Kecil Menkeu Purbaya, Pernah Digembleng Orang Tua lewat Rutinitas Jalan Kaki Setiap Pagi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Beranda
    • Berita
      • Politik Pemerintahan
      • Hukum & Kriminal
      • Ekbis
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Hiburan
      • Musik
      • Film
      • Selebrita
    • Hotel
    • Gaya Hidup
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Parenting
      • Tips
    • Lain-Lain
      • Advertorial
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Peristiwa»Pencarian Korban Insiden Longsor di Cilacap: 9 Anjing Pelacak Disebar, 18 Orang Masih Hilang
    Peristiwa

    Pencarian Korban Insiden Longsor di Cilacap: 9 Anjing Pelacak Disebar, 18 Orang Masih Hilang

    suaranuraniBy suaranuraniNovember 16, 2025No Comments252 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti gejala awal bencana longsor usai kini terjadi di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. BNPB)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | CILACAP – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menemukan titik perkembangan baru pada Sabtu, 15 November 2025.

    Sebelumnya, hujan deras pada Jumat, 14 November 2025 malam, memicu runtuhan lereng besar yang langsung mengubur sejumlah rumah.

    Bencana itu membuat 21 warga hilang seketika. Tim SAR gabungan bergerak cepat sejak subuh dengan membagi area pencarian ke sektor A dan sektor B untuk memastikan semua jalur material longsor bisa dijangkau.

    Pada Jumat malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyusun langkah tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.

    Peninjauan lapangan dilakukan dan pemetaan kebutuhan awal segera diselesaikan agar operasi pencarian dapat berlangsung tanpa hambatan.

    Terkini, memasuki Sabtu pagi, dua jenazah ditemukan di sektor A2. Muhammad Hafiz, ditemukan pukul 10.06 WIB dan disusul ibunya, Nur Isnaini, pada pukul 10.44 WIB.

    Berdasarkan data BNPB di lokasi kejadian pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 14.00 WIB, dari total 21 korban, masih ada 18 yang belum ditemukan.

    Lantas, bagaimana fakta terkini terkait insiden longsor yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah? Berikut ulasan selengkapnya.

    Update Pencarian: Anjing Pelacak hingga Alat Berat

    Tim SAR gabungan kini dikerahkan dengan kekuatan penuh. Total 667 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan relawan bekerja bergantian.

    Sebanyak 512 personel terjun langsung di titik longsor. Terdapat 9 ekskavator, 9 anjing pelacak serta 9 alcon turut digerakkan untuk mempercepat pembukaan material yang menimbun rumah warga.

    Kepala Kantor SAR Cilacap, Abdullah, menekankan cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

    “Seperti kita ketahui bersama bahwa dari pagi hari sampai dengan sekarang hampir kita tidak pernah melihat matahari dan suasana memang cenderung ke berawan,” ujar Abdullah di lokasi kejadian, Cilacap, pada Sabtu, 15 November 2025

    Abdullah menambahkan, keselamatan personel juga menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan saat proses evakuasi korban.

    “Ketika ada hujan turun secara otomatis kami akan menghentikan operasi sementara,” terangnya.

    Bupati Cilacap: Semoga Ada Keajaiban

    Secara terpisah, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menjelaskan pihaknya telah memetakan kebutuhan tiap sektor dan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada.

    “Kita bersama-sama melakukan asesmen terkait apa saja yang terjadi dan dibutuhkan di setiap sektor,” kata Syamsul dalam keterangan resminya, pada Sabtu, 15 November 2025.

    “Hari ini tim sudah melapor kepada Gubernur dan langsung bergerak melakukan pemetaan kebutuhan serta pembagian personel,” imbuhnya.

    Bupati Cilacap itu juga menegaskan, seluruh alat berat dan peralatan pendukung yang tersedia telah dioptimalkan.

    “Kami optimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk percepatan pencarian. Yang penting hari ini seluruh kebutuhan di sektor A dan B bisa langsung ditangani,” ujar Syamsul.

    Syamsul turut mengajak masyarakat mendoakan kelancaran proses pencarian.

    “Semoga ada keajaiban, dan korban yang belum ditemukan bisa segera kita temukan dalam keadaan selamat,” ucapnya.

    Pertanda Longsor: Retakan Tapal Kuda Wajib Diwaspadai

    Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, peringatan bagi masyarakat lereng menjadi penting.

    Dalam kesempatan berbeda, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Dwikorita Karnawati, mengingatkan retakan tanah berbentuk tapal kuda merupakan pertanda kuat bahwa lereng memasuki fase ketidakstabilan.

    “Retakan tapal kuda terbentuk pada batas antara lereng yang masih stabil dan bagian yang mulai bergeser,” terang Dwikorita dalam pernyataan resminya, pada Sabtu, 15 November 2025.

    “Begitu retakan ini muncul, risiko longsor meningkat signifikan,” sambungnya.

    Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan di UGM itu lantas menegaskan, perlunya evakuasi cepat ketika retakan terlihat agar warga berada di area aman sejauh dua kali tinggi lereng.

    Dwikorita menjelaskan, retakan yang terlihat saat cuaca cerah harus segera ditutup dengan material kedap air untuk mencegah tekanan air tanah meningkat.

    “Semakin banyak air yang meresap, semakin besar dorongan dari dalam lereng hingga akhirnya tanah meluncur,” jelasnya.

    Dwikorita juga mengingatkan tanda lain seperti pohon yang tiba tiba miring, muncul rembesan air baru, lereng menggembung, tanah ambles, bangunan retak hingga suara gemuruh.

    “Pengamatan dini dan respons cepat adalah kunci untuk mencegah jatuhnya korban baru,” tutupnya.(ist)

    Anjing Pelacak BNPB Bupati Cilacap korban longsor Tim SAR
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Buntut Skandal Penyelundupan 2 Ton Sabu, WN Pakistan Pacar Dewi Astutik Kini Ditahan oleh Kepolisian Kamboja

    December 4, 2025

    Akses Darat di Aceh Belum Pulih, TNI Sebut Krisis BBM Menghambat Operasi hingga Mobilisasi Alat Berat

    December 4, 2025

    Menteri Bahlil Janjikan Pemulihan Listrik Imbas Banjir-Longsor di Tapanuli Tengah akan Pulih Total pada Jumat Pekan Ini

    December 4, 2025
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,558

    Disambut Antusias 5.500 Emak-Emak Pekerja PT Kareb Bojonegoro, Khofifah Dinobatkan Sebagai Ibunya Pekerja SKT

    September 13, 2024560

    The Alana Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan

    May 15, 2025428

    “The Year of the Wood Snake Celebration” di Mercure Surabaya Grand Mirama: Merayakan Kebijaksanaan dan Keberuntungan Tahun Baru Imlek 2025

    January 12, 2025378
    Don't Miss
    Berita

    Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani

    By suaranuraniDecember 5, 2025262

    suaranurani.com | JAKARTA – Rapat Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di…

    DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera, Sebut Lempar Beras dari Helikopter Tak Pantas Dilakukan

    December 5, 2025

    Midea Electronics Indonsia Resmi Luncurkan Celest Inverter, Menggunakan Teknologi AI Ecomaster

    December 4, 2025

    Operasi Kargo Spesial Berjalan Lancar, TPS Kembali Tunjukkan Layanan Prima

    December 4, 2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Banjir Sumatera Jadi Sorotan, Anggota DPR Minta Menhut Raja Juli Mundur: Enggak Punya Hati Nurani

    December 5, 2025

    DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera, Sebut Lempar Beras dari Helikopter Tak Pantas Dilakukan

    December 5, 2025

    Midea Electronics Indonsia Resmi Luncurkan Celest Inverter, Menggunakan Teknologi AI Ecomaster

    December 4, 2025
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,558

    Disambut Antusias 5.500 Emak-Emak Pekerja PT Kareb Bojonegoro, Khofifah Dinobatkan Sebagai Ibunya Pekerja SKT

    September 13, 2024560

    The Alana Surabaya Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan

    May 15, 2025428
    © 2025 Suara Nurani. Designed by Cakpras.
    • Redaksi
    • Kilas Hiburan
    • Peristiwa

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.