suaranurani.com | SURABAYA – Kontestasi politik di Surabaya pada 2029 mendatamg diprediksi bakal seru dan dinamis. Hal ini lantaran tidak ada lagi calon wali kota incumbent yang bisa mencalonkan kembali. Kecuali Ir Armuji yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya.
Seperti diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah dua kali menjabat, itu berarti yang bersangkutan tidak bisa mencalokan kembali maupun dicalonkan oleh partai politik sesuau Undang-undang (UU) Pemilu. Kondisi tersebut memungkinkan pertarungan perebutan L-1 bakal panas.
Belakangan, muncul sejumlah nama yang mulai disebut beberapa pihak bakal running (maju,red) pilkada pada 2029 mendatang. Nama-nama seperti Armuji (Wakil Wali Kota saat ini), Rini Indriyani (istri wali kota Surabaya Eri Cahyadi) bahkan yang mengejutkan muncul nama Yona Bagus Widyatmoko (Ketua Komisi A DPRD Surabaya) muncul ke publik dan diprediksi bakal meramaikan kontestasi pilkada di Surabaya.
Ketiga nama-nama tersebut kerap disebut beberapa kalangan ketika berbicara soal siapa kira-kira yang akan maju dalam Pilwali 2029 mendatang. Maklum, Armuji cukup dikenal dengan gerakanya mengadvokasi masyarakat dalam berbagai persoalan melalu kalan medsos yang dimilikinya.
Sementara Rini, lekat dengan sosok Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang tak lain suaminya. Rini bahkan cukup aktif dalam berkegiatan seperti PKK, PAUD dan kegiatan sosial lainnya. Sementara Yona, yang jauh-jauh hari sudah mengampanyekan flayer ‘Cak YeBe’ sebagai inisial namanya dikenal sebagai Ketua Komisi A yang mamiliki latar belakang pengusaha. Yona sendiri merupakan Direktur Utama PT. Trufindo Asta Mandiri sehingga dari disi permodalan tidak bisa diragukan.
Dengan posisinya di DPRD Surabaya, hampir saban hari Yona muncul dikolom pemberitaan media massa terkait kinerjanya di DPRD Surabaya. Tak ayal, popularitas Yona dari sisi pemberitaan mengalahkan Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso yang juga Anggota Komisi E DPRD Jatim. Putra pengusaha sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Harjo Soekartono ini juga diprediksi bakal meramaikam bursa Pilkada Surabaya mendatang.
Mulai munculnya sejumlah calon kandidat versi masyarakat, direspons sejumlah kalangan. Menurut Muthowif, S.H., S.Pd.i, M.H., akademisi dari Universitas WR Supratman mengatakan, secara kelembagaan partai politik, bahwa mereka-mereka yang sudah muncul ke publik cukup bagus.
”Bagus kalau sudah muncul. Biar dinamis. Apalagi kalau tetap di partai yang sekarang tambah bagus,”katanya, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, Pilkada masih jauh sehingga segala kemungkinan bisa terjadi. Yang paling penting, kata dia, bagaimana para calon kandidat tersebut berpihak kepada masyarakat dalam bekerja.
Menurtnya,secara personal tiga calon kandidat tersebut ketokohannya tidak seimbang, Armuji yang sudah lama melintang akan lebih populer, apalagi dengan gerakan yang dia bangun selama menjadi wakil walikota. Sedangkan Yona harus membangun ketokohannya di masyarakat dengan berbagai latar belakang.
Namun, kata dia, harus diakui popularitas Yona saat ini justru mengalahkan ketua partainya, yakni Partai Gerindra Surabaya yang kemungkinan juga bakal maju.
Bagaiman dengan Rini?, Cak Thowib berkelakar sosok Rini lekat dengan Wali Kota Eri Cahyadi lantaran istrinya. Menurutnya, tinggal kapan akan bergerak.
”Tinggal distel saja, kan perangkat dan sistem sudah ada,” ujarnya tertawa.
“Akan tetapi masyarakat Surabaya juga membutuhkan sosok baru yang dapat digadang-gadang sebagai Walikota, dan bisa saja Yona terpilih pada periode berikutnya sebagai Walikota Surabaya di kedepannya,” tambahnya.
Sementara Baihaki Sirajt selaku Founding Lembaga Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) dan juga sebagai pengamat mengingatkan, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pemilukada nanti bahwa akan diundur pada dua tahun setelah Pilpres (Pemilihan Presiden).
“Kalau di tahun 2029 nanti jadi digelar Pilpres maka di tahun 2031 mulai digelar Pemilukada, dan itu sesuai keputusan MK. Sehingga kurun waktu mulai dari saat ini kurang lebih enam tahun kedepan untuk Pemilukada di Surabaya,” tuturnya.
Menanggapi terkait kandidat kuat calon Walikota Surabaya di periode berikutnya, Baihaki mengatakan, bagi siapa pun masyarakat Kota Surabaya yang ingin mencalonkan sebagai Walikota Surabaya, maka potensi itu sangat berpeluang dan terbuka lebar.
Khusus untuk Yona yang merupakan nama baru, Baihai mengatakan jika Yona ini memang ingin maju sebagai calon Walikota maka dia bisa lebih membuktikan kepada para konstituennya, dan lebih-lebih terhadap seluruh masyarakat di Kota Surabaya yang dia pimpin saat ini sebagai Ketua Komisi A.
Disamping itu, menurut Baihaki, bukan tidak mungkin juga Armuji bisa terpilih sebagai Walikota Surabaya berikutnya, karena sudah lama malang-melintang di Kota Surabaya. Hingga menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya selama dua periode dan ketokohannya telah cukup dikenal oleh masyarakat Kota Surabaya.
Baihaki pun menambahkan, siapa saja berpeluang sebagai calon Walikota Surabaya asalkan betul-betul berkontribusi, dan berkomitmen untuk memajukan kota Surabaya.(ist)

