Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kronologi Mobil Listrik Ioniq 6 Terbakar usai Tabrak Separator, Picu Kemacetan di Slipi Jakbar

    September 11, 2026

    Hari ke-5 Pencarian, 5 Jurnalis Belum Ditemukan usai Hilang Kontak saat Liputan Aktivitas Anak Krakatau

    September 11, 2026

    Soroti Kasus Keracunan MBG, Mahfud MD Sebut Pertanggungjawaban SPPG Harus Diproses Hukum

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kronologi Mobil Listrik Ioniq 6 Terbakar usai Tabrak Separator, Picu Kemacetan di Slipi Jakbar
    • Hari ke-5 Pencarian, 5 Jurnalis Belum Ditemukan usai Hilang Kontak saat Liputan Aktivitas Anak Krakatau
    • Soroti Kasus Keracunan MBG, Mahfud MD Sebut Pertanggungjawaban SPPG Harus Diproses Hukum
    • Update Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan GAK: Penyisiran Diperluas, Evaluasi Berkala, hingga Kerahkan Alutsista
    • Sudah Berada di Selat Sunda Sehari Sebelum Erupsi, Pemancing Ini Bagikan Situasi Detik-detik Gunung Anak Krakatau Muntahkan Lava Pijar
    • Kebakaran di Pabrik Plastik Balaraja Belum Padam usai 48 Jam Evakuasi Damkar, Kerugian Capai Rp10 Miliar
    • Dari Suara Pelanggan ke Inovasi, ParagonCorp Kembangkan Produk Berbasis Consumer Insight
    • Warga Sekitar Pabrik Solusi Bangun Indonesia Belajar Sablon, Bidik Peluang Usaha hingga Buka Lapangan Kerja
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Ekonomi Bisnis
      • Bogasari
      • PT Terminal Petikemas Surabaya
      • PT Terminal Teluk Lamong
      • Solusi Bangun Indonesia
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
      • Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Berita»Sudah PDKT Proyek Kereta Cepat Sejak SBY, Sulfikar Amir Klaim Hasil Studi 4 Tahun Jepang Punya Jalur Rel Lebih Efektif
    Berita

    Sudah PDKT Proyek Kereta Cepat Sejak SBY, Sulfikar Amir Klaim Hasil Studi 4 Tahun Jepang Punya Jalur Rel Lebih Efektif

    suaranuraniBy suaranuraniNovember 13, 2025No Comments252 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Akademisi Sulfikar Amir beberkan studi Jepang soal proyek kereta cepat. (Tangkapan layar YouTube Forum Keadilan TV)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | JAKARTA – Akademisi Indonesia yang kini menjadi dosen di NTU Singapura, Prof. Sulfikar Amir, membeberkan studi Jepang saat merencanakan proyek kereta cepat.

    Sulfikar mengatakan bahwa Jepang sudah mendekati Indonesia untuk proyek kereta cepat sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    “Mereka (Jepang) mendekati pemerintah Indonesia zaman SBY, kalau nggak salah tahun 2008. Lalu membuat studi selama 4 tahun,” kata Sulfikar dalam podcast bersama Darmawan Sepriyossa, dikutip dari video di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 13 November 2025.

    Studi 4 Tahun Jepang Disebut Lebih Efektif Dibanding Whoosh Sekarang

    Sulfikar kemudian menyebut bahwa hasil studi yang dilakukan Jepang akan lebih efektif dibanding realisasi Whoosh saat ini.

    Ia menyebut bahwa stasiun yang ditunjuk jadi pemberhentian kereta cepat dalam studi Jepang juga tersambung dengan moda transportasi publik lainnya.

    “Kalau misal (dengan Jepang) ini jadi, bakal jauh lebih efektif daripada Whoosh karena stasiunnya di Jakarta berada di Dukuh Atas, langsung konek dengan LRT, MRT, dan busway,” jelas Sulfikar.

    Sama halnya dengan stasiun di Bandung, Sulfikar menyebut ada koneksi transportasi mudah lainnya untuk penumpang.

    “Kemudian stasiun di Bandung, stopnya di Stasiun Hall Bandung, pusat Bandung. Deponya di Gedebage,” lanjutnya.

    “Dengan jalur yang center to center, kemungkinan besar proposal Jepang ini jauh lebih bagus,” sambungnya.

    Penelitian Lapangan Jalur Kereta Cepat

    Selama 4 tahun penelitian, Sulfikar menyebut bahwa Jepang juga melakukan studi geoteknik.

    “Studi relatif akurat. Mereka mengukur kekuatan tanah di daerah-daerah yang akan dibangun rel itu lalu menghitung berapa banyak biaya membangun tunnel (terowongan), mereka jago dan kuat banget sehingga tidak masalah untuk membangun underground station,” paparnya.

    Dua Perdebatan di dalam Proyek Whoosh

    Dalam proyek Whoosh, Sulfikar mengatakan ada dua perdebatan yang membayangi, yaitu kebutuhan masyarakat dan siapa yang harus menggarapnya di antara Jepang dengan China.

    “Sebenarnya kita tidak butuh (kereta cepat) karena kereta Argo Parahyangan itu bisa ditingkatkan kemampuannya sehingga Jakarta-Bandung terkecil bisa 2 jam dan biayanya cuma 10 persen dari pembangunan Whoosh,” jelas Sulfikar.

    “Tapi kemudian ada wacana ini masalah teknologi, national pride, dan Indonesia memutuskan untuk membangun kereta cepat,” lanjutnya.

    Mengenai perdebatan siapa yang akan membawa proyek tersebut, yakni antara Jepang dan China, Sulfikar menyatakan keduanya sama-sama mumpuni soal kereta cepat.

    “Paling awal melakukan kereta cepat itu Jepang. Shinkansen itu dimulai tahun 1960 dan diluncurkan tahun 1964. Mereka udah lama dan teknologinya terbaik di dunia dengan catatan kecelakaan nol setelah berpuluh-puluh tahun,” terangnya.

    Ia kemudian menyebut profit besar yang didapat dari beroperasinya kereta cepat di Jepang hingga mampu memberi subsidi pada kereta lain di bawahnya.

    “Jadi, teknologi ini sudah dikuasai Jepang puluhan tahun dan mereka punya keinginan untuk mengekspor teknologi ini. Nah, mereka melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang potensial waktu itu,” tuturnya.

    Proyek kereta cepat tersebut akhirnya dikerjakan bersama China dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Kemudian membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd membentuk perusahaan patungan yang dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). (ist)

    Akademisi Indonesia China Jepang SBY Teknologi whoosh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Soroti Kasus Keracunan MBG, Mahfud MD Sebut Pertanggungjawaban SPPG Harus Diproses Hukum

    September 10, 2026

    DPR RI Soroti Kabar WNI yang Direkrut jadi Tentara Rusia, Sebut Otoritas Intelijen dan Kemlu Sudah Kirim Utusan

    September 2, 2026

    Sosialisasi Gulbencana Karhutla Mabes TNI di Kodim 1022/Tanah Bumbu

    September 1, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,563

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026976

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026969

    Dari Suara Pelanggan ke Inovasi, ParagonCorp Kembangkan Produk Berbasis Consumer Insight

    September 9, 2026798
    Don't Miss
    Peristiwa

    Kronologi Mobil Listrik Ioniq 6 Terbakar usai Tabrak Separator, Picu Kemacetan di Slipi Jakbar

    By suaranuraniSeptember 11, 2026501

    suaranurani.com | JAKARTA BARAT – Beredar video di media sosial, yang memperlihatkan mobil listrik Hyundai…

    Hari ke-5 Pencarian, 5 Jurnalis Belum Ditemukan usai Hilang Kontak saat Liputan Aktivitas Anak Krakatau

    September 11, 2026

    Soroti Kasus Keracunan MBG, Mahfud MD Sebut Pertanggungjawaban SPPG Harus Diproses Hukum

    September 10, 2026

    Update Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan GAK: Penyisiran Diperluas, Evaluasi Berkala, hingga Kerahkan Alutsista

    September 10, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kronologi Mobil Listrik Ioniq 6 Terbakar usai Tabrak Separator, Picu Kemacetan di Slipi Jakbar

    September 11, 2026

    Hari ke-5 Pencarian, 5 Jurnalis Belum Ditemukan usai Hilang Kontak saat Liputan Aktivitas Anak Krakatau

    September 11, 2026

    Soroti Kasus Keracunan MBG, Mahfud MD Sebut Pertanggungjawaban SPPG Harus Diproses Hukum

    September 10, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,563

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026976

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026969
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.