suaranurani.com | JAKARTA – Polemik kebocoran surat perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo makin jadi sorotan usai pernyataan dari Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto.
Dalam keterangan sebelumnya, Apri menyebut bahwa Kementerian PU akan melakukan investigasi mengenai asal-usul kebocoran.
“Ini yang sedang kami coba mencari sumbernya dari mana, apakah dari internal atau dari eksternal. Ini ya, kami masih mencari,” ucap Apri kepada awak media pada Rabu, 8 Juli 2026.
Sebut Potensi Sanksi untuk Pembocor Surat
Lebih lanjut, Apri mengungkapkan bahwa surat dinas tersebut tidak seharusnya beredar luas di publik.
Ia juga menyinggung kemungkinan sanksi yang diberikan kepada pihak yang membocorkannya, jika terbukti dari internal Kementerian PU.
“Tentu kalau memang itu dari internal, kita akan membentuk tim dalam apa, untuk penerapan sanksi dan itu kita harus menunggu juga apakah sanksi itu termasuk berat, ringan, atau sedang,” jelasnya.
Jadi Sorotan Tajam soal Nasib Whistleblower
Usai pernyataan yang dilontarkan Sekjen Kementerian PU tersebut, ramai di media sosial warganet menyoroti keamanan whistleblower atau pembocor surat dinas tersebut.
Salah satunya Ferry Irwandi yang mengingatkan tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat.
“Whistleblower malah diburu dan mau dihukum.
Pejabat ini lupa, ASN dibayar untuk melayani masyarakat, bukan mereka. Tapi lagaknya udah lebih dari CEO, berasa gaji PNS itu dia yang bayar, institusi itu perusahaan yang dia punya,” tulisnya dalam akun threads @irwandiferry, dikutip pada Kamis, 9 Juli 2026.
“Bagian terburuknya lagi, mereka bahkan gak punya daya atau ruang untuk berbicara dan mengekspresikan hal ini,” lanjutnya.
Utas viral lainnya juga memberikan dukungan dan harapan keselamatan pada whistleblower terkait.
“Pernyataan terbuka untuk @kementerianpu. Kami bersama whistleblower, kami tidak mengizinkan kalian memberikan sanksi kepada orang yg yang membocorkan surat dinas ke New York. Hentikan investigasi dan hunting internal yang kalian lakukan, segera berbenah diri. Rakyat Indonesia mengawasi kalian,” tulis akun @arfzulfikar.
“Untuk mas-mas atau mbak-mbak ASN yang spill surat dinas menteri dan keluarganya ke New York, semoga kamu enggak kena pressure/intimidasi dari lingkungan kerja ya. Kalau suatu saat mengalami, tolong speak up!! Netizen pasti bantu support kok,” tulis akun @inrtn_s.
Viral Surat Perjalanan Dinas Menteri PU Dody Hanggodo Ajak Keluarga
Sebelumnya, viral di media sosial surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo untuk menghadiri sebuah forum High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda, pertemuan resmi di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Dalam keterangan surat, pertemuan itu berlangsung tanggal 13-19 Juli 2026 di New York, Amerika Serikat mendatang.
Namun, sorotan beralih ketika dalam Lampiran I Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Nomor: HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026 itu juga tercantum nama istrinya, Irma Hermawati pemegang paspor diplomatik dan sang anak, Aurellia Tsabitha Meidirama yang menggunakan paspor biasa.
Warganet lantas ramai menduga bahwa keberangkatan itu disinyalir untuk menonton Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Amerika Serikat.
Meski begitu, Sekjen Kementerian PU Apri Artoto menegaskan bahwa biaya untuk keluarga tidak menggunakan APBN.
“Untuk pembiayaan terhadap keluarga, itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang ada pemberangkatan dari anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi,” tegas Apri. (ist)

