suaranurani.com | KOTA BEKASI, JAWA BARAT – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus kecelakaan yang diduga melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam unggahan Instagram @bekasi.terkini, pada Rabu, 13 Mei 2026, lapak UMKM terlihat porak-poranda usai terhantam mobil MBG itu.
“Seorang pedagang tahu krispi menjadi korban kecelakaan mobil MBG di Bekasi Timur,” tulis postingan tersebut.
Atas insiden itu, seorang pedagang bernama Sanoeri (41) kini dikabarkan meninggal dunia usai sempat dirawat di rumah sakit (RS) akibat tertabrak mobil MBG tersebut.
Korban diketahui merupakan seorang pedagang tahu krispi dan otak-otak yang sehari-hari mencari nafkah di lokasi kejadian.
Pria yang akrab disapa Owi itu menghembuskan napas terakhir di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kepergian Sanoeri menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan meninggalkan seorang istri dan 1 anak yang masih berusia balita.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden kecelakaan yang menimpa seorang pedagang di kawasan jalan Bekasi Timur tersebut? Berikut ulasannya.
Korban Sempat Alami Koma di RS
Secara terpisah, Kakak korban, Sunendar (51) sebelumnya mengungkapkan bahwa adiknya tidak sadarkan diri sejak dilarikan ke rumah sakit.
“Korban masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya koma. Saya cuma minta doanya saja,” ujar Sunendar di RS Siloam Sentosa, Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Sunendar menilai, tim medis telah berupaya maksimal menangani kondisi korban.
Sang kakak korban menyebut, adiknya mendapatkan luka berat akibat hantaman keras pada bagian kepala.
“Luka paling parah di bagian kepala. Katanya sudah ditangani semua, tinggal menunggu perkembangan kondisi korban,” ungkap Sunendar.
Setelah mendapatkan perawatan, nyawa Sanoeri akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia pada hari yang sama, sekitar pukul 14.25 WIB.
Hantaman Keras Mobil MBG
Dalam insiden itu, mobil MBG berpelat B 9007 TXZ melaju di Jalan Pulau Kalimantan Raya dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.
Saksi mata, Rudi menuturkan, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di pinggir jalan.
“Mobil kenceng banget dari arah sana. Saya lihat dari tengah parkiran, lajunya memang sangat cepat,” kata Rudi di lokasi kejadian, Bekasi Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Diketahui, mobil pertama kali menghantam lapak milik Sanoeri yang menjual tahu krispi dan otak-otak.
Setelah itu, kendaraan kembali menabrak lapak ayam goreng milik seorang pedagang perempuan berinisial NA (33).
Sopir Diduga Banting Setir karena Kaget
Dalam kesempatan berbeda, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terkait peristiwa ini.
Ojo menyebut, sopir mobil berinisial WS (57) mengaku kaget saat melihat ada pengendara motor yang melintas mendadak.
“Pengemudi kaget karena ada sepeda motor melintas di depan mobil,” ungkap Ojo dalam keterangannya, pada Rabu, 13 Mei 2026.
“Sehingga ia membanting setir ke arah kiri dan membentur dua orang pedagang beserta gerobaknya,” tambahnya.
Ojo lantas menduga, akibat manuver mendadak tersebut, lapak-lapak pedagang hancur berantakan hingga menelan korban jiwa.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal penyebab pasti kecelakaan di kawasan Bekasi Timur tersebut.(ist)

