Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Layanan SCJX X-Press Feeders Masuk TPK Teluk Lamong, Perkuat Akses Perdagangan Surabaya-Tiongkok

    June 3, 2026

    Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 di TPS

    June 3, 2026

    Update Kasus Hanania Travel: Ratusan Lembar Visa Jemaah jadi Barbuk hingga Potensi Panggil Selebgram yang Endorse Paket Umrah

    June 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Layanan SCJX X-Press Feeders Masuk TPK Teluk Lamong, Perkuat Akses Perdagangan Surabaya-Tiongkok
    • Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 di TPS
    • Update Kasus Hanania Travel: Ratusan Lembar Visa Jemaah jadi Barbuk hingga Potensi Panggil Selebgram yang Endorse Paket Umrah
    • Kronologi Kasus Mahasiswa PNJ yang Ketahuan Ciuman dengan Pasangan Sesama Jenis: dari Video Viral hingga Sikap Kampus yang Bakal Tindak Tegas
    • Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang
    • Insiden Kebakaran Besar Landa Permukiman Semi Permanen di Kemayoran, Berhasil Padam Setelah 7 Jam Operasi Damkar
    • Tanggapi Kritik soal Kunker Prabowo, Seskab Teddy Beberkan Alasan RI Harus Panen Hubungan Baik dengan Negara Lain
    • AMBARASA NUSANTARA: Aroma, Arca dan Jejak Peradaban Pameran Tunggal Putu Wardhani di Soga Too – Titik Koma, Malang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Ekbis
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Berita»Ramai Negara Terapkan WFH untuk Hemat BBM Termasuk di RI, Publik Diingatkan seperti Krisis Energi di 1970-an
    Berita

    Ramai Negara Terapkan WFH untuk Hemat BBM Termasuk di RI, Publik Diingatkan seperti Krisis Energi di 1970-an

    suaranuraniBy suaranuraniMarch 23, 2026No Comments402 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti penerapan work from home (WFH) yang akan diterapkan RI usai Lebaran 2026 hingga sejarah krisis energi global. (Instagram.com / @airlanggahartarto_official - @realdonaldtrump)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | JAKARTA – Sebagian publik di Tanah Air tengah ramai menyoroti terkait kebijakan work from home (WFH) yang diimbau pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta.

    Sebelumnya diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan melaksanakan kebijakan WFH tersebut bagi ASN setelah Lebaran 2026.

    Airlangga juga menyebut, nantinya akan ada imbauan pula bagi karyawan swasta.

    Terkait skemanya, Menko Perekonomian menuturkan pihaknya masih akan merinci aturan WFH, hingga pelaksanaannya yang dilakukan dalam waktu dekat.

    “WFH akan didetailkan, tetapi sesudah lebaran kita akan berlakukan,” ujar Airlangga di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

    Berkaca dari hal itu, kebijakan WFH sejatinya sudah mulai diterapkan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Singapura.

    Krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah mulai memengaruhi kebijakan ketenagakerjaan dan penghematan energi di berbagai negara.

    Seiring lonjakan harga minyak dunia dan gangguan pasokan, kerja jarak jauh dinilai kembali dipertimbangkan sebagai instrumen untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), termasuk di Indonesia.

    Lantas, apa sebenarnya konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat hingga akhirnya memicu tekanan baru pada pasar energi global? Mari ulas bersama.

    Hemat BBM Tanpa Hentikan Kegiatan Bisnis

    Berdasarkan laporan Fortune, risis bahan bakar akibat konflik geopolitik telah mendorong pemerintah dan perusahaan di berbagai belahan dunia mengaktifkan kembali pengaturan kerja fleksibel.

    Langkah ini dinilai sebagai cara cepat untuk mengurangi konsumsi energi transportasi tanpa menghentikan kegiatan bisnis secara total.

    Fortune melaporkan, setidaknya harga bensin di Amerika Serikat (AS) telah melonjak hampir 11 persen sejak 2024 lalu.

    Hal itu, disebabkan karena konflik AS-Israel dengan Iran yang telah mempersempit Selat Hormuz, yang merupakan jalur air sempit yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia setiap hari.

    Sementara Qatar, yang memproduksi 20 persen Liquified Natural Gas (LNG) global, telah menghentikan produksi sepenuhnya.

    “Bagi sebagian besar warga Amerika, naluri pertama adalah menyaksikan angka di SPBU naik dan merasa tidak berdaya,” ungkap Fortune dalam artikelnya yang tayang pada 15 Maret 2026.

    “Tetapi bagi orang-orang di atas 65 tahun (kelahiran 1960-an), momen saat ini membawa jenis ketakutan yang berbeda,” sambungnya.

    Menurut catatan sejarah, hal ini terkait dengan krisis energi global yang pernah terjadi di 1970-an.

    Negara Arab Embargo AS usai Perang Yom Kippur

    Dalam laporan yang sama, pada Oktober 1973, negara-negara Arab anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mengumumkan embargo terhadap AS.

    Hal tersebut, dinilai sebagai balasan atas dukungan militer terhadap Israel selama Perang Yom Kippur pada tahun yang sama.

    “Saat itu, mereka tidak hanya menaikkan harga tetapi mereka juga mengurangi pasokan energi,” tulis Fortune.

    Bagi yang belum tahu, Perang Yom Kippur (6-25 Oktober 1973) adalah konflik bersenjata antara Israel dan koalisi negara Arab (Mesir dan Suriah) yang terjadi pada hari suci Yahudi Yom Kippur dan bulan Ramadhan.

    Perang ini, yang juga dikenal sebagai Perang Oktober atau Perang Ramadan, bertujuan merebut kembali wilayah yang diduduki Israel dalam Perang 6 hari di tahun 1967 silam.

    “Dalam beberapa minggu, harga bensin di SPBU melonjak 40 persen hanya dalam 1 bulan,” ungkap Fortune.

    “Pada pertengahan 1974, harga efektif telah meningkat 3 kali lipat, dan ketersediaan bahan bakar runtuh (pada masa itu),” tambahnya.

    Kini, ketegangan di Timur Tengah berdampak langsung pada perdagangan energi global.

    Selat Hormuz di Iran: Jalur Minyak Mentah

    Risiko gangguan di jalur vital seperti Selat Hormuz di Iran, dinilai telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak mentah.

    Lonjakan harga minyak menjadi konsekuensi dari ketidakpastian tersebut.

    Di sisi lain, harga minyak mentah meningkat signifikan sejak konflik memanas, memicu tekanan biaya pada sektor transportasi, industri, dan rumah tangga.

    Pada beberapa negara, pemerintah mulai mengambil langkah penghematan energi.

    Hal itu termasuk membatasi perjalanan dinas, mengurangi jam kerja kantor, hingga mendorong pekerja untuk bekerja dari rumah.(ist)

    Amerika Serikat ASN BBM Iran SPBU Tanah Air Timur Tengah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

    June 3, 2026

    Nama Ayuni Kemala 19 Kali Dicatut Prihantini cs dalam Riset, Ungkap Kekecewaan hingga Siap Tempuh Jalur Hukum

    May 31, 2026

    Audiensi dengan DPRD Tasikmalaya, Nasabah BCA Minta Pihak Bank Tanggung Jawab usai Kehilangan Rp160 Juta di Mobile Banking

    May 28, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026665

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026660

    Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

    May 26, 2026659
    Don't Miss
    Ekbis

    Layanan SCJX X-Press Feeders Masuk TPK Teluk Lamong, Perkuat Akses Perdagangan Surabaya-Tiongkok

    By suaranuraniJune 3, 2026427

    suaranurani.com | SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali memperkuat konektivitas pelayaran internasional dengan…

    Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 di TPS

    June 3, 2026

    Update Kasus Hanania Travel: Ratusan Lembar Visa Jemaah jadi Barbuk hingga Potensi Panggil Selebgram yang Endorse Paket Umrah

    June 3, 2026

    Kronologi Kasus Mahasiswa PNJ yang Ketahuan Ciuman dengan Pasangan Sesama Jenis: dari Video Viral hingga Sikap Kampus yang Bakal Tindak Tegas

    June 3, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Layanan SCJX X-Press Feeders Masuk TPK Teluk Lamong, Perkuat Akses Perdagangan Surabaya-Tiongkok

    June 3, 2026

    Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 di TPS

    June 3, 2026

    Update Kasus Hanania Travel: Ratusan Lembar Visa Jemaah jadi Barbuk hingga Potensi Panggil Selebgram yang Endorse Paket Umrah

    June 3, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,560

    SDM Andal Siap Dukung Transformasi Melalui Pelatihan CTO Di Terminal Petikemas Berlian

    April 4, 2026665

    Angkat Tema Visit Malaysia 2026, Tourism Malaysia Gelar Misi Promosi Pariwisata di Tiga Kota Besar Indonesia

    April 24, 2026660
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.