Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

    July 31, 2026

    Tan Kian Diperiksa Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ternyata Bukan Pertama Kali Namanya Muncul di Kasus Korupsi

    July 31, 2026

    Gelombang Protes Warga di Palangka Raya Imbas Pemadaman Listrik: Geruduk Kantor PLN, Disebar Bangkai Ayam

    July 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya
    • Tan Kian Diperiksa Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ternyata Bukan Pertama Kali Namanya Muncul di Kasus Korupsi
    • Gelombang Protes Warga di Palangka Raya Imbas Pemadaman Listrik: Geruduk Kantor PLN, Disebar Bangkai Ayam
    • Oknum Pegawai KPK Jadi Tersangka Pemerasan ke Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sosoknya Juga Disebut Anggota Polri
    • Komitmen Hijau Terminal Teluk Lamong, Kolaborasi Riset Ekologis Dengan BRIN Untuk Pengayaan Keanekaragaman Hayati
    • Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan, Solusi Bangun Indonesia Hadirkan Pengobatan Gratis Bagi 1.341 Masyarakat Kabupaten Tuban
    • The Sunday Brunch : Rayakan Ulang tahun, Arisan, Gathering, hingga Reunion di Aston Imperial Bekasi setiap hari Minggu
    • Ketika Rooftop Tak Lagi Sekadar Tempat Nongkrong: Midtown Residence Surabaya Hadirkan Ruang Kolaborasi Komunitas
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Suara NuraniSuara Nurani
    Demo
    • Berita
      • Peristiwa
      • Hukum & Kriminal
      • Olahraga
    • Ekonomi Bisnis
      • PT Terminal Petikemas Surabaya
      • PT Terminal Teluk Lamong
      • Solusi Bangun Indonesia
    • Hotel
      • Aston Imperial Bekasi
      • Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali
    • Hiburan
      • Film
      • Musik
      • Selebrita
    • ParagonCorp
    • Lain-Lain
    Suara NuraniSuara Nurani
    Home»Peristiwa»Usai Insiden di Cilacap, Viral Bencana Longsor yang Terjang Banjarnegara: Warga Berlarian dari Atas Bukit
    Peristiwa

    Usai Insiden di Cilacap, Viral Bencana Longsor yang Terjang Banjarnegara: Warga Berlarian dari Atas Bukit

    suaranuraniBy suaranuraniNovember 17, 2025No Comments252 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menyoroti insiden longsor yang terjadi di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu, 16 November 2025. (X.com/@babegini)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    suaranurani.com | CILACAP – Bencana longsor kembali memicu kepanikan warga di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

    Setelah insiden yang terjadi di Cilacap, peristiwa serupa kini terjadi di Banjarnegara, pada Minggu, 16 November 2025 sore.

    Diketahui, sebanyak 179 warga Desa Pandanarum terpaksa mengungsi setelah tanah dari bukit di Dusun Situkung bergerak dan meluncur ke permukiman pada Minggu siang.

    Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso menjelaskan Tim Reaksi Cepat telah dikerahkan sesaat setelah laporan masuk.

    “Berdasarkan data hingga pukul 16.35 WIB, tercatat sebanyak 179 jiwa mengungsi ke Pendopo Kecamatan Pandanarum,” kata Aji dalam keterangan resminya, pada Minggu, 16 November 2025.

    “Saat ini belum terkonfirmasi adanya korban meninggal dunia,” tambahnya.

    Hingga kini, BPBD masih mengumpulkan laporan terkait rumah warga yang terdampak.

    Di samping itu, pendataan dinyatakan masih belum rampung lantaran kondisi tanah di area kejadian masih labil.

    Detik-detik Insiden Longsor di Banjarnegara

    Dalam video berdurasi 26 detik yang beredar di akun X @babegini, pada Minggu 16 November 2025, warga terlihat berlarian ketika material longsor turun dari atas bukit.

    Pada video lain yang berdurasi 13 detik, terlihat sebuah rumah telah tertimbun tanah dan narator menjelaskan bahwa pergerakan tanah kembali terjadi.

    BPBD Banjarnegara masih memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan desa serta relawan untuk memastikan penanganan darurat berjalan aman.

    Kilas Balik: Dampak Longsor Besar di Cilacap

    Peristiwa Banjarnegara ini terjadi hanya beberapa hari setelah tragedi longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, yang terjadi pada Kamis 13 November 2025.

    Insiden tersebut menimbulkan dampak besar dan membuat Desa Majenang di Cilacap itu masuk dalam zona merah.

    Bencana yang dipicu hujan deras dan meningkatnya debit air sungai itu menimbun puluhan warga. Data terbaru menyebutkan total korban mencapai 46 orang.

    Hingga Minggu, 16 November 2025 pukul 18.00 WIB, rincian korban insiden longsor di Cilacap, yakni 23 orang selamat, 13 orang meninggal dunia, dan 10 lainnya masih dalam pencarian.

    Langkah Pencegahan Longsor Susulan

    Untuk mencegah longsor susulan, langkah cepat dilakukan di kawasan hulu.

    Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan tim geologi UGM untuk menganalisis struktur tanah.

    “Dari pihak geologi UGM sudah melakukan analisa. Mereka sempat meninjau lokasi awal longsor dan melakukan sodetan agar aliran sungai tidak lagi menuju titik longsor,” ujar Andi di lokasi kejadian, Cilacap, pada Minggu, 16 November 2025.

    Pengalihan aliran sungai ini dilakukan agar material tidak kembali menumpuk di area rawan jika hujan deras turun lagi.

    Warga di Zona Merah Harus Direlokasi

    Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono menegaskan relokasi warga adalah langkah wajib demi keselamatan.

    “Dalam satu dua hari ke depan akan kami data secara akurat baik korban maupun warga di sekitar potensi longsor yang wajib kita relokasi,” kata Sadmoko dalam pernyataan resminya, pada Minggu, 16 November 2025.

    Ia menegaskan, wilayah yang masuk di zona merah dinilai tidak aman untuk kembali dihuni.

    “Kami wajibkan daerah yang diperiksa ini sebagai daerah merah karena rawan potensi bencana alam dan tidak layak sebagai tempat hunian,” paparnya.

    Pemerintah daerah meminta waktu untuk menginventarisasi jumlah warga yang harus dipindahkan.

    “Beri kami waktu dan pada saatnya nanti akan kami inventarisasikan secara menyeluruh,” tutupnya.

    Pemantauan Masih Terus Berlanjut

    Insiden longsor yang terjadi di Cilacap maupun Banjarnegara, menunjukkan potensi pergerakan tanah masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

    Hal tersebut membuat tim gabungan terus melakukan asesmen di kedua wilayah, sementara BPBD mengimbau warga untuk tetap berada di tempat aman hingga situasi dinyatakan stabil.

    Upaya penanganan dilakukan sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih bersahabat, mengingat intensitas hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi dan menjadi faktor utama terjadinya longsor di Jawa Tengah. (ist)

    Banjarnegara BPBD Cilacap longsor zona merah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    suaranurani
    • Website

    Related Posts

    Gelombang Protes Warga di Palangka Raya Imbas Pemadaman Listrik: Geruduk Kantor PLN, Disebar Bangkai Ayam

    July 31, 2026

    Tribun Ambruk saat Kejurnas Drift di Purwokerto, 90 Orang Dilarikan ke 11 Rumah Sakit

    July 27, 2026

    Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan

    July 26, 2026
    Demo
    Top Posts

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,561

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026973

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026968

    Imlek Lebih Berhoki! “Ember of Prosperity” Buffet Dinner Siap Meriahkan Midtown Residence Surabaya

    January 28, 2026785
    Don't Miss
    PT Terminal Petikemas Surabaya

    Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

    By suaranuraniJuly 31, 2026602

    suaranurani.com | SURABAYA – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I bersama Bea Cukai…

    Tan Kian Diperiksa Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ternyata Bukan Pertama Kali Namanya Muncul di Kasus Korupsi

    July 31, 2026

    Gelombang Protes Warga di Palangka Raya Imbas Pemadaman Listrik: Geruduk Kantor PLN, Disebar Bangkai Ayam

    July 31, 2026

    Oknum Pegawai KPK Jadi Tersangka Pemerasan ke Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sosoknya Juga Disebut Anggota Polri

    July 31, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Suara Nurani adalah media digital yang lahir dari semangat untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menjadi suara nurani masyarakat dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan budaya.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Cair Senilai Rp17,5 Miliar di Surabaya

    July 31, 2026

    Tan Kian Diperiksa Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Ternyata Bukan Pertama Kali Namanya Muncul di Kasus Korupsi

    July 31, 2026

    Gelombang Protes Warga di Palangka Raya Imbas Pemadaman Listrik: Geruduk Kantor PLN, Disebar Bangkai Ayam

    July 31, 2026
    Most Popular

    Rayakan Harpelnas 2024, 500 Perwakilan Manajemen Kawan Lama Group Terjun Sapa Pelanggan di 600 Toko

    September 10, 20242,561

    Global Face Wardah Amna Al Qubaisi Raih Pengakuan Dunia, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

    July 22, 2026973

    Rampungkan Transformasi Peralatan dan Fasilitas, TPS Siap Melayani Kembali Dengan Layanan Yang Lebih Baik

    July 9, 2026968
    © 2026 Suara Nurani. Designed by Cakpras.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.