suaranurani.com | KABUPATEN TANGERANG, BANTEN – Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran yang melanda pabrik plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam unggahan Instagram @infotangerang.id, pada Selasa, 8 September 2026, kobaran api di lokasi dilaporkan hingga kini masih belum padam sepenuhnya.
“Hingga kini api belum juga padam sepenuhnya. Asap hitam pekat masih membubung tinggi di area pabrik,” tulis postingan tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memastikan kobaran api belum juga padam total.
Hal tersebut, setelah proses evakuasi pemadam kebakaran (damkar) berlangsung selama 48 jam terakhir.
7 Unit Damkar Masih Berjibaku
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 12.08 WIB.
Hingga Selasa, 8 September 2026 pukul 12.30 WIB, petugas damkar dilaporkan masih berjibaku memadamkan titik api yang kembali membesar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, api masih belum dapat dipadamkan hingga saat ini.
Dalam proses evakuasi, BPBD mengerahkan sebanyak 7 unit mobil dan 35 personel damkar untuk melakukan pemadaman.
”Jadi petugas tetap standby untuk memadamkan api,” ujar Taufik dalam keterangannya, pada Selasa, 8 September 2026.
“Saat ini 7 unit, berbeda dengan yang pertama 12 unit, sekitar 35 personel,” sambungnya.
33 KK Pilih Mengungsi
Atas insiden kebakaran besar ini, dilaporkan sebanyak 33 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi memilih untuk mengungsi untuk sementara waktu.
Taufik memastikan, pihaknya telah mengungsikan sejumlah KK yang terdampak asap kebakaran pabrik plastik tersebut.
Selain itu, terdapat satu unit rumah warga yang tertimpa runtuhan bangunan pabrik yang terbakar.
“Sementara sih ada satu rumah yang kena bangunan pabrik,” terang Taufik.
“Yang lainnya masih bertahan di rumah, dan ada juga yang ke keluarga, tapi masih ada juga yang bertahan,” tambahnya.
Kerugian Ditaksir Rp10 Miliar
Atas insiden itu, BPBD menaksir kerugian akibat kebakaran pabrik plastik itu diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Taufik mengungkapkan, banyaknya material yang mudah terbakar menjadi hambatan bagi petugas dalam memadamkan api.
Meski demikian, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang optimistis, kebakaran dapat dipadamkan pada hari ini.
”Mudah-mudahan hari ini padam selesai ya, karena sudah banyak berkurang dari yang kemarin,” tandas Taufik.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas terkait ihwal proses pemadaman kebakaran di pabrik plastik wilayah Balaraja, Tangerang tersebut.* (ist)

