suaranurani.com | YOGYAKARTA – Tengah menjadi sorotan pengumuman dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta yang mengaku telah terdampak efisiensi anggaran.
Damkarmat Kota Yogya menyebut bahwa efisiensi anggaran tersebut juga melanda bagian operasionalnya, sehingga harus ada beberapa penyesuaian.
Salah satunya dalam merespons atau menangani laporan dari masyarakat yang masuk ke pihaknya.
Pilih Laporan Warga yang Urgent
Dilansir dari unggahan di akun Instagram resminya, Damkar Kota Yogyakarta akan memilih laporan warga yang termasuk dalam kedaruratan.
“Kami harus memberlakukan pemfilteran laporan masyarakat yang lebih ketat,” ungkap pihak Damkar Kota Yogyakarta, dikutip dari unggahan Instagramnya pada Selasa, 16 Juni 2026.
“Kami harus memastikan bahwa setiap unit yang keluar dari gerbang markas benar-benar meluncur untuk situasi yang sifatnya darurat, demi efisiensi pertolongan yang tepat sasaran,” lanjutnya.
Pastikan Pelayanan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meski ada efisiensi yang memaksa untuk memilih laporan warga, pihak damkar juga tetap memastikan bahwa pelayanan akan tetap berjalan.
“Anggaran boleh dipangkas, tapi tekad kami melayani tidak akan pernah berkurang barang sejengkal pun,” imbuhnya.
Pelayanan juga tetap buka selama 24 jam dan mengingatkan bahwa baik pemadaman maupun penyelamatan yang dilakukan tidak dipungut biaya.
Curhatan Sesama Petugas Damkar: Tak Punya Unit Mobil Pemadam hingga Patungan Bayar BBM
Postingan yang sudah disukai lebih dari 39 ribu tersebut juga ramai dengan komentar warganet hingga lebih dari 1.800.
Salah satunya datang dari warganet yang mengaku sebagai anggota Damkar Kabupaten Serang dengan akun @banurodman.
“Saya salah satu anggota Damkar Kab. Serang, bang, izin kita juga disini sudah 2-3 tahun di pos Damkar saya bertugas belum ada unit mobil Damkar, karena efisiensi, tidak ada anggaran untuk perbaikan mobil,” tulisnya.
“Ketika ada kebakaran di wilayah pos Damkar ini, kita harus nunggu mobil dari markas komando, sedangkan jarak yang jauh, caci maki sering kami terima, tapi itu tak membuat kita patah semangat menolong sesama. Setiap laporan nonkebakaran, untuk BBM dan kendaraan masih ditanggung anggota Damkar itu sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa saat penanganan nonkebakaran, menggunakan kendaraan pribadi dan BBM yang berasal dari pemilik kendaraan.
Akun bernama @bangdjuned_ yang mengaku dari Damkar Balikpapan juga mengungkapkan posnya kini telah melakukan pemfilteran laporan.
“Kami diperintah pimpinan untuk melayani laporan yang bener-bener urgent. Jika tidak terlalu urgent, dilarang melayani karena untuk menghemat BBM kendaraan,” tulisnya.
Terlihat pula akun bernama @ridha_ibrhm yang menyebut pos Damkar tempatnya bertugas mengalami kendala kendaraan.
“Sama persis kondisi kita bang. Kami Damkar Kabupaten Melawi juga mengalami hal yang sama. Mobil rusak, tidak punya unit lain, jika kebakaran hanya bisa nyumbang tenaga bantu-bantu pemadam swasta sama BPBD,” ungkapnya.
Banjir Dukungan Warganet
Kolom komentar juga dipenuhi dengan warganet yang tetap memberikan semangat dan dukungan kepada petugas.
Beberapa komentar seperti, “Semoga lekas pulih negaraku, semangat selalu pak Damkar,” tulis akun @aay****e
“Mestinya yang kayak gini dapet anggaran yang tepat, semoga niat baiknya ketemu jalan baik juga,” tulis akun @yoi***e
“Kalau Damkar yang kena efisiensi, rasanya kok sedih ya. Soalnya bapak-bapak Damkar kerjanya sigap dan sungguh-sungguh,” tulis akun @dew****i
(ist)

