Selasa, 07 April 2020

Big Bos

Jambret HP dan Sekap Korbannya, Ketiga Pria Ini Dibekuk Polsek Patumbak

Jambret HP dan Sekap Korbannya, Ketiga Pria Ini Diringkus Polsek Patumbak


Ketiga perampok yang beraksi di kawasan Terminal Amplas Medan berhasil diringkus Polsek Patumbak, Sabtu (4/4/2020).

Informasi yang dihimpun Ketiga pelaku BN (35) warga Pasar XII, Patumbak, NL (37) dan RS (27), warga Jalan SM Raja, Medan Amplas. Penangkapan para pelaku bermula dari laporan korbannya M Rafisah (20), warga Komplek Citra Menteng, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai.

Saat itu menurut pengakuan korban, dia bersama rekannya bernama Gunawan Putra baru turun dari angkutan umum di kawasan Terminal Amplas. Korban mengaku didatangi para pelaku yang berjumlah 5 orang dan menanyakan tujuan para korban.

“Karena tidak curiga, rekan korban seketika menjawab hendak pergi ke Pekanbaru. Selanjutnya tersangka langsung menarik kerah baju korban dan merampas HP Oppo milik korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Gindo, Selasa (7/4/2020).

Usai berhasil merampas HP tersebut, dikatakan Gindo, para tersangka mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Dan para pelaku meminta korban untuk mengambil uang sebagai uang tebusan agar rekan korban yang disandera para tersangka bisa dilepaskan.

“Karena korban tak kunjung kembali membawa uang tebusan, tersangka langsung menjual HP milik korban seharga 700 ribu pada seorang penadah, FR (DPO). Lalu para tersangka menaikkan rekan korban ke bus Halmahera tujuan Pekanbaru dengan ongkos Rp 200 ribu dan membagi bagi sisa uang tersebut sebanyak Rp 500 ribu,” ucap Kanit lagi.

Polisi Buru Rekan 3 Perampok di Kawasan Terminal Amplas
Lanjutnya, usai dinaikkan ke bus Halmahera, rekan korban memberitahu dia sudah selamat dari para tersangka. Kemudian melapor ke Polsek Patumbak.

“Dari laporan tersebut kita langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Hasilnya kita amankan tersangka BN saat melintas tak jauh dari lokasi. Selanjutnya kita kembangkan dan berhasil amankan tersangka RS dan NL dengan barang bukti gunting dan sisa uang hasil kejahatan sebesar Rp 65 ribu,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika kini pihaknya masih mengejar rekan tersangka saat melakukan aksi perampokan tersebut, BI dan DI (DPO) yang sudah melarikan diri.

“Untuk masyarakat yang merasa pernah menjadi korban para tersangka kita imbau untuk melapor. Tersangka kita jerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” tutup Gindo.

Big Bos

About Big Bos

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :