Minggu, 15 Desember 2019

Big Bos

Civitas Akademika UISU Dalam Pengembangan Teknologi Pertanian

Gubernur Sumatera utara Edy Rahmayadi mengajak civitas akademika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) turut serta membangun pertanian khususnya sub sektor perkebunan dengan teknologi modern.
“Pemerintah Sumatera utara hanya sebagai fasilitator. Kita tunggu melalui unversitas ini, pengembangan teknologi pertanian pertanian khususnya sub sektor perkebunan menuju era industri 4.0 karena majunya perkebunan Sumatera Utara itu salah satunya ditentukan adanya inovasi teknologi,” kata Gubsu diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Pemropsu Ir Nazri MMA saat membuka Seminar Nasional di Auditorium UISU Jalan SM Raja, Sabtu (14/12/2019).

Seminar nasonal dengan tema Kajian Strategis Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Nasional Menghadapi Era Industri 4.0 dalam rangka Milad ke-55 Fakultas Pertanian UISU.
Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Yayasan UISU Ir Indra Gunawan MP, Pembina Yayasan Ir Rizal Fahmi, Dekan Fakultas Pertanian Dr Murni Sari Rahayu MP serta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UISU.
Menurut Gubsu, saat ini kelapa sawit tercatat sebagai produk utama bagi provnsi Sumut yang mempunyai daya saing kompetitif dengan luas areal mencapai 1,2 juta hektar dan produksi CPO mencapai 3,4 juta ton menjadikan provinsi Sumut sebagai penghasil CPO terbesar kedua di Indonesia.
Ekspor minyak sawit dengan tujuan utama Tiongkok, Pakistan, India dan Rusia 75% dalam bentuk CPO dan PKO sangat berimplikasi terhadap stabilisasi harga tandan buah segar.
Stabilisasi harga juga sangat dipengaruhi oleh pengembangan hilirisasi. Karena itu, peran kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei juga ditujukan untuk dapat  membantu meminimalisir permasalahan harga CPO di Indoensia yang didukung dengan kebijakan mandatori B-20 untuk penggunaan biosolar.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP mengatakan kehadiran alumni bisa memberi kontribusi, berbagai pemikiran untuk kontribusi pembangunan nasional khusus bidang perkebunan di Sumut.
Dalam kontek luas, adalah upaya ikut pembangunan perkebunan secara nasional.
Arah kebijakan umum pembangunan perkebunan 2015-2019 salah satunya adalah pengembangan kawasan atau penguatan sistem.
Kemudian derivasi dalam kebijakan khusus diantara pengembangan sumber daya insani perkebunan dan penguatan kelembagaan perkebunan dan kemitraan usaha perkebunan.
Dimana, menurut Yanhar, peran UISU bisa ikutserta dalam mengimplentasikan kebijakan tersebut.
Rektor menyebutkan, UISU bisa ikut dalam pengembangan sumberdaya insani perkebunan lewat lembaga/unit penelitian, pengabdian masyarakat, dan unit kerja bidang pertanian setidak kalaborasi bisa menghasilkan berbagai program, apakah itu pemberdayaan, pendidikan, pelatihan dan penelitian.
Pembukaan kegiatan seminar nasional diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.
Ketua Panitia Pelaksana, Ir Denny Saul Kulit menjelaskan kegiatan seminar disampaikan oleh H. Gusdalhari Harahap dari Apkasindo, M Hadi Sugeng Wahyudiono dari Gapki Pusat, Dr M Anshori Nasution MSc dari PPKS, Ir Ghazali Arif yang juga Dirut PT PSU, serta Ir Taslim Harefa.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan Jalan Sehat, Taklshow dan Bazar yang dilaksanakan, Minggu (15/12/2019). (pohan)

Big Bos

About Big Bos

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :