Slider

Olahraga

Fashion

Pages

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vivamus leo ante, consectetur sit amet vulputate vel, dapibus sit amet lectus. Etiam varius dui eget lorem elementum eget mattis sapien interdum. In hac habitasse platea dictumst.

Advertise Here

Selasa, 03 Desember 2019

Big Bos

Gak Diberi Uang,Keponakan Tega Habisi Paman Kandungnya

Redaksi,Suaranurani.com


Medan: Gara-gara tak diberi uang, Firman, warga Jalan Gurilla, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, nekat 'menghabisi' pamannya (adik ibunya) dengan senjata tajam.

"Tersangka saat itu meminta uang kepada ibunya untuk membeli sesuatu. Lalu ibunya menelepon adiknya (paman tersangka) karena tersangka marah-marah," ujar Kapolrestabes Kombes Dadang Hartanto dalam temu pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (03/12/2019).

Lalu korban datang bersama istrinya menemui tersangka. Sementara ibu tersangka berada di luar rumah lantaran tersangka mengamuk tak diberi uang. Setiba di kediaman kakaknya, korban menemui tersangka yang sedang berada di dalam rumah.

"Korban bertanya mengapa tersangka mengamuk sambil menampar pipi tersangka," jelasnya.

Tersangka merasa tidak senang atas perlakuan pamannya. Kemudian tersangka naik ke loteng rumah dan turun membawa keris (senjata tajam) dan langsung menikam dada korban.

"Lalu tersangka berlari ke luar rumah dan bertemu ibunya sembari mengatakan bahwa pamannya (adik ibunya) telah dia habisi. Kemudian tersangka kabur," katanya.

Tiga hari setelah kejadian, kata Dadang, pihaknya menangkap tersangka di kawasan Mandala yang saat itu menyamar sebagai gelandangan.(pohan)

Senin, 02 Desember 2019

Big Bos

Kapolsek Sunggal Mendapat Penghargaan Dari Kapolrestabes Medan

*KAPOLSEK DAN WAKAPOLSEK SUNGGAL TERIMA PENGHARGAAN*

Pada hari Senin tgl 2 Desember 2019, bertempat di lapangan apel Polrestabes Medan, pada kesempatan apel pagi Kapolrestabes Medan KBP DR. Dadang Hartanto, S.H.,S.I.K.,M.Si., berkenan memberikan reward kepada personil Polrestabes Medan.


Dalam kesempatan tsb, Kapolrestabes Medan memberikan penghargaan kepada 9 orang personil yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Hal yang membanggakan bagi keluarga besar Polsek Sunggal adalah bahwa dalam kegiatan tsb, 3 orang personil Polsek Sunggal berhasil menerima penghargaan yaitu
1. Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H.,
2. Wakapolsek Sunggal AKP Enan, dan
3. Bripka R. Eka S.

Setelah menerima penghargaan tsb, Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H., alumnus Akpol thn 2005 ini, menyampaikan rasa syukur dari seluruh jajaran Polsek Sunggal atas penghargaan yang diterima. Ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh personil Polsek Sunggal dalam pelaksanaan tugas sehingga ini merupakan penghargaan untuk jajaran Polsek Sunggal. Semoga ini menjadi pemacu bagi seluruh personil untuk bisa mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya, tandasnya.(Pohan)
Big Bos

Komplotan Pencuri Mobil ,Diringkus Polsek Sunggal

Foto Redaksi


Polsek Sunggal meringkus Kelima orang yang merupakan pelaku pencurian Mobil Pick Up Daihatsu Grand Max Warna Hitam BK.8350.DC yang terjadi di jalan Stasiun Gang Amal Desa Lalang Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang,.Senin (2/12) salah seorang adalah wanita.

Adapun kelima pelaku yang diamankan petugas diantaranya yakni :

1.SP (30) warga jalan Stasiun Desa Lalang Kec.Sunggal.Deli Serdang

2.H.als Irul (41) warga stasiun Desa Lalang

3.Erwin (30) warga jalan  Kelambir Lima.Desa Lalang.

4.Rudi(39) warga jalan jadi Desa Paya Geli.Kec.Sunggal.DS.

5.Ridwan als Iwan (35) warga Desa Tanjung Gusta Kec.Sunggal.DS.

Menurut keterangan adapun peristiwa tersebut berawal pada Rabu (20/11) pukul.20.00 Wib.dimana Pelaku SP yang di duga anak korban mengambil kunci Mobil di rumah orang tuanya.setelah mengambil kunci,SP yang saat itu bersama E mencari orang yang bisa melakukan pencurian.

Setelah keduanya bertemu dengan H als irul.Sp menyuruh H mencuri mobil.

Setelah H di perintahkan untuk mencuri Mobil.H bertemu Heri (DPO) yang bisa mengemudikan Mobil.

selanjutnya Selasa (26/11) pelaku sepakat bertemu di gang rumah korban dan SP memberikan Kunci mobil kepada H als Irul dan Heri.

Setelah keduanya berhasil mengeluarkan mobil dari rumah korbannya. H dan Heri bertemu SP.selanjutnya mobil teraebut di simpan di rumah R.kemudian R mengubungi Rudi utuk menjual Mobil tersebut kepada seseorang.

Sementara itu Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi .SH.Sik.MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Syarief Ginting,SH menuturkan bahwasanya “pelaku SP yang merupakan anak korban di amankan hari jumat (29/11) sekitar pukul.14.00 Wib,jelasnya.

Dari hasil penyelidikan terhadap SP,selanjutnya pelaku lain diamankan.Dari para pelaku petugas turut mengamankan barang bukti 1.unit Mobil Pick Up Grand Max.sebuah Topi.uang Tunai sebesar 3.150.000.

Atas kejadian ini kapolsek Sunggal pun juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa melindungi keluarganya.akibat penyalah gunaan Narkotika berakibat kan pengguna narkoba sanggup mencuri harta orang tuanyan.untuk itu marilah kita menceganya  karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,pungkas Yasir.(Pohan)

Minggu, 01 Desember 2019

Big Bos

Komplotan Begal,Modus Pukul Adek...!!! Diamankan ke Polsek Medan Labuhan

Komplotan Begal Modus Pukul Adek Diamankan Dikantor Polisi Sektor Medan Labuhan

Jajaran Polres Pelabuhan Belawan berhasil meringkus komplotan begal sepeda motor dengan modus 'Kau Pukuli Adek Aku'.

Komplotan yang berhasil diringkus Polisi yakni, inisial AB (25) warga Jalan Besar Bagan Deli, Lorong Proyek, Kecamatan Medan Belawan, H (33) warga Lorong ujung Tanjung Alwasliyah, Kecamatan Medan Belawan dan RN (26) warga Lorong Mesjid Bagan, lingkungan 4, Kecamatan Medan Belawan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH menyampaikan bahwa kejadian yang dialami korban terjadi di Jalan Ileng Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, pada 28 November 2019 lalu sekitar pukul 16.00 Wib.

"Para pelaku melihat korban mengendarai sepeda motor merek Honda Sonic, dalam keadaan sendirian. Ketiganya kemudian memepet korban hingga jatuh ke aspal," ujar Kapolres, Minggu (1/12/2019) kemarin.

Untuk melancarkan aksinya, masih kata AKBP Ikhwan, pelaku H langsung menanyai korban dengan kata-kata 'kau yang memukuli adekku'.

"Korban pun langsung meminta tolong kepada warga, karena merasa tidak ada memukul adik tersangka. kemudian warga mendatangi korban dan mengamankan ketiga pelaku serta menghubungi Polsek Medan Labuhan," kata AKBP Ikhwan.

Mendapat informasi dari warga, Polisi, langsung membawa ketiganya ke Polsek Medan Labuhan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan interogasi, para pelaku mengaku bersalah telah merencanakan perampokan sepeda motor dengan cara memepet korban hingga jatuh. Ketiganya pura-pura menuduh korban telah memukul salah satu adeknya," tutup Kapolres sembari mengatakan bahwa otak pelaku yang merencanakan perampokan sepeda motor tersebut adalah pelaku RN. Dan dari pengakuan pelaku baru ini melakukan perampokan sepeda motor.(pohan)

Jumat, 29 November 2019

Big Bos

Satnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran Narkoba & Amankan 7 Tsk

Satnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran Narkoba

Tujuh orang tersangka berinisial OBM,45, warga Negara Malaysia, S alias Sukri,25, dan S,20, keduanya warga Jalan Dusun Tengah, Kecamatan Langkahan Aceh Utara, Provinsi Aceh.Tersangka K, 36, warga Kecamatan Peurlak Aceh Timur, Provinsi Aceh, tersangka DI alias Mustadi alias Alex,39, dan tersangka MA,56, warga Jalan Anturmangan Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan tersangka MS,49, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumut diamankan personel Satres Narkoba Polrestabes Medan bekerjasama dengan Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Percut Seituan dari berbagai lokasi berbeda.

Bukan itu saja dari tangan para jaringan Narkoba ini, petugas juga menyita Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 11 Kg serta 4 butir pil ekstasi sebagai barang buktinya. “Dari ke 7 tersangka yang terdiri dari berbagai kasus ini, ada tersangkanya yang mengedarkan Narkoba lewat bandara udara untuk dikirimkan ke sejumlah provinsi di Indonesia. Dari tangan tersangka ini kita sita 9 Kg sabu yang diungkap pada 27 November 2019. Di mana kita mendapatkan informasi adanya transaksi Narkoba di salah satu hotel yang terletak di Jalan Gatot Subroto Medan,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya dan Kapolsek Percut Seituan Kompol Aris Wibowo dan Wakasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Pardamean Hutahaean saat menggelar Pers Release di Mapolrestabes Medan, Jumat (29/11/2019) sore.

Lalu dari pengungkapan di hotel tersebut, dipaparkan Kapolrestabes Medan, petugas berhasil membekuk 2 orang tersangka yakni berinisial K dan DI dengan total barang bukti 9 Kg sabu.

“Yang menarik kelompok ini sudah pernah masuk dari bandara-bandara di Surabaya, Palu dan Medan sendiri, mereka bisa lolos lewat bandara dengan cara membungkus Narkoba jenis sabu-sabunya dengan sereal oatmeal (makanan gandum-red). Sehingga tidak terdeteksi oleh sinar X Ray,” ujar Kombes Dadang sembari menambahkan kalau barang haram ini dipasok dari berbagai kota yakni Pekanbaru dan Batam yang akan diedarkan di Kota Medan.

“Ini jadi perhatian kita bersama agar mewaspadai peredaran Narkoba di Bandara. Ini modus Narkoba yang disamarkan lewat makanan dan pertama kali kita temukan di Medan,” kata Kapolrestabes.

Dalam paparan itu dirinya juga menyampaikan kalau personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan juga telah membekuk 2 orang tersangka berinisial S alias Sukri dan S yang mengedarkan Narkoba jenis sabu seberat 1 Kg dengan modus menyimpan di dalam sepatu.

“Yang ini barang dari Aceh akan dibawa ke Jakarta,” jelasnya sembari menjelaskan pihaknya juga mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) berinisial OBM, 45, yang mengedarkan narkoba jenis sabu sebanyak 1 Kg. “Kalau Tersangka diamankan pada 22 Oktober 2019 di salah satu hotel di Medan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menambahkan pihak kepolisian juga membekuk 2 orang pengedar Narkoba di Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi dan mengamankan 2 tersangka yakni berinisial MA dan MS dengan barang bukti 1 Kg sabu dan 4 butir pil ekstasi.”Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 subs 112 UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati,” pungkasnya.(pohan)

Rabu, 27 November 2019

Big Bos

UISU Lantik Keempat Dekannya dan Diambil Sumpahnya

Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Dr. Yanhar Jamaluddin secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat orang Dekan diantaranya Dr. Marzuki, SH, MHum sebagai Dekan Fakultas Hukum, Dr. Syafrida, SE, MSi sebagai Dekan Fakultas Ekonomi, Dra, Hj. Hasrita Lubis, M.Pd, P.hD sebagai Dekan FKIP, dan Dr. Ir. Murni Sari Rahayu. MP sebagai Dekan Fakultas Pertanian. Pelantikan berlangsung di gedung Auditurium Kampus UISU Jl. SM Raja Medan, Rabu (27/11/2019) sore.

Rektor UISU Dr. Yanhar Jamluddin dalam sambutannya mengatakan pejabat yang baru diantik diharapkan dapat meningkatkan kualitas sehingga akreditasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan dapat lebih ditingkatkan.

Rektor juga menghimbau para dekan yang sudah dilantik agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan penuh tanggungjawab serta sama-sama dapat menjaga nama baik almamater dengan mengenyampingkan segala perbedaan untuk saling menyatu.

Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mengucapkan selamat bekerja dan tetap memegang teguh tanggungjawab yang tinggi untuk membangun UISU kearah yang semakin baik.

"Beban terbesar UISU ada di pundak pejabat dekan yang baru dilantik, untuk itu mari bersama-sama membangun komitmen sebagai upaya mempertahankan nama baik UISU di dunia pendidikan di Indonesia", tandas Dr. Yanhar Jamluddin.

Pantauan dilokasi, para dekan UISU yang dilantik diambil sumpah jabatannya oleh Rektor Dr. Yanhar Jamaluddin.

Acara juga diisi dengan penandatanganan pertanggung jawaban jabatan. Selanjut diakhiri dengan foto bersama sebagai dikomentasi.(Pohan)
Big Bos

AKP Jericho Hadir di Acara Vendor Gathering PT PLN

Kapolres pelabuhan belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.,MH yang diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra SH.,SIK menghadiri acara VENDOR GATHERING BE A FAMILY TOGETHER WE CAN PT PLN (PERSERO) UPK BELAWAN 2019. Pada hari rabu, (27/11/19) pada pukul  14:00 wib. Dilantai 2 kantor PLN Belawan, JL.Pulau Sicanang belawan , Sumatera Utara.

Acara vendor gathering PT PLN (PERSERO) UPK belawan 2019 dihadirin oleh para mitra kerja, Kepala kejari belawan, kapolres pelabuhan belawan yang diwakili oleh kasat reskrim polres pelabuhan belawan dan para manager bagian pln.

Kegiatan vendor gathering dengan mengambil tema BE A FAMILY TOGETHER WE CAN di laksanakan setiap tahun oleh PT PLN (persero) Belawan, guna kegiatan ini untuk menjalin hubungan yang baik dan jangka panjang dengan para mitra kerja adalah salah satu prioritas dari PT PLN Belawan,"ucap Manager PT PLN Belawan saat membuka acara."

Acara pun dilanjutkan dengan kata sambutan dari hariyono sekaligus pengenalan diri sebagai kepala kejari belawan yang baru menjabat, "kejari belawan siap bekerja sama dan mendukung PT PLN Belawan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan akan selalu mengawasi kinerja pihak PLN agar lebih baik kedepannya, " ucapnya.

Setelah bapak hariyono selaku kepala kejari belawan yang baru. selesai menyampaikan kata sambutan dan memberikan materinya kepada para vendor yang datang, acara pun di lanjutkan dengan penyampaian materi oleh bapak kapolres pelabuhan belawan AKBP Ikhwan SH., MH yang di wakilkan oleh kasat reskrim polres pelabuhan belawan AKP jerico Lavian Chandra SH., SIk. " Pengadaan Barang/Jasa merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan pemerintahaan yang bertujuan menyediakan prasarana pendukung baik untuk kegiatan pelayanan publik dan penunjang aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sering terjadi salah kaprah di dalam masyarakat tentang kegiatan pemerintah yang melakukan pengadaan barang dan jasa,"ucapnya.

Sambung jerico " Masyarakat luas menganggap bahwa pengadaan barang/jasa merupakan kegiatan administratif pemerintah semata, dan tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan masyarakat. Akan tetapi ketika kegiatan pembangunan tersebut dilakukan ternyata memberikan dampak terhadap hajat hidup mereka, barulah masyarakat menyadari arti penting pengadaan barang/jasa oleh pemerintah. Karena pengadaan barang/jasa membutuhkan pendanaan yang begitu besar jumlahnya, selain itu kebutuhan pemerintah yang rutin dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjadikan Keppres 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa sebagai instrument hukum yang sering digunakan. Walaupun demikian Keppres tersebut tidak tanpa kelemahan. Hal ini dikarenakan Keppres 80 Tahun 2003, hanya digunakan sebagai tolak ukur untuk menentukan ada dan tidaknya indikasi pelanggaran administratif, hukum keperdataan yang berkaitan dengan kontrak kerja, dan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang pejabat pemerintahan. Kemudian menjadi permasalahannya bila mana ketentuan hukum yang berlaku sekarang dapat diterapkan apabila terjadi tindak pidana-tindak pidana terkait persekongkolan tender, tindak pidana korupsi dengan modus pengelembunggan harga (mark up), perbuatan curang, penyuapan, penggelapan, pengadaan fiktif, pemberian komisi, pemalsuaan, atau bahkan hilangnya nyawa orang lain akibat pengadaan barang/jasa berupa pembangunan gedung untuk prasarana dan fasilitas publik, yang mengalami kegagalan konstruksi. Mengacu pada permasalah tersebut, ternyata kegiatan pengadaan barang/jasa termuat kompleksitas hukum di dalamnya. Seperti yang dicontohkan dalam buku referensi ini tentang pengadaan barang/jasa prasana publik berupa Jembatan Mulyorejo yang dibangun dengan APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kemudian mengalami kegagalan konstruksi dan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Menarik untuk di analasis dalam peristiwa hukum tersebut, yaitu tentang siapa dan bagaimana pertanggung jawaban pidana pelaku usaha (perseorangan maupun badan usaha berbentuk korporasi) yang terlibat dalam proyek pemborongan pembangunan jembatan Mulyorejo yang mengalami kegagalan konstruksi dan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,"tutupnya.

AKP Jerico selaku kasat reskrim polres pelabuhan belawan membeberkan beberapa Modus pidana pengadaan barang dan jasa diantaranya "Proses pengadaan barang dan jasa sudah di kapling-kapling atau di jatah buat pihak tertentu dan barang dan jasa tidak sesuai dengan spesikasi atau kontrak, " tuturnya.

Sebelum menutup materinya AKP Jerico pun menjelaskan cara untuk Tindakan pencegahan diantaranya, " Memperketat pengawasan terhadap kegiatan pengadaan barang dan jasa, Membuka call senter terkait pengadaan barang dan jasa dan yang terakhir melakukan koordinasi dengan lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa," tutupnya.

Setelah penyampaian materi dari pihak kejari dan polres pelabuhan belawan. PT PLN (persero) UPK Belawan pun melanjutkan dengan tanya jawaban terhadap para vendor tentang struktur pembayaran (keuangan) dan proses atau tahapan untuk pengadaan barang jasa.

Sebelum Kegiatan vendor gathering PT PLN (persero) UPK belawan berakhir dengan pihak manager berbagai bidang melakukan penandatanganan fakta intergelitas bersama para vendor dan foto bersama.(Pohan)