Slider

Olahraga

Fashion

Pages

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vivamus leo ante, consectetur sit amet vulputate vel, dapibus sit amet lectus. Etiam varius dui eget lorem elementum eget mattis sapien interdum. In hac habitasse platea dictumst.

Advertise Here

Selasa, 19 November 2019

Big Bos

Komplotan Curanmor & Curas Berhasil Diringkus Polsek Medan Kota

Unit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil meringkus lima tersangka komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dari sejumlah lokasi yang berbeda, Senin (18/11/2019). 

Dalam pengungkapan itu, 2 tersangka ditembak pada bagian kaki karena berusaha melarikan diri dan melawan saat diamankan.



Kelima tersangka pencurian kendaraan bermotor dan curas yang berhasil diamankan aparat kepolisian diantaranya, Rifky Mawardi Nasution alias Ketel (21) warga Jalan Sempurna Medan, yang merupakan residivis kasus penjambretan pada tahun 2018 silam. Kemudian, Fernando Tampubolon alias Nando (29) warga Jalan Menteng VII, Gang Serasi Medan Denai yang merupakan residivis kasus Curanmor tahun 2015. Kemudian, Dedek Maulana alias Musang (29) warga Jalan Tapian Nauli Medan, yang juga residivis kasus jambret pada tahun 2002.
Selanjutnya ada dua tersangka penadah curian yang masih dalam komplotan pelaku pencurian yakni, BE, Di , Ma Atau Gea (27) warga Jalan Jermal 12 Medan Denai, dan Ari Akbar alias Ari Kerak (27) warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Ari Kerak selain sebagai penadah, juga terlibat langsung dalam aksi pencurian serta penjambretan.
“Komplotan ini seluruhnya berjumlah 8 orang. Saat ini sudah 5 orang yang tertangkap. Dua orang diantaranya merupakan penadah curian dari setiap pencurian yang dilakukan para pelaku pencurian,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrimya, Kompol Eko Hartanto, Kapolsek Medan Kota AKP. Rikki Ramadhan yang didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Muhammad Ainul Yaqin ,S.I.K dan Panit Reskrim, Ipda Asrul Efendi Rambe dihadapan sejumlah media dalam konfrensi pers di halaman Polrestabes Medan, Selasa (19/11/2019) sore.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, komplotan ini memang sudah menjadi target penangkapan sejak lama.
“Untuk kelima tersangka ini ada 4 LP (laporan polisi). Terakhir pelaku malancarkan aksinya di Jalan Sempurna, Perumahan Puri Bahagia Blok C-2 Medan Kota, Rabu 16 Oktober 2019 lalu. Pelaku mencuri sepeda motor Honda Vario milik, Rahmad R Hutagaol (37). Tak terima atas kejadian itu, korban pun melapor ke Polsek Medan Kota,” kata Kapolres.
Dari hasil introgasi, para pelaku sudah puluhan kali melakoni aksi pencurian sepeda motor maupun penjambretan di wilayah hukum Polrestabes Medan bersama rekan pelaku lainnya yang belum tertangkap.
“Saat ini masih ada beberapa orang yang DPO. Ini merupakan jaringan yang sudah lama kita targetkan. Disamping Curanmor, mereka ini merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan,” kata Kapolrestabes Medan. 

Minggu, 17 November 2019

Big Bos

Polsek Medan Baru Gelar Rajia di Jalan Kapten Pattimura

Guna mencegah dan meminimalisir terjadinya aksi kriminalitas seperti Geng Motor dan 3C (Curas, Curat dan Curanmor), serta penyakit masyarakat lainnya, personil Polsek Medan Baru yang dipimpin, Perwira Pengendali Kasikum Polsek Medan Baru  Iptu Sariono SH MKn dan Perwira Pengawas Panit II Reskrim Ipda Imanuel Ginting SH MH melaksanakan razia rutin di wilayah hukum Polrestabes Medan Polsek Medan Baru, Minggu (17/11/2019) dini hari.

Razia yang dilakukan di Jalan Kapten Patimura Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, tepatnya didepan The Traders, diikuti oleh personel Sabhara, Lantas, Binmas, Reskrim (Team Pegasus), Provos Polsek Medan Baru.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK saat dihubungi secara terpisah mengatakan, razia yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya tindak pidana di wilayah hukum.

"Razia ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya Geng Motor maupun kejahatannya seperti Curas, Curat dan Curanmor, sehingga kota medan menjadi kota yang aman dan nyaman, serta  masyarakat terasa terlindungi karena Polisi ada dimana-mana dengan motto kita jago medan aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Medan Baru.

Dari hasil pelaksanaan razia, Kapolsek Medan Baru mengatakan tidak ada ditemukan tindak pidana, seperti Geng Motor, narkoba, curas, curat , curanmor, senpi maupun sajam.
Big Bos

Kapolres Pelabuhan Belawan Sampaikan Saling Menjaga Keamanan di Daerah Kita

Elemen Masyarakat Agar Bekerjasama Menjaga Keamanan di Daerah Kita

Pasca terjadinya penangkapan pelaku perakit bom bunuh diri, warga menolak keras adanya pengajian "Radikal" di lakukan warga Kecamatan Medan Belawan khususnya di Kelurahaan Sicanang. Hal ini dikatakan oleh warga Sicanang Belawan pada Minggu sore (17/11).

"Kami sangat menolak adanya pengajian radikal yang ada di Kec. Belawan ini. Untuk itu, kami semua warga yang ada di Sicanang ini akan berencana melakukan kontrol sosial di khususnya di Kelurahan Sicanang kampung kami ini" terang Ricky Hasibuan kepada awak media ini.


Kami warga Sicanang akan terus memantau dan akan menolak keras adanya pengajian pengajian yang bersifat Radikalisme. Ini suatu pukulan besar bagi kami seluruh warga Belawan tentang kejadian yang baru baru ini di seputaran Kec. Belawan terlibat dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

Sambung Ricky, kami juga tidak menyangka ada warga di seputaran sini terlibat langsung dalam aksi tersebut. maka dari itu, saya mengajak teman teman untuk saling kontrol dan akan melaporkan kepada pihak berwajib apa bila ada suatu kelompok yang akan merugikan umat manusia khususnya Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kami cintai ini. Tegas Ricky.

Sementara, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH. MH berpesan kepada masyarakat, agar semua element masyarakat untuk saling bekerja sama menjaga keamanan di daerah kita. Saya minta laporkan kepada pihak berwajib apa bila ada suatu kejanggalan dan perencanaan tidak baik di daerah kita khususnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Ikhwan menambahkan, Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah hukumnya untuk saling menghargai antar umat beragama dan menciptakan persaudaraan yang erat dan saling mengasihi. Kita akan tindak apa bila ada kelompok Radikal yang berencana dan ingin memecah belah negara ini.

"Tetap pada keimanan kita antar umat beragama, jangan mau terbujuk dan bergabung untuk ajakan sesat yang di lakukan manusia yang tidak bertanggung jawab. Saya mohon untuk tetap saling menghormati. Tandasnya.(pohan)
Big Bos

Polsek Hamparan Perak Lakukan Sosialisasi Kepada Peternak Babi

Hamparan Perak, Polsek Hamparan Perak bersama Muspika Kecamatan Hamparan Perak melakukan sosialisasi kepada peternak Babi yang ada di Dusun IX Germenia 2 Kebun Desa Kelambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Sabtu (16/11/2019).

Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Azharuddin,SH melalui Waka Polsek Iptu Sutrisno menghimbau kepada warga supaya membersihkan lingkungannya masing-masing dan jika ada ternak yang terkena penyakit diharapkan untuk segera menguburkannya.

"Ingat bangkai ternak kaki empatnya jangan dibuang sembarangan karena ada sanksi dengan ancaman pidana sesuai  UU No 32 Tahun 2009," ujar Iptu Sutrisno.

Sementara pegawai dari Dinas Kesehatan  UPT Puskesmas Hamparan Perak, Yolanda Siahan mengatakan, masyarakat yang membuang bangkai babi itu harus memikirkan dampaknya, misalnya jika di buang sembarangan nanti bisa bangkainya dihinggapi lalat dan bisa saja nanti lalat itu hinggap dimakan.

"Oleh karena itu marilah kita senantiasa menjaga lingkungan kita ini, jadi sekali lagi jangan membuang bangkai-bangkai babi itu sembarangan," himbaunya.

Lalat yang hinggap dalam radius mencapai 200 sampai 300 meter itu bisa saja membawa Virus. "Jangan seenaknya buang bangkai, itu akan menimbulkan masalah baru, kita pikirkan juga dampaknya kepada lingkungan dan orang lain," terang Yolanda.

Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Kelambir 5 Kebun, Suhendra mengatakan kesedihan bapak ibu warga disini ada adalah kesedihan saya juga, senang atau tidak bapak ibu adalah warga saya.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat jangan membuang bangkai Babi karena ada sanki Hukumnya," ujar Suhendra.

Sebagai Kepala Desa diminta agar warga disini membentuk Kelompok-kelompok Tani. "Saya berjanji kelompok-kelompok Tani ini nantinya akan saya perjuangkan Kepada Pemerintah Daerah supaya bisa mendapatkan bantuan bibit-bibit ikan, bebek atau ayam dan masyarakat bisa beralih dari Peternak Babi yang memang dilarang di daerah kita ini," ungkapnya.

Suhendra berharapkan agar bapak dan ibu jangan membuang bangkai ternak -ternak sembarangan, karena hidup yang baik itu adalah jika berguna bagi orang lain bukan sebaliknya menyusahkan orang lain.

Salah satu warga mengatakan, di Desa Germenia Kebun ini hampir 80% Penduduknya berternak Babi. Penyakit yang menyerang babi-babi begitu cepat. "Kami bingung karena pagi peliharaan kami  masih terlihat sehat, tiba-tiba langsung lumpuh dan mati," ungkap Opung Sari (55).

Sambung Opung Sari, niat beralih ke ternak lain seperti ternak bebek tapi kami terkendala dengan dana oleh karena itu kami mengharapkan kepada pemerintah dapat memberikan bibit-bibit bebek atau ayam, karena pada umumnya warga Germenia ini  penghasilan dari berternak.

Keluhan itu juga di sampaikan Pak sitorus yang sudah tidak mempunyai lahan untuk menanam ternaknaknya, "Selama ini 30 Babi saya yang mati sudah saya tanam, sekarang ada 10 ekor lagi babi saya dan jika mati saya bingung mau ditanamkan dimana," keluhnya. (pohan)
Big Bos

Muscab & Hut ke-6 Alumni Sman 4 Berlangsung Sukses

Perhelatan Musyawarah Cabang ke dan sekaligus merayakan HUT ke 6 Ikatan Keluarga Alumni 86’ SMA Negeri 4 Medan berlangsung sukses penuh dengan sukacita yang dilaksanakan di Jl. Kapten Muslim Medan,.Sabtu sore (16/11/19).

Dalam acara tersebut dihadiri mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Ikal 86’ SMA Negeri 4 Medan Drs. Tumajur Sianipar, Sekretaris Saedah, Bendahara Rudhiah Nasution, SE dan pengurus Ikal SMAN 4 Medan lainnya.

Ikal 86’ SMAN 4 Medan dibentuk pada November 2013 dengan tujuan terjalinnya silaturahmi, melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, penyuluhan serta kegiatan keagamaan.

Ketua panitia pelaksanaan Muscab Korrinawati, SH. MH mengatakan tema tahun ini “Bersama membangun silaturahmi, gotong royong, saling menghargai dan peduli sesama. Sukses Ikal 86’ bukan apa yang dicapai tetapi berapa banyak untuk berbagi”.

Dalam kesempatan itu juga Sekretaris Ikal 86 SMAN 4 Medan Saedah mengatakan dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan kegiatan sosial donor darah dan penyuluhan.

Saedah berharap Ikal 86’ SMAN 4 Medan tetap solid dan bersinergi dalam melakukan program-kerja yang sudah dicanangkan sehingga bermanfaat bagi para alumni 86’ SMAN 4 Medan khususnya dan masyarakat umum.

Ditambahkannya, apalagi kegiatan sosial yang akan kami lakukan ini nantinya mendapatkan dukungan dari pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumut mungkin akan jauh lebih baik dan pastinya sangat membantu terutama bagi masyarakat Kota Medan khususnya dan Sumut pada umumnya.
Big Bos

Pegasus Polsek Sunggal Amankan Pria Tua ,Buang Bangkai Babi

Sinanhati Belele (56) berhasil ditangkap saat hendak membuang bangkai babi yang masing2 dimasukkan di dalam goni pada Minggu, 17 Nopember 2019 sekira 01:30 WIB dini hari.

Dari keterangan yang diperoleh dari petugas, 2 buah goni yang berisikan yang berisikan 2 ekor babi yang sudah mati tersebut diangkut melalui becak motor di daerah Jalan Kapten Sumarsono Desa Helvetia Kec. Sunggal DS.

Sinanhati Belele sendiri Warga Jalan Turi Kel Tanjung Mulia Kec Medan Labuhan.

Berikut kronologi,
Menindaklanjuti info dari masyarakat atas kejadian ditemukannya bangkai babi yang sengaja di buang ke daerah sungai pada hari Sabtu tanggal 16 Nov 2019 sekira pkl 13.00 wib di Jl. Karya II Desa Helvetia Kec Sunggal DS.

Selanjutnya tim pegasus Polsek Sunggal yang di pimpin langsung Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi S.H.,S.I.K.,M.H didampingi Kanit Reskrim Iptu S. Ginting beserta anggota turun ke lokasi dan melakukan olah tkp serta melakukan penyelidikan di seputaran tkp untuk mencari pelaku yang membuang bangkai babi tersebut.

Kemudian pada hari Minggu 17 Nov 2019 sekira pkl 01.30 wib, tim melihat ada pengendara becak bermotor yang mencurigakan melintas di Jl. Kapten Sumarsono mengarah ke arah Brayan, lalu tim mengejar pengendara becak tersebut dan saat di tkp, tim memberhentikan becak tersebut. Saat di tanya oleh tim, tentang barang yang dibawanya,  SB mengaku membawa bangkai babi yang akan di buang. Dirinya menerangkan, di suruh oleh pemilik ternak babi untuk membuang bangkai babi tersebut dengan imbalan sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Sebelumnya SB bertemu orang yang menyuruhnya membuang bangkai tsb di Jl. Karya VII Desa Helvetia Kec Sunggal DS lalu setelah dirinya menerima upah uang dari pemilik babi, kemudian pergi dan membawa bangkai tersebut untuk di buang.

Untuk pendalaman kasus tersebut, selanjutnya SB diamankan ke Polsek Sunggal.(Pohan)

Jumat, 15 November 2019

Big Bos

Nyuri Sepmor Indra Diringkus Pegasus Polsek Medan Kota

Rahmad Syahputra (32) warga Jalan Yos Sudarso yang melakukan pencurian sepeda motor dihalaman rumah kos - kosan, dikawasan Jalan Jati III Gang Ampera Nomor 14, Kelurahan Teladan, Kecamatan Medan Kota. Pasalnya, ia diciduk team Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota, usai mencuri sepeda motor milik korban Mhd. Rizkie Oktavian yang terparkir dihalaman rumah kosanya.

Kapolsek Medan Kota AKP M.Riki Ramadhan, yang didampingi Panit 1 Ipda Rambe dan personel Polsek Medan Kota kepada wartawan, Jum'at (15/11/2019) mengatakan" Tersangka  mencuri sepeda motor korban yang terparkir dihalaman rumah kos - kosan, Senin (11/11/2019) yang lalu sekira pukul 04:00 Wib.

Sebelum hilangnya sepeda motor tersebut, korban Rizkie yang baru saja pulang dari Warung Kopi (Warkop) istirahat dirumah kosanya.Lalu korban memarkirkan sepeda motor miliknya dengan keadaan stang terkunci. Temen korban yang masih main Hp, mendengar suara berisikan dari luar" Jelas Kapolsek Medan Kota AKP M.Riki Ramadhan.

Lanjut orang nomor 1 di Polsek Medan Kota. Dengan rasa curiga, temen korban langsung membuka pintu kos tersebut. Disitu, temen korban melihat tersangka yang diketaui bernama Indra mengangkat ban depan sambil menarik sepeda motor milik korban sampai kedepan pagar. Spontan temen korban berteriak dan memberi tau sama korban, bahwa sepeda motornya dicuri para tersangka. Kemudian korban yang didampingi oleh temenya, membuat laporan polisi ke Polsek Medan Kota.
[16/11 09.54] Clara: Masih dikatakan M.Riki, untuk barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka 1 unit sepeda motor Supra dengan nomor Polisi BB 3376 dan sepeda motor Honda Vario warna Hitam BK 6541 AIW milik tersangka,  tang pemotong besi dan gembok pagar yang sudah bengkok.

" Atas perbuatanya tersangka dikenakan Pasal 363 dengan terancam hukuman 5 tahun penjara" Ujar Kapolsek Medan Kota AKP M.Riki Ramadhan. (Pohan)